Solusi Cerdas Atasi Food Waste: Budidaya Lele Rumahan dengan Pakan dari Limbah Dapur

M. Reza Sulaiman

Rabu, 04 Juni 2025 | 17:20 WIB
Solusi Cerdas Atasi Food Waste: Budidaya Lele Rumahan dengan Pakan dari Limbah Dapur
pakan alternatif dalam budidaya ikan lele skala rumah tangga. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Di tengah meningkatnya urgensi pengelolaan sampah makanan (food waste), muncul berbagai pendekatan inovatif untuk memanfaatkannya secara berkelanjutan.

Salah satunya adalah pemanfaatan sisa makanan sebagai pakan alternatif dalam budidaya ikan lele skala rumah tangga. Inisiatif ini tidak hanya menjawab tantangan pengelolaan limbah, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

Konsep ini diperkenalkan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional yang berlangsung di Desa Taro, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Selasa (3/6/2025).

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Warmadewa dan Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram.

Ketua Program PKM Nasional, Gede Agus Surya Pratama, S.St.Pi, MP, menjelaskan bahwa food waste yang selama ini dianggap sebagai sampah sesungguhnya menyimpan potensi besar jika diolah dengan baik.

“Sisa makanan, seperti sayuran dan biji-bijian, mengandung nutrisi yang baik untuk ikan. Dengan memanfaatkan food waste, kita tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga meningkatkan efisiensi budidaya,” ujar Gede Agus, ditulis Rabu (4/6/2025).

Menurutnya, biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam budidaya ikan, yang dapat mencapai 60–70 persen dari total biaya operasional. Oleh karena itu, substitusi sebagian pakan dengan sisa makanan dapat menjadi solusi yang ekonomis sekaligus ramah lingkungan.

Lebih lanjut, Gede Agus menegaskan bahwa pendekatan ini juga memberi dampak positif terhadap ekosistem.

kolaborasi PKM Nasional antara Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Warmadewa dan Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram. (Dok. Istimewa)
kolaborasi PKM Nasional antara Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Warmadewa dan Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram. (Dok. Istimewa)

“Dengan mengurangi jumlah limbah yang dibuang, kita berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Ini adalah langkah kecil yang dapat memiliki dampak besar,” jelasnya.

baca juga

Respon masyarakat Desa Taro terhadap program ini pun sangat positif. Mereka belajar mengolah sisa makanan rumah tangga menjadi pakan ikan secara sederhana, misalnya dengan mengeringkan sayuran, menghaluskan sisa nasi, atau mencampur bahan organik lainnya untuk dijadikan adonan pakan.

Sementara itu, Kaprodi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Mataram, Dr. Zaenal Abidin, S.Pi, M.Si, menekankan pentingnya pemanfaatan bahan alami sebagai pakan tambahan yang mendukung kesehatan dan pertumbuhan ikan.

“Penambahan daun jambu biji yang sudah ditepung dan dicampur dengan pakan dapat meningkatkan kelangsungan hidup ikan dengan dosis 15 hingga 30 gram per kilogram pakan,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebut bahwa penggunaan tepung daun ketapang dalam takaran 5 gram per kilogram pakan terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan ikan lele.

Secara nasional, data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat bahwa Indonesia menghasilkan lebih dari 23 juta ton sampah makanan setiap tahun, menjadikannya salah satu penyumbang food waste terbesar di dunia.

Di sisi lain, Badan Pangan Nasional terus mendorong diversifikasi pangan dan praktik pertanian berbasis komunitas guna memperkuat ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga.

Dengan mengintegrasikan dua tantangan besar—sampah makanan dan ketahanan pangan—melalui inovasi seperti budidaya lele berbasis food waste, masyarakat tidak hanya diberdayakan secara ekonomi, tetapi juga dilibatkan dalam aksi nyata untuk mengurangi dampak lingkungan.

Program seperti ini diharapkan bisa direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia, khususnya di kawasan padat penduduk atau daerah yang belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang optimal. Budidaya ikan lele di pekarangan atau halaman rumah, dengan pakan hasil olahan limbah dapur, dapat menjadi alternatif solusi yang murah, mudah, dan berdampak besar dalam jangka panjang.

Dengan langkah sederhana dan kolaboratif seperti ini, visi menuju masyarakat yang lebih berkelanjutan bukan lagi sekadar wacana, melainkan mulai nyata diwujudkan dari dapur-dapur rumah tangga Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lily Anak Nagita Slavina Lahap Makan Lele, Kandungan Gizinya Setara dengan Ikan Apa Ya?

Lily Anak Nagita Slavina Lahap Makan Lele, Kandungan Gizinya Setara dengan Ikan Apa Ya?

Lifestyle | Kamis, 24 April 2025 | 08:03 WIB

Earth-Friendly Cafe Hopping: Nongkrong Seru tapi Tetap Peduli Bumi

Earth-Friendly Cafe Hopping: Nongkrong Seru tapi Tetap Peduli Bumi

Your Say | Rabu, 23 April 2025 | 12:56 WIB

Sambal Goang yang Super Pedas, Pecel Lele 5 Saudara Primadona Baru Jambi

Sambal Goang yang Super Pedas, Pecel Lele 5 Saudara Primadona Baru Jambi

Your Say | Minggu, 20 April 2025 | 08:11 WIB

Terkini

Efek Candu Healing: Pajak Hiburan Kota Batu Tembus Rp35 Miliar, Rekor Baru di Depan Mata

Efek Candu Healing: Pajak Hiburan Kota Batu Tembus Rp35 Miliar, Rekor Baru di Depan Mata

Malang | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:32 WIB

Menguasai Rumus Luas dan Keliling Belah Ketupat: Lengkap dengan Unsur dan Contoh Soal

Menguasai Rumus Luas dan Keliling Belah Ketupat: Lengkap dengan Unsur dan Contoh Soal

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:28 WIB

Dua Jam Lawan Kebakaran, Damkar Padamkan Api yang Hanguskan Rumah Warga Jombang

Dua Jam Lawan Kebakaran, Damkar Padamkan Api yang Hanguskan Rumah Warga Jombang

Jatim | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:26 WIB

Sistem Kelistrikan Flores Diklaim Pulih Total Usai Gempa M7,7

Sistem Kelistrikan Flores Diklaim Pulih Total Usai Gempa M7,7

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:22 WIB

Tak Banyak yang Tahu, Pramono Anung Ternyata Punya Peran Khusus di Antara Megawati dan SBY

Tak Banyak yang Tahu, Pramono Anung Ternyata Punya Peran Khusus di Antara Megawati dan SBY

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:18 WIB

Pertamina NRE dan CRecTech akan Bangun Pabrik Percontohan Bio-Metanol di Sumut

Pertamina NRE dan CRecTech akan Bangun Pabrik Percontohan Bio-Metanol di Sumut

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:15 WIB

BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat

BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:14 WIB

IHSG Meluncur Turun di Awal Sesi ke Level 6.300, Emiten Haji Isam Ambruk

IHSG Meluncur Turun di Awal Sesi ke Level 6.300, Emiten Haji Isam Ambruk

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:13 WIB

Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen

Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen

Sulsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:09 WIB

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Padi Sumedang Terbantu Tekan Biaya Produksi

Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Padi Sumedang Terbantu Tekan Biaya Produksi

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:05 WIB

×