Dinilai Masih Menjanjikan, Pengembangan Kawasan Pesisir saat Ekonomi Lesu Bisa jadi Kunci?

Agung Sandy Lesmana, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 05 Juni 2025 | 12:41 WIB
Dinilai Masih Menjanjikan, Pengembangan Kawasan Pesisir saat Ekonomi Lesu Bisa jadi Kunci?
Ilustrasi---Dinilai Masih Menjanjikan, Pengembangan Kawasan Pesisir saat Ekonomi Lesu Bisa jadi Kunci? [SuaraSulsel.id/Antara]

Suara.com - Di tengah laju pemulihan ekonomi yang masih melambat, kawasan pesisir dinilai tetap memiliki daya tarik bagi investor properti. Aktivitas pembangunan yang masih terus berlangsung di sejumlah wilayah pesisir disebut menjadi indikator bahwa sektor ini masih menyimpan potensi jangka panjang.

Pengamat properti Anton Sitorus menyebut kawasan pesisir sebagai salah satu contoh dari sedikit wilayah yang masih memperlihatkan geliat pembangunan baru secara konsisten.

Ia mencontohkan salah satu bukti kawasan pesisir masih menjanjikan adalah seperti yang terjadi pada proyek Pantai Indah Kapuk (PIK).

“PIK itu salah satu dari sedikit kawasan yang masih aktif pembangunannya. Sekarang ini kan gak banyak kawasan yang punya proyek baru secara masif. Dan itu jadi kunci kalau kita bicara pertumbuhan investasi,” kata Anton kepada wartawan, Kamis (5/6/2025).

PT Sedaya Indah Selaras (SIS Property) merilis proyek perumahan terbaru yakni Grand Waru Residence, sebuah hunian keluarga asri dengan fasilitas terlengkap.
ILUSTRASI Properti. 

Menurutnya, kawasan dengan pembangunan aktif memiliki peluang imbal hasil (return) yang lebih menjanjikan dibanding wilayah yang sudah mapan namun minim pengembangan baru.

“Kalau kita investasi di kawasan yang sudah established dan pembangunan barunya minim—seperti Bintaro misalnya—pertumbuhannya biasanya alami dan cenderung terbatas," ungkapnya.

"Kalau setiap tahun selalu ada klaster baru dan pengembang juga aktif menaikkan harga, maka potensi keuntungan bagi investor juga lebih besar,” tambahnya.

Anton menyadari bahwa saat ini pasar properti belum sepenuhnya pulih. Meski begitu, ia menilai situasi ini justru membuka ruang bagi strategi investasi jangka panjang, asalkan dilakukan secara cermat dan selektif.

“Sekarang ini masih masa recovery, bukan booming. Jadi harus pintar-pintar milih. Kalau buat jangka panjang sih oke aja investasi besar sekarang. Tapi kalau mau cari return cepat, hanya di proyek-proyek tertentu yang aktif dan punya prospek pertumbuhan harga yang jelas,” ujarnya.

baca juga

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya melihat keseluruhan dinamika pasar dan tidak hanya terpaku pada reputasi kawasan. Aktivitas pengembang dan potensi wilayah, menurutnya, menjadi faktor penentu utama.

Dalam tinjauannya, sektor properti industri justru menunjukkan performa yang relatif stabil, terutama karena dorongan dari sektor logistik dan e-commerce yang terus tumbuh.

“Kalau dibandingkan dengan residensial dan komersial, sektor industri justru yang pertumbuhannya masih cukup baik. Permintaan terhadap lahan industri dan kawasan logistik masih cukup tinggi, terutama didorong pertumbuhan e-commerce dan kebutuhan akan pusat distribusi,” jelas Anton.

Ia menegaskan bahwa pendekatan lama dalam berinvestasi properti sudah tidak lagi relevan sepenuhnya. Dengan kondisi pasar yang fluktuatif, menurutnya, investor perlu lebih adaptif dan jeli membaca peta perkembangan kawasan.

“Properti tetap menarik, tapi pendekatannya sekarang harus lebih cermat. Lihat kawasan yang aktif, pengembang yang agresif, dan sektor yang punya prospek jangka panjang,” pungkasnya.

Wakil Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI), Bambang Ekajaya sebelumnya, menyebut kawasan pesisir bisa menjadi contoh pengembangan untuk sektor properti di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian pasar.

Bambang Ekajaya mencontohkan salah satu pengembangan kawasan pesisir seperti Pantai Indah Kapuk (PIK) yang berjalan konsisten, bahkan di tengah kondisi pasar yang dinamis.

“PIK adalah salah satu benchmark (tolak ukur/patokan untuk) properti nasional. Meski situasi pasar fluktuatif, pengembangan terus berlanjut hingga PIK 3 dan seterusnya. Ini menunjukkan bahwa jika konsep pengembangannya kuat dan konsisten, pasar tetap merespons positif,” beber Bambang Ekajaya dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Rabu (28/5/2025).

Di tengah laju pembangunan yang terus berjalan, angka backlog perumahan masih cukup tinggi. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, terdapat kekurangan sekitar 15 juta unit rumah—menandakan bahwa kebutuhan dasar masyarakat akan hunian belum terpenuhi secara menyeluruh.

“Potensi pasarnya besar sekali. Tapi harus kita akui, lebih dari 70 persen kebutuhan properti saat ini datang dari segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan menengah bawah (MBT),” jelas Bambang Ekajaya.

Sayangnya, menurut Bambang, kemampuan negara dalam memenuhi kebutuhan kelompok tersebut belum ideal.

Pada 2025, pemerintah menargetkan pembangunan 420 ribu unit rumah bersubsidi. Angka itu masih jauh dari kebutuhan riil yang diperkirakan mencapai 3 juta unit per tahun.

“Gap (jarak) ini harus dijembatani dengan kebijakan yang lebih agresif dan dukungan dari semua pihak, termasuk sektor swasta. Tanpa itu, backlog akan semakin sulit dikejar,” ungkap Bambang Ekajaya.

Bird Sanctuary PIK2: Oase Hijau di Tengah Pesatnya Pembangunan Pesisir Jakarta (Dok. PIK2)
ILUSTRASI---Bird Sanctuary PIK2: Oase Hijau di Tengah Pesatnya Pembangunan Pesisir Jakarta (Dok. PIK2)

Di sisi lain, lanjutnya, kondisi pasar juga membuka peluang bagi kalangan tertentu, khususnya investor dengan ketersediaan dana tunai.

Lebih lanjut, Bambang Ekajaya juga menambahkan, saat ini banyak lahan dan properti komersial yang ditawarkan di bawah harga pasar.

“Bagi yang punya dana cash (tunai), ini waktu yang sangat bagus untuk beli properti. Banyak aset bagus sedang ditawarkan dengan harga menarik. Tinggal pilih yang prospektif dan sesuai kebutuhan,” beber Bambang Ekajaya.

Mengenai jenis hunian, preferensi pasar masih cenderung mengarah ke rumah tapak. Sementara itu, hunian vertikal seperti apartemen dan kondominium belum menunjukkan pemulihan yang signifikan, terutama di kelas menengah ke bawah.

“Pasar masih lebih menyukai rumah tapak. Hunian vertikal belum sepenuhnya pulih, terutama di segmen menengah bawah. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pengembang dan pemerintah untuk mengubah persepsi dan menciptakan ekosistem vertikal yang nyaman,” papar Bambang Ekajaya. 

Lebih lanjut, Bambang Ekajaya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan properti nasional.

“Sektor ini tidak hanya memberikan multiplier effect yang besar, tapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat: tempat tinggal. Maka, kita harus menjaganya tetap tumbuh sehat dan berkelanjutan,” pungkas Bambang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tuding LSM Antek Asing Pengadu Domba, Koalisi Sipil Balas Prabowo: Sinyal Rezim Otoriter Antikritik!

Tuding LSM Antek Asing Pengadu Domba, Koalisi Sipil Balas Prabowo: Sinyal Rezim Otoriter Antikritik!

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 11:44 WIB

Blak-blakan Dukung Forum Purnawirawan TNI Lengserkan Gibran, Rocky Gerung: Sangat Masuk Akal!

Blak-blakan Dukung Forum Purnawirawan TNI Lengserkan Gibran, Rocky Gerung: Sangat Masuk Akal!

News | Kamis, 05 Juni 2025 | 11:26 WIB

Prabowo Tuduh LSM Antek Asing, Hasan Nasbi Ungkit Kelompok Perongrong: Adu Domba Kita

Prabowo Tuduh LSM Antek Asing, Hasan Nasbi Ungkit Kelompok Perongrong: Adu Domba Kita

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 16:26 WIB

Diri di Belakang Megawati, Rocky Gerung Sebut Gibran Canggung: Wapres Kehilangan Marwah karena...

Diri di Belakang Megawati, Rocky Gerung Sebut Gibran Canggung: Wapres Kehilangan Marwah karena...

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 12:33 WIB

Terkini

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi

Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Gibran Makin Rajin Muncul di Krisis MBG, Respons Pemerintah atau Bangun Citra Politik?

Gibran Makin Rajin Muncul di Krisis MBG, Respons Pemerintah atau Bangun Citra Politik?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Pembesaran Prostat Tanpa Khawatir Fungsi Seksual Terganggu, Kenali Terapi Rezum

Pembesaran Prostat Tanpa Khawatir Fungsi Seksual Terganggu, Kenali Terapi Rezum

Health | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Rayakan Hari Batik Nasional 2026, Shopee Bagikan Fun Fact Menarik Soal Batik

Rayakan Hari Batik Nasional 2026, Shopee Bagikan Fun Fact Menarik Soal Batik

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:13 WIB

Dinilai Paling Paham 'Jeroan' Ibu Kota, DPRD DKI Minta Kapolri Baru Perkuat Keamanan Jakarta

Dinilai Paling Paham 'Jeroan' Ibu Kota, DPRD DKI Minta Kapolri Baru Perkuat Keamanan Jakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:09 WIB

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:00 WIB

×