Pramono Dicari-cari Prabowo Bahas Giant Sea Wall, Ternyata

Chandra Iswinarno | Novian Ardiansyah | Suara.com

Sabtu, 14 Juni 2025 | 13:56 WIB
Pramono Dicari-cari Prabowo Bahas Giant Sea Wall, Ternyata
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bakal membangun Giant Sea Wall di Kawasan Pantai Utara Jawa. [Suara.com]

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mencari-cari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat sedang menyampaikan pidato di acara International Conference on Infrastructure di JCC Senayan, Jakarta, sore ini.

Presiden Prabowo mencari Pramono saat berpidato menyampaikan pentingnya megaproyek Giant Sea Wall atau tanggul laut pantai Utara Jawa. 

Kepala negara menekankan Jakarta menjadi salah satu wilayah prioeitas selain Semarang, Pekalongan, dan Brebes.

Awalnya, Prabowo menyampaikan perkiraan anggaran untuk pembangunan giant sea wall sebesar 80 miliar dollar. Khusus untuk Teluk Jakarta, diperkirakan menghabiskan biaya 8-10 miliar dollar.

"Kalau 8-10 miliar dollar saya kira kita sendiri mampu. Di sini Gubernur DKI hadir tidak? nggak hadir?" tanya Prabowo mencari keberadaan Pramono di lokasi acara, Kamis 12 Juni 2025.

"Waduh ini coba diselidiki kenapa tidak hadir, pakai kacamata supaya," sambung Prabowo berkelakar.

Prabowo menjelaskan bahwa sebelumnya sudah bertemu dengan Pramono maupun mengirimkan utusan untuk membahas kesiapan Jakarta dalam pembangunan tanggul laut di Teluk Jakarta.

"Tapi saya sudah ketemu, saya sudah ketemu beberapa hari lalu dan saya sudah kirim utusan, tanya gubernur DKI dukung proyek ini atau tidak? Saya dapat jawaban 'dukung', alhamdulillah karena APBD DKI sangat besar," kata Prabowo.

Rencananya pemerintah pusat akan bekerja sama dengan Pemprov Jakarta perihal pembiayaan untuk megaproyek tersebut.

"Jadi saya bilang DKI harus urunan, pemerintah pusat urunan. Jadi kalau 8 miliar dollar katakanlah 8 tahun berarti 1 miloar dollar satu tahun," kata Prabowo.

Prabowo kemudian berkelakar ke Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang menurutnya tegang karena ia tengah membahas perihal anggaran.

"Menteri keuangan sudah kelihatan tegang, melihatnya. Tenang Bu, DKI nyumbang. Jadi DKi setengah, pemerintah pusat setengah, karena ini untuk DKI sebenarnya ya. Jadi tanggul Utara DKI kemudian nanti selanjutnya di depan Semarang," kata Prabowo.

Jakarta, Semarang Prioritas

Sebelumnya, Prabowo mengatakan wilayah Jakarta dan Semarang menjadi prioritas dalam pembangunan tanggul laut pantai Utara Jawa.

Prabowo menyadari air laut di wilayah-wilayah tersebut sudah sampai mengancam kehidupan masyarakat sekitar.

Giant Sea Wall Jakarta (Antara/Galih Pradipta)
Giant Sea Wall Jakarta (Antara/Galih Pradipta)

"Prioritas kita adalah DKI, Semarang. Semaramg, Pekalongan, Brebes, itu air sudah mengancam kehidupan rakyat kita. Harus segera dan ini suatu yang harus kita laksanakan," kata Prabowo.

"Dan kita terbuka perusahaan-perusahaan dari Tiongkok, Jepang, Korea, Eropa, Timur Tengah yang mau ikut silakan, tapi kita tidak tunggu, kita akan gunakan kekuatan kita sendiri," sambung Prabowo.

Proyek Segera Jalan

Presiden Prabowo menekankan pentingnya proyek pembangunan Giant Sea Wall di pantai Utara Jawa.

Menurut kepala negara proyek tersebut sangat strategis dan sangat vital bagi Indonesia.

Penegasan itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya di acara International Conference on Infrastructure, JCC Senayan, Jakarta. 

Prabowo berujar giant sea wall meupakan salah satu megaproyek yang harus dilaksanakan.

"Tanggul laut pantai Utara Jawa. Proyek ini sangat vital, proyek ini berada dalam perencanaan Bappenas sejak '95. Bayangkan, sejak '95, 30 years ago kalau tidak salah ya 30 tahun lalu," kata Prabowo.

Prabowo menekankan agar Indonesia tidak perlu berkecil hati lantaran proyek giant sea wall segera dilakukan.

Prabowo menyatakan mulai sekarang tidak akan ada lagi penundaan pengerjaan tanggul laut dengan panjang sekitar 500 km yang membentang dari Banten sampai ke Gresik, Jawa Timur

"Sekarang tidak ada lagi penundaan sudah tidak perlu lagi banyak bicara, kita akan kerjakan itu segera saudara-saudara sekalian," kata Prabowo.

Lama Pengerjaan

Prabowo membeberkan perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk membangun tanggul laut sepanjang 500 kilometer di pantai Utara Jawa. Total, megaproyek tersebut membutuhkan alokasi anggaran mencalai 80 miliar dollar.

Sementara waktu pengerjaan, untuk Teluk Jakarta saja diperkirakan membutuhkan waktu 8 tahun hingga 10 tahun.

Sedangkan waktu pengerjaan hingga selesai sampai ke Jawa Timur, diperkirakan membutuhkan 15 tahun hingga 20 tahun.

"Tidak ada masalah. Ada pepatah kuno 'perjalanan 1000 kilometer dimulai oleh satu langkah', kita akan segera mulai itu," kata Prabowo

Bentuk Otorita

Kekinian, Prabowo telah menginstruksikan tim dari pemerintah untuk melakukan keliling atau roadshow dalam waktu dekat. 

Prabowo berujar ia akan membentuk badan otorita untuk pengerjaan megaproyek di pantai Utara Jawa.

Ia menyebutnya badan otorita tanggul laut di Pantai Utara Jawa.

"Orang Indonesia seneng dengan singkatan-singkatan, jadi kita lagi cari singkatan yang enak itu, badan otorita BO, tanggul laut Pantura Jawa TLPJ, jadi BO TLPJ," kata Prabowo.

"Kalau disingkat gimana tuh? Iftitah gimana kalau singkatannya tuh, BO apa?" tanya Prabowo kepada salah satu menteri.

Prabowo memastikan pemerintahan yang ia pimpin akan memulai pembangunan megaproyek Giant Sea Wall.

"Ini vital dan ini sesuatu megaproject. Saya akan mulai, saya tidak tahu presiden mana yang akan menyelesaikan tapi kita harus mulai dan kita akan mulai," kata Prabowo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Tegaskan Giant Sea Wall Bakal Dimulai, Jakarta dan Semarang Jadi Prioritas

Prabowo Tegaskan Giant Sea Wall Bakal Dimulai, Jakarta dan Semarang Jadi Prioritas

News | Kamis, 12 Juni 2025 | 20:00 WIB

Pramono Bangun Tanggul Pantai di Angke, Dukung Program Giant Sea Wall

Pramono Bangun Tanggul Pantai di Angke, Dukung Program Giant Sea Wall

News | Kamis, 12 Juni 2025 | 19:41 WIB

Prabowo Pede Bangun Giant Sea Wall, AHY: Jangan Tergesa-gesa, karena...

Prabowo Pede Bangun Giant Sea Wall, AHY: Jangan Tergesa-gesa, karena...

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 08:00 WIB

Terkini

Stasiun Gambir Padat Jelang Lebaran, Pendapatan Porter Tembus Rp 400 Ribu per Hari

Stasiun Gambir Padat Jelang Lebaran, Pendapatan Porter Tembus Rp 400 Ribu per Hari

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:47 WIB

Pembunuhan Ali Larijani Tak Goyakan Iran, Menlu Abbas Araghchi: Mati Satu Tumbuh Seribu

Pembunuhan Ali Larijani Tak Goyakan Iran, Menlu Abbas Araghchi: Mati Satu Tumbuh Seribu

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:46 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Kini Ditahan di Pomdam Jaya

4 Prajurit TNI Jadi Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Kini Ditahan di Pomdam Jaya

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:41 WIB

Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!

Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:35 WIB

Jelang Lebaran, KPK Beri Peringatan: Tradisi Saling memberi Tak Boleh Jadi Gratifikasi

Jelang Lebaran, KPK Beri Peringatan: Tradisi Saling memberi Tak Boleh Jadi Gratifikasi

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:31 WIB

Peneliti Ungkap Cara Sederhana Tekan Dampak Iklim Penerbangan, Bagaimana Solusinya?

Peneliti Ungkap Cara Sederhana Tekan Dampak Iklim Penerbangan, Bagaimana Solusinya?

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:30 WIB

AS Klaim Hantam Situs Rudal Bawah Tanah Iran Dekat Selat Hormuz dengan Bom 2.268 Kg

AS Klaim Hantam Situs Rudal Bawah Tanah Iran Dekat Selat Hormuz dengan Bom 2.268 Kg

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:27 WIB

Cerita Perempuan Mudik Sendiri di Tengah Padatnya Terminal Pulo Gebang, Aman atau Rawan?

Cerita Perempuan Mudik Sendiri di Tengah Padatnya Terminal Pulo Gebang, Aman atau Rawan?

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:15 WIB

Perang Iran vs AS-Israel Picu Krisis Energi, PBB: Saatnya Beralih ke Energi Terbarukan

Perang Iran vs AS-Israel Picu Krisis Energi, PBB: Saatnya Beralih ke Energi Terbarukan

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Motif Masih Didalami

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:14 WIB