Target Nol Emisi 2050: Indonesia Belajar dari Kanada untuk Masa Depan Berkelanjutan

M. Reza Sulaiman

Kamis, 19 Juni 2025 | 20:55 WIB
Target Nol Emisi 2050: Indonesia Belajar dari Kanada untuk Masa Depan Berkelanjutan
Ilustrasi bendera Kanada. (Pexels.com/Daniel Joseph Petty)

Suara.com - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan Kanada dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, saat menghadiri peringatan Hari Nasional Kanada ke-158, di Jakarta.

Dalam sambutannya, Pratikno menekankan bahwa kerja sama bilateral Indonesia dan Kanada harus difokuskan pada isu-isu strategis seperti ketahanan lingkungan, keadilan sosial, dan pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, ketiga hal tersebut merupakan fondasi penting dalam menjawab tantangan global saat ini.

“Masa depan memanggil kita. Aksi iklim butuh keberanian dan keadilan sosial perlu keteguhan. Pertumbuhan ekonomi menuntut kemitraan. Oleh karena itu, Kanada dan Indonesia menjawab panggilan itu bersama-sama,” ujar Pratikno, melansir ANTARA.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap peran diaspora Indonesia di Kanada yang menjadi penghubung budaya antarbangsa, serta mengapresiasi komitmen Kanada dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan multikulturalisme.

Kanada sebagai Mitra Strategis dalam Perubahan Iklim

Sebagai negara anggota G7, Kanada telah menunjukkan komitmen tinggi dalam penanganan krisis iklim. Salah satu tonggak penting adalah disahkannya Net-Zero Emissions Accountability Act pada 2021. Undang-undang ini menetapkan target emisi nol bersih pada 2050, dengan target jangka menengah berupa penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 40–45% dari level tahun 2005 pada 2030.

Kanada juga menerapkan sistem harga karbon nasional melalui skema federal carbon pollution pricing. Pajak karbon dikenakan pada bahan bakar fosil, dengan sebagian besar pendapatan dikembalikan ke rumah tangga sebagai insentif untuk transisi energi bersih.

Di sektor energi, Kanada terus mendorong penggunaan energi terbarukan, terutama tenaga air, dan berinvestasi dalam inovasi hijau seperti penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) serta teknologi hidrogen. Program seperti Canada Growth Fund menjadi motor penggerak untuk menarik investasi sektor swasta dalam proyek ramah lingkungan.

Dalam hal konservasi, Kanada menargetkan perlindungan 30% wilayah daratan dan perairan pada tahun 2030. Upaya ini menjadikan Kanada sebagai salah satu pemimpin global dalam pelestarian keanekaragaman hayati.

baca juga

Peluang Kolaborasi dan Pertukaran Praktik Terbaik

Menko PMK menilai bahwa keberhasilan Kanada dalam merancang kerangka hukum dan kebijakan iklim yang ambisius dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam memperkuat agenda transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.

“Indonesia menyampaikan salam hormat bagi Kanada. Kita berbagi mimpi yang sama, yakni persatuan dalam keberagaman. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika bertemu dengan semboyan From Sea to Sea, jadi dua bangsa, satu visi,” tuturnya.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun kemitraan berbasis kesetaraan dan solidaritas antarbangsa untuk memperkuat daya tahan komunitas rentan, memperjuangkan hak asasi manusia, serta melestarikan budaya dan lingkungan hidup secara bersamaan.

Kemitraan Jangka Panjang

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kanada telah terjalin sejak 1952. Tahun ini, kedua negara tengah mengupayakan finalisasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang diharapkan dapat menjadi landasan baru dalam memperluas kerja sama ekonomi hijau dan pembangunan inklusif.

Kolaborasi kedua negara juga telah mencakup dukungan Kanada terhadap berbagai program lingkungan hidup di Indonesia, seperti rehabilitasi mangrove, penguatan ekonomi sirkular, dan peningkatan kapasitas komunitas lokal dalam mitigasi perubahan iklim.

Meski menghadapi tantangan yang berbeda, Indonesia dan Kanada memiliki visi yang serupa dalam mewujudkan masa depan yang adil secara sosial dan berkelanjutan secara lingkungan. Kedua negara diharapkan dapat terus bertukar pengalaman dan mendorong aksi kolektif, tidak hanya di tataran kebijakan, tetapi juga dalam implementasi nyata di lapangan.

Sebagaimana disampaikan Pratikno, “Kanada percaya pada kekuatan rakyat. Begitu juga Indonesia. Bersama, kita memberdayakan komunitas, melestarikan budaya, melindungi yang rentan, dan memperjuangkan hak asasi manusia.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Catatkan Rekor, Inilah Kampus Paling Berkelanjutan di Dunia Selama 4 Tahun Berturut-Turut

Catatkan Rekor, Inilah Kampus Paling Berkelanjutan di Dunia Selama 4 Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 19 Juni 2025 | 17:28 WIB

Perubahan Iklim Picu Kekerasan pada Anak: Ancaman Tak Terlihat yang Mesti Diwaspadai

Perubahan Iklim Picu Kekerasan pada Anak: Ancaman Tak Terlihat yang Mesti Diwaspadai

Lifestyle | Kamis, 19 Juni 2025 | 16:29 WIB

Menghidupkan Kembali Tanaman Apotek Hidup: Menanam Obat, Menjaga Lingkungan

Menghidupkan Kembali Tanaman Apotek Hidup: Menanam Obat, Menjaga Lingkungan

Lifestyle | Kamis, 19 Juni 2025 | 11:20 WIB

Terkini

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:33 WIB

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:28 WIB

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:24 WIB

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:59 WIB

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:53 WIB

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:45 WIB

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

×