Perubahan Iklim Bikin Kutu Semakin Ganas dan Berbahaya, Bagaimana Cara Terbaik Melindungi Diri?

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Rabu, 18 Juni 2025 | 16:37 WIB
Perubahan Iklim Bikin Kutu Semakin Ganas dan Berbahaya, Bagaimana Cara Terbaik Melindungi Diri?
Ilustrasi kutu penyebab penyakit. (Photo by Erik Karits/Pexels)

Suara.com - Fenomena mencemaskan sedang berlangsung di berbagai wilayah Amerika Utara, populasi kutu dari berbagai spesies meningkat drastis dan menyebar ke wilayah-wilayah baru. Para ahli menyebut perubahan iklim sebagai pemicu utama, dan ini memicu kekhawatiran akan risiko kesehatan masyarakat yang semakin besar.

Shannon LaDeau, pakar kesehatan ekologi dari Cary Institute of Ecosystem Studies, menceritakan pengalaman tak biasa di kantornya di Hudson Valley, New York.

"Akhir-akhir ini kutu merayap naik ke gedung dan mencoba masuk melalui pintu. Ini cukup mengkhawatirkan," ujarnya, melansir NY Times, Rabu (18/6/2025).

Kutu tidak hanya semakin banyak, tetapi juga semakin agresif menyusup ke ruang hidup manusia. Situasi ini membuat para peneliti di berbagai lembaga kesehatan dan lingkungan memperingatkan perlunya langkah perlindungan serius.

Kutu Menyebar ke Daerah Baru

Jenis-jenis kutu yang sebelumnya terbatas di wilayah selatan Amerika kini mulai bermunculan jauh ke utara, bahkan sampai ke Kanada. Kutu rusa, yang dapat menyebarkan penyakit Lyme, telah meluas ke wilayah baru. Kutu longhorned, spesies impor dari Asia Timur, kini ditemukan di Pantai Timur dan mulai bergerak ke barat. Bahkan kutu Gulf Coast, yang biasanya hanya muncul di daerah tropis, kini ditemukan di negara bagian seperti Connecticut dan Indiana.

Yang paling menjadi perhatian adalah kutu lone star, yang diketahui dapat memicu alergi terhadap daging merah pada manusia. Awalnya hanya ditemukan di wilayah selatan AS, kini kutu ini ditemukan hingga sejauh Kanada.

“Jumlah kutu dan jenisnya semakin banyak dari sebelumnya, dan saya tidak melihat tren ini akan berhenti,” kata Marc Lame, entomolog dan profesor dari Indiana University.

Perubahan Iklim Jadi Pemicu Utama

Para peneliti sepakat bahwa perubahan iklim memainkan peran besar dalam ledakan populasi kutu ini. Musim dingin yang dulu keras kini jadi lebih hangat, membuat lebih banyak kutu bisa bertahan hidup. Kenaikan suhu juga membuat musim aktif kutu jadi lebih panjang: mereka kini mulai muncul lebih awal di musim semi dan tetap aktif hingga akhir musim gugur.

“Sudah ada konsensus ilmiah yang jelas bahwa perubahan iklim berperan dalam fenomena ini,” ujar Michael Dietze dari Boston University.

Bukan hanya iklim yang berubah—populasi rusa dan tikus sebagai inang kutu juga meningkat, memperbesar potensi penyebaran. Catherine Bouchard dari Public Health Agency of Canada mencatat bahwa kutu rusa kini menyebar lebih dari 20 mil per tahun ke arah utara.

Lebih jauh lagi, kutu longhorned betina bahkan mampu bereproduksi tanpa kawin (partenogenesis) dan bertelur hingga 2.000 butir. Ini membuat satu ekor kutu saja bisa memulai koloni besar di lingkungan baru.

Risiko Kesehatan Semakin Tinggi

Dengan peningkatan populasi kutu, risiko penularan penyakit pun ikut naik. Penyakit Lyme, anaplasmosis, babesiosis, ehrlichiosis, hingga demam berbintik Rocky Mountain adalah beberapa contoh penyakit yang bisa ditularkan kutu. Semuanya bisa diobati jika cepat terdeteksi, tapi sebagian bisa berakibat fatal jika diabaikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Pabrik Kertas Jerman: Perubahan Iklim Jadi Biang Kerok, Energi Hijau Jadi Penyelamat?

Krisis Pabrik Kertas Jerman: Perubahan Iklim Jadi Biang Kerok, Energi Hijau Jadi Penyelamat?

Video | Selasa, 17 Juni 2025 | 17:01 WIB

Gelombang Panas di Arktik Pecahkan Rekor, Naik 3 Derajat Celsius Akibat Perubahan Iklim

Gelombang Panas di Arktik Pecahkan Rekor, Naik 3 Derajat Celsius Akibat Perubahan Iklim

News | Senin, 16 Juni 2025 | 16:46 WIB

Akar Lokal untuk Krisis Global: Bisa Apa Desa terhadap Perubahan Iklim?

Akar Lokal untuk Krisis Global: Bisa Apa Desa terhadap Perubahan Iklim?

Your Say | Rabu, 11 Juni 2025 | 20:01 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB