Lebih Canggih dari Iron Dome Israel, Turki Tawari RI Sistem Pertahanan Bikin Rudal Tak Berkutik

Bangun Santoso

Senin, 23 Juni 2025 | 12:05 WIB
Lebih Canggih dari Iron Dome Israel, Turki Tawari RI Sistem Pertahanan Bikin Rudal Tak Berkutik
Ilustrasi Iron Dome - Apa Itu Iron Dome (Unsplash)

Suara.com - Konflik bersenjata di Timur Tengah semakin memanas sejak beberapa tahun lalu setelah Israel makin bersikap agresif terhadap bangsa Palestina di Gaza dan kemudian di Tepi Barat dan merembet ke Lebanon di utara wilayahnya.

Tiap kali ada serangan udara terhadap Israel, hampir selalu cerita tentang Iron Dome dibahas secara mendetil. Sistem perlindungan serangan udara buatan Rafael Advanced Defence Systems ini memang terkenal dan sampai titik tertentu sangat efektif mematahkan serangan misil dari pihak-pihak yang memusuhi negara itu.

Sistem ini dirancang untuk menghalau dan menghancurkan serangan roket jarak pendek dan roket artileri yang ditembakkan dari rentang jarak empat kilometer (2,5 mil laut) hingga 70 kilometer (43 mil laut) yang dinilai membahayakan wilayah penduduk.

Israel berencana untuk menambah kemampuan halau Kubah Besi, dari kemampuan maksimum 70 kilometer (43 mil laut) hingga 250 kilometer (160 mil laut) dan membuatnya lebih fleksibel sehingga dapat mencegah datangnya dua roket dari arah berlainan.

Namun apa daya, serangan peluru kendali bertubi-tubi dari Iran beberapa waktu lalu menghancurkan reputasi Iron Dome yang sangat kewalahan menghancurkan rudal Fattah-1, Fattah-2, Kheibar Sekkan, Khomramshar, dan Rahbar. Misil-misil Iran ini meluncur pada kecepatan hipersonik dalam jumlah ratusan dan dalam waktu yang singkat.

Jika serangan itu dilancarkan dalam interval waktu “yang umum” dan dalam jumlah tidak semasif ini, Iron Dome jelas mumpuni. Pemberitaan di mana-mana membuktikan hal sebaliknya, bahkan Haifa, kota di pesisir Israel yang selama ini seolah luput dari bidikan misil lawan, juga menjadi sasaran utama.

Kelemahan Iron Dome, yang dikembankan sejak era Perang Dingin itu, dicoba dientaskan melalui sistem pertahanan udara Steel Dome dari ASELSAN Turki. Meski sama-sama berarti “besi” namun Steel Dome diklaim bersifat lebih andal dan trengginas dibandingkan Iron Dome yang sangat mahal dari sisi biaya pengadaan, operasional, dan pemeliharaannya.

Sistem pertahanan antiserangan udara menyeluruh Steel Dome dihadirkan ASELSAN di gerainya di paviliun negara Turki di Hall B Indo Defence 2024 yang diikuti 55 negara dari lima benua.

Dalam wawancara khusus dengan CEO ASELSAN Ahmet Akyol di sela Indo Defence 2024, Steel Dome juga mendapat tempat khusus sebagai solusi pertahanan udara yang ditawarkan kepada Indonesia. Ia menyebut bahwa solusi pertahanan udara terintegrasi dan berlapis adalah flagship solusi Aselsan untuk Indonesia.

baca juga

“Yang dimaksud adalah Steel Dome. Ini merupakan solusi utama kami dalam pameran pertahanan ini, dan pertama kalinya ditawarkan ke Indonesia,” kata Ahmet Akyol sebagaimana dilansir Antara, Senin (23/6/2025).

Menurut dia, pemimpin puncak Indonesia telah mendapat penjelasan yang menyeluruh tentang Steel Dome. Ia juga mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin tertarik pada sistem pertahanan udara terintegrasi yang juga menyematkan teknologi kecerdasan buatan sebagai unit pengolah informasi mutakhir.

Dimaknai sebagai “payung keamanan negara di udara”, Steel Dome menyediakan perlindungan bertahap dan terintegrasi terhadap ancaman pada ketinggian rendah, menengah, dan tinggi.

Salah satu subsistem pertahananan yang diintegrasikan dalam Steel Dome ini adalah senapan mesin antiserangan pesawat tempur Korkut, yang bertanggung jawab atas serangan udara jarak rendah. Korkut dipergunakan Angkatan Bersenjata Turki untuk keperluan pertahanan bergerak, reaksi cepat, dan efektif menghadapi lawan.

Selain Korkut yang ditugasi menghancurkan serangan udara ketinggian rendah. –semisal UAV kamikaze yang memasuki fase pendekatan akhir ke sasaran— ada lagi Hisar A+ dan Hisar-0+ yang bekerja terhadap serangan pada ketinggian rendah dan menengah. Sasaran yang dihancurkan subsistem pertahanan udara buatan ASELSAN dan Roketsan ini adalah pesawat udara, rudal jelajah, UAV, dan helikopter.

Pada sisi lain, TNI AU juga mengoperasikan sistem kesenjataan pertahanan titik serupa, yaitu Oerlikon, yang beroperasi dengan prinsip dan waktu respons yang serupa juga.

Masih ada Sage, sistem pertahanan udara Siper yang dikembangkan hasil kolaborasi ASELSAN, Roketsan, dan Institusi Penelitian Teknologi dan Ilmiah Turki (TUBITAK) yang efektif mengatasi serangan ketinggian tinggi dan jarak jauh untuk melindungi obyek penting, strategis, dan vital.

Siper Block 1 telah memasuki dinas aktif di Angkatan Bersenjata Turki dan saat ini sedang dikembangkan Siper Block 2 yang disebut-sebut pasti lebih canggih dan andal.

Industri pertahanan Turki telah memperluas kemampuan pertempuran udara-ke-udara negaranya dengan sistem Sungur yang diluncurkan di bahu Roketsan untuk melindungi unit militer di ketinggian rendah dan rudal Goktug TUBITAK yang dapat diluncurkan dari platform pesawat terbang.

Sistem presisi tinggi berbasis laser Aselsan dan Roketsan, Gökberk dan Alka adalah produk generasi berikutnya dalam industri pertahanan Turki dan dirancang dengan mempertimbangkan arsitektur terintegrasi.

Sistem pertahanan udara hibrida Gurz dari Aselsan mengintegrasikan teknologi rudal, senjata, dan laser, sementara sistem lain seperti Göker, Gökdeniz, Göksur, dan Levent milik Roketsan menawarkan solusi khusus berdasarkan prinsip desain terintegrasi serupa.

Industri pertahanan Turki juga terus mengembangkan teknologi nasional untuk menetralisir ancaman dari sumbernya sedangkan rangkaian amunisi MAM milik Roketsan, sistem anti-tank OMTAS, UMTAS, dan Karaok. Semua itu masih didukung roket berpemandu TRLG-122/230, IHA-122/230, dan K+, serta sistem rudal strategis Tayfun, Akya, Cakir, Atmaca, dan SOM menambah efektivitas operasional Turki di medan perang.

Secara terpisah sebelumnya Presiden Badan Industri Pertahanan Turki Haluk Gorgün mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa komponen pertahanan negara harus berfungsi secara terkoordinasi. “Pemahaman kami tentang keamanan tidak terbatas pada pencegahan, namun didasarkan pada keunggulan dalam pengaruh,” katanya.

“Steel Dome adalah jantung dari arsitektur pertahanan udara berlapis: sebuah sistem sistem di mana semua elemen mulai dari sensor hingga rudal pertahanan udara dan sistem peluncuran lainnya bersatu dalam sebuah jaringan, menghasilkan respons real-time dan terintegrasi sebagai payung keamanan mutlak,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arie Untung Rekam Gharqad, Tumbuhan yang Disebut Nabi Muhammad Tempat Sembunyi Orang Yahudi

Arie Untung Rekam Gharqad, Tumbuhan yang Disebut Nabi Muhammad Tempat Sembunyi Orang Yahudi

Entertainment | Jum'at, 20 Juni 2025 | 14:47 WIB

Intip 'Irone Dome' Indonesia, Siapkah Bila Terjadi Perang Rudal seperti Iran Vs Israel?

Intip 'Irone Dome' Indonesia, Siapkah Bila Terjadi Perang Rudal seperti Iran Vs Israel?

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 19:29 WIB

Sistem Pertahanan THAAD Gagal Hadang Rudal Houthi, Teknologi AS Kena Sorot

Sistem Pertahanan THAAD Gagal Hadang Rudal Houthi, Teknologi AS Kena Sorot

News | Sabtu, 10 Mei 2025 | 12:32 WIB

Sejarah Terukir: Prabowo Beri Pidato di Depan Parlemen Turki, Apa yang Dibahas?

Sejarah Terukir: Prabowo Beri Pidato di Depan Parlemen Turki, Apa yang Dibahas?

Video | Jum'at, 11 April 2025 | 10:57 WIB

Erdogan Sambut Langsung Prabowo saat Kunjungan ke Turki

Erdogan Sambut Langsung Prabowo saat Kunjungan ke Turki

Foto | Kamis, 10 April 2025 | 21:50 WIB

CEK FAKTA: Tidak Ada Demo Besar di Turki Usai Penahanan Wali Kota Istanbul

CEK FAKTA: Tidak Ada Demo Besar di Turki Usai Penahanan Wali Kota Istanbul

News | Selasa, 08 April 2025 | 23:52 WIB

Israel Ancam Suriah: Campur Tangan Turki Jadi Alasan Utama?

Israel Ancam Suriah: Campur Tangan Turki Jadi Alasan Utama?

News | Jum'at, 04 April 2025 | 18:35 WIB

Terkini

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut

Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:54 WIB

Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG

Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:34 WIB

Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4

Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:30 WIB

Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online

Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:28 WIB

×