Dukung Transisi Energi Bersih, ZONAEBT Resmi Rilis Sertifikat REC ke Publik

Bimo Aria Fundrika

Senin, 23 Juni 2025 | 14:48 WIB
Dukung Transisi Energi Bersih, ZONAEBT Resmi Rilis Sertifikat REC ke Publik
Energi Terbarukan. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Upaya Indonesia menuju transisi energi bersih masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan akses publik terhadap mekanisme pendukung energi terbarukan yang sah dan terverifikasi. Selama ini, kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon cenderung terbatas pada kalangan tertentu yang memiliki kapasitas teknis dan finansial untuk membangun atau mengakses pembangkit energi terbarukan.

Di sisi lain, masyarakat umum dan pelaku usaha kecil yang ingin ikut terlibat kerap terkendala pada kurangnya instrumen partisipatif yang transparan dan mudah diakses. Padahal, keterlibatan publik dalam skala luas sangat penting untuk mempercepat dekarbonisasi dan memperluas jangkauan energi terbarukan di Indonesia.

Menjawab tantangan tersebut, ZONAEBT secara resmi meluncurkan Sertifikat Energi Terbarukan (Renewable Energy Certificate/REC). Produk ini hadir sebagai inovasi inklusif yang memungkinkan siapa pun, baik individu maupun korporasi,untuk berkontribusi langsung dalam mendukung pemanfaatan energi bersih, tanpa harus membangun pembangkit listrik sendiri.

Sertifikat Energi Terbarukan. (Dok. Istimewa)
Sertifikat Energi Terbarukan. (Dok. Istimewa)

“Peluncuran REC ini adalah langkah strategis dalam membangun ekosistem energi terbarukan yang inklusif. Kami ingin memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat dan dunia usaha untuk berpartisipasi dalam transformasi energi Indonesia,” ujar I Kadek Alamsta Suarjuniarta, CEO ZONAEBT.

Setiap satu REC mewakili produksi 1 Megawatt-jam (MWh) dari sumber energi terbarukan seperti matahari, angin, atau air. Sertifikat ini memungkinkan pengguna untuk melacak asal energi dan memastikan keabsahan transaksinya melalui sistem digital.

Untuk menjamin keandalan dan legalitas produk, ZONAEBT menggandeng Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) dan telah memperoleh izin dari BAPPEBTI, Kementerian Perdagangan RI. Seluruh proses dilakukan secara daring, mulai dari pembelian hingga pelaporan, yang memudahkan akses sekaligus menjaga transparansi.

Bagi perusahaan, kepemilikan REC juga dapat digunakan sebagai bukti pemenuhan tanggung jawab lingkungan dalam pelaporan ESG (Environmental, Social, and Governance), serta mendukung standar keberlanjutan yang kini semakin dibutuhkan secara global. Sementara itu, bagi masyarakat umum, REC membuka ruang untuk berkontribusi pada aksi iklim secara terukur dan terjangkau.

ZONAEBT juga tengah mengembangkan fitur lanjutan, seperti analisis dampak lingkungan dan integrasi dengan sistem pelaporan karbon nasional, guna memperkuat dampak kolektif dari setiap langkah kecil yang diambil.

Masyarakat kini dapat mengakses dan membeli REC melalui situs resmi: zonaebt.com. Setiap pembelian adalah bagian dari langkah bersama menuju masa depan energi Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.

baca juga

Tantangan Transisi Energi di Indonesia

Sebagai informasi, Indonesia menargetkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) hingga 43,2% pada 2030. Untuk mencapainya, transisi menuju energi baru terbarukan (EBT) menjadi keharusan. Namun, perjalanannya penuh tantangan.

Meskipun pemerintah telah menargetkan 23% bauran energi berasal dari EBT, implementasinya belum optimal. Hambatan utama berada di sektor industri dan daya beli masyarakat yang masih terbatas dalam mengakses energi terbarukan. Biaya infrastruktur, teknologi, dan keterbatasan insentif membuat EBT belum menjadi pilihan utama secara ekonomi.

Potensi energi terbarukan Indonesia sebenarnya sangat besar—matahari, angin, dan geotermal melimpah. Namun, belum adanya ekosistem industri yang kuat serta minimnya dukungan kebijakan lintas sektor menghambat pengembangannya. Tanpa dukungan infrastruktur dan model pembiayaan yang inklusif, penguatan EBT hanya akan berjalan lambat.

Transisi energi bukan sekadar mengganti sumber energi, tapi juga tentang menciptakan ketahanan energi nasional dan kemandirian industri. Untuk itu, diperlukan pendekatan menyeluruh yang melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat sipil.

Dengan pasar domestik yang besar, transisi energi bisa menjadi peluang membangun industri nasional yang berdaya saing dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Tanpa langkah konkret dan kolaboratif, peluang ini bisa terlewat dan target emisi sulit tercapai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dorong Transisi Energi, Enam Lembaga Resmikan Kolaborasi Iklim Strategis

Dorong Transisi Energi, Enam Lembaga Resmikan Kolaborasi Iklim Strategis

News | Jum'at, 20 Juni 2025 | 11:44 WIB

Kantongi Laba Rp 49,5 T, Pertamina Dituntut Genjot Inovasi Demi Transisi Energi

Kantongi Laba Rp 49,5 T, Pertamina Dituntut Genjot Inovasi Demi Transisi Energi

Bisnis | Jum'at, 13 Juni 2025 | 18:00 WIB

Indonesia Targetkan Transisi Energi Bersih pada 2025, Mengapa Penting?

Indonesia Targetkan Transisi Energi Bersih pada 2025, Mengapa Penting?

News | Kamis, 12 Juni 2025 | 14:52 WIB

Terkini

Perbedaan Purging vs Breakout Saat Mencoba Serum Baru dan Cara Mengatasinya

Perbedaan Purging vs Breakout Saat Mencoba Serum Baru dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Jadwal dan Siaran Langsung Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka 2026

Jadwal dan Siaran Langsung Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka 2026

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:02 WIB

Ulasan Ketok Mejik: Aksi Konyol Para Mekanik Mempertahankan Rumah Warisan

Ulasan Ketok Mejik: Aksi Konyol Para Mekanik Mempertahankan Rumah Warisan

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Promo Agustus di Warung Kopi Klotok, BRI Kasih Diskon Besar!

Promo Agustus di Warung Kopi Klotok, BRI Kasih Diskon Besar!

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:57 WIB

Mesin Pertumbuhan Habis, Ekonomi RI Cuma Hanya Bisa Tumbuh 4,7% di 2027

Mesin Pertumbuhan Habis, Ekonomi RI Cuma Hanya Bisa Tumbuh 4,7% di 2027

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:56 WIB

Promo Beli Pertamax Dapat Diskon dan Flash Sale 45 Persen Spesial 17 Agustus 2026

Promo Beli Pertamax Dapat Diskon dan Flash Sale 45 Persen Spesial 17 Agustus 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:51 WIB

Jangan Ketinggalan Promo KFC 17 Agustus 2026, Cek Cara Klaim Voucher di Sini

Jangan Ketinggalan Promo KFC 17 Agustus 2026, Cek Cara Klaim Voucher di Sini

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:38 WIB

Gaya Hidup Keluarga Makin Dinamis, Akses Nutrisi Berkualitas Jadi Kebutuhan

Gaya Hidup Keluarga Makin Dinamis, Akses Nutrisi Berkualitas Jadi Kebutuhan

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:36 WIB

6 Cara Layering Serum yang Benar agar Bahan Aktifnya Bekerja Maksimal

6 Cara Layering Serum yang Benar agar Bahan Aktifnya Bekerja Maksimal

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:32 WIB

Novel Dari Hari ke Hari: Sejarah Besar Diceritakan dari Mata Seorang Bocah

Novel Dari Hari ke Hari: Sejarah Besar Diceritakan dari Mata Seorang Bocah

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:30 WIB

×