Riset: Merek Fesyen Dunia Ketergantungan Bahan Bakar Fosil, Saatnya Berbenah

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 10 Juni 2025 | 12:37 WIB
Riset: Merek Fesyen Dunia Ketergantungan Bahan Bakar Fosil, Saatnya Berbenah
ilustrasi fashion (pexels.com/Kai Pilger)

Suara.com - Dalam dunia yang terus memanas, industri fesyen menghadapi sorotan tajam. Tak satu pun dari 42 merek yang disoroti dalam Fossil-Free Fashion Scorecard 2025 layak mendapat nilai A.

Itu artinya, belum ada yang benar-benar serius keluar dari jeratan bahan bakar fosil—baik untuk energi maupun bahan bakunya.

Laporan yang dirilis oleh kelompok aktivis lingkungan Stand.earth itu menyebut H&M Group sebagai yang “terbaik dari yang belum cukup baik” dengan nilai B+.

Bandingkan dengan tujuh merek lain yang mendapat nilai F, termasuk Shein, raksasa fesyen ultra-cepat yang terus memompa emisi dari penggunaan poliester.

H&M (Pexels/Valeriia)
H&M (Pexels/Valeriia)

Laporan itu mengingatkan, bahan bakar fosil menyusupi setiap aspek industri ini. Dari produksi bahan mentah hingga pengiriman. Dari pabrik ke konsumen. Bahkan menyumbang 4 persen dari total emisi gas rumah kaca global—lebih besar dari industri penerbangan.

Stand.earth menilai lima aspek utama, komitmen dan transparansi iklim, transisi energi terbarukan, advokasi, material dan sirkularitas, serta pengiriman bersih.

H&M mendapat pujian karena menjadi satu-satunya perusahaan dengan target energi terbarukan di tahap awal rantai pasokan (Level 3). Mereka bahkan membantu secara finansial pemasoknya untuk memangkas emisi.

Patagonia, Puma, hingga Levi Strauss juga menunjukkan kemajuan. Merek mewah seperti Kering (induk dari Yves Saint Laurent dan Gucci) sedikit lebih transparan dibanding kompetitor mereka. Namun selebihnya, banyak yang masih tertinggal jauh.

Eileen Fisher, misalnya, hanya menempati posisi kedua meski dinilai cukup serius soal material rendah karbon. Sementara itu, Boohoo dari Inggris menempati posisi juru kunci. Tak satu pun kategori yang lepas dari nilai F.

baca juga

Ada pula temuan menarik lainnya. Hampir semua merek besar kini memiliki program penjualan kembali atau perbaikan produk. Tapi hanya segelintir yang benar-benar menetapkan tenggat waktu. Puma menjadi satu-satunya yang menargetkan penggunaan 30 persen poliester daur ulang tekstil-ke-tekstil pada 2030.

Namun, belum banyak yang berani melangkah lebih jauh. Beberapa bahkan belum menetapkan target pengurangan emisi sama sekali.

“Sangat tidak sejalan dengan aksi iklim,” tulis laporan itu untuk merek seperti Abercrombie & Fitch, Aritzia, dan Columbia.

Laporan dari Stand.earth ini bukan sekadar kritik terhadap industri fesyen, melainkan juga sebuah panduan praktis untuk mendorong perubahan nyata.

Di dalamnya, mereka menyodorkan tujuh langkah konkret yang bisa diambil oleh perusahaan pakaian dan alas kaki untuk mempercepat proses dekarbonisasi.

Langkah pertama yang disarankan adalah membuat rencana transisi iklim yang adil. Rencana ini harus memuat aksi jangka pendek hingga 2030 dan strategi jangka panjang hingga 2050, dengan tujuan akhir mencapai nol emisi bersih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penampakan PLTS Rusak dan Terbengkalai di Ternate

Penampakan PLTS Rusak dan Terbengkalai di Ternate

Foto | Senin, 09 Juni 2025 | 18:37 WIB

Studi: Energi Surya dan Angin Bisa Penuhi 30 Persen Kebutuhan Pusat Data ASEAN 2030

Studi: Energi Surya dan Angin Bisa Penuhi 30 Persen Kebutuhan Pusat Data ASEAN 2030

News | Senin, 09 Juni 2025 | 17:11 WIB

Tak Hanya Lindungi dari Bencana, Investasi yang Beradaptasi Iklim Juga Menguntungkan

Tak Hanya Lindungi dari Bencana, Investasi yang Beradaptasi Iklim Juga Menguntungkan

News | Senin, 09 Juni 2025 | 15:15 WIB

Terkini

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:45 WIB

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Hantu hingga Manusia Serigala Hiasi Pedestrian Sudirman Jelang Halloween

Hantu hingga Manusia Serigala Hiasi Pedestrian Sudirman Jelang Halloween

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi

Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:33 WIB

Bakal Dibuka Nonstop! Pramono Matangkan Rencana 76 Taman di Jakarta Beroperasi 24 Jam

Bakal Dibuka Nonstop! Pramono Matangkan Rencana 76 Taman di Jakarta Beroperasi 24 Jam

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja

Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:31 WIB

×