Hujan Ekstrem di Musim Kemarau: Apa itu MJO yang Pengaruhi Cuaca Indonesia?

M. Reza Sulaiman

Rabu, 25 Juni 2025 | 14:27 WIB
Hujan Ekstrem di Musim Kemarau: Apa itu MJO yang Pengaruhi Cuaca Indonesia?
Ilustrasi gangguan atmosfer Madden-Julian Oscillation. (Dok. BMKG)

Suara.com - Meskipun sekitar 25 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau pada dasarian kedua Juni 2025, fenomena cuaca ekstrem berupa hujan lebat masih terus terjadi di berbagai daerah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi bahwa salah satu penyebab utama anomali cuaca ini adalah aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), sebuah gangguan atmosfer skala besar yang tengah berosilasi di wilayah maritim Indonesia.

Apa itu Madden-Julian Oscillation? Madden-Julian Oscillation adalah fenomena yang ditandai oleh pergerakan ke arah timur dari wilayah-wilayah besar dengan curah hujan tropis yang meningkat dan menurun, yang terutama diamati di Samudra Hindia dan Pasifik.

MJO dapat digambarkan sebagai 'pulsa' bergerak ke timur dari awan dan hujan di dekat khatulistiwa yang biasanya berulang setiap 30 hingga 60 hari.

Fenomena ini pertama kali ditemukan oleh Roland Madden dan Paul Julian pada tahun 1971, dan kini menjadi salah satu pola cuaca tropis yang paling berpengaruh terhadap variabilitas iklim global. MJO adalah pola iklim yang terdiri dari fluktuasi curah hujan dan angin yang mempengaruhi cuaca di seluruh daerah tropis.

Dampak MJO terhadap Cuaca Indonesia

Menurut Prospek Cuaca Mingguan Periode 24–30 Juni 2025 BMKG, aktivitas MJO yang sedang berlangsung di wilayah maritim Indonesia pada awal pekan ini memperkuat pembentukan awan hujan di berbagai wilayah Nusantara.

Fenomena ini bekerja sama dengan gelombang atmosfer tropis lainnya seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuator, menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan penyebab hujan lebat.

"Fenomena-fenomena tersebut membawa lebih banyak uap air, sehingga memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia," demikian tertulis dalam laporan BMKG.

baca juga

Dampak nyata dari aktivitas MJO ini dapat dilihat dari catatan hujan ekstrem yang terjadi dalam sepekan terakhir. BMKG mencatat intensitas hujan ekstrem (lebih dari 150 mm per hari) di beberapa lokasi, termasuk:

  1. Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat: 224,5 mm per hari (18 Juni 2025)
  2. Kota Ambon, Maluku: 213,0 mm per hari (21 Juni 2025)
  3. Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara: 188,0 mm per hari (21 Juni 2025)

BMKG memproyeksikan bahwa aktivitas MJO, gelombang Rossby Equatorial, dan gelombang Kelvin akan terus aktif di wilayah Indonesia dalam periode mendatang. Prediksi Anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) menunjukkan nilai negatif di sebagian besar wilayah Indonesia hingga sepekan ke depan, mengindikasikan pertumbuhan awan yang signifikan.

Untuk periode 24-26 Juni 2025, BMKG mengeluarkan peringatan siaga hujan lebat untuk Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua Selatan. Sementara untuk periode 27-30 Juni 2025, status siaga berlaku untuk Maluku, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Peristiwa cuaca yang dipengaruhi MJO mencakup presipitasi, suhu permukaan, siklon tropis, tornado, banjir, kebakaran hutan, dan petir, di antara yang lainnya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kolam air laut yang besar dan hangat di Samudra Hindia dan Pasifik barat telah menjadi lebih hangat dan meluas ukurannya sejak 1900, yang berdampak pada Madden Julian Oscillation dan curah hujan regional.

MJO dapat memicu onset monsun lebih awal, sebagaimana terlihat pada 2024 dan 2025, meningkatkan siklogenesis dan intensitas curah hujan selama perjalanannya. Hal ini menjelaskan mengapa Indonesia mengalami keterlambatan musim kemarau dan masih mengalami curah hujan tinggi meski sebagian wilayah seharusnya sudah memasuki periode kering.

Imbauan untuk Masyarakat

Menghadapi dinamika cuaca yang dipengaruhi MJO, BMKG mengimbau masyarakat untuk:

  • Tetap waspada terhadap kemungkinan hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.
  • Menjauhi wilayah terbuka ketika terjadi hujan yang disertai petir.
  • Siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
  • Memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.
  • Memahami langkah evakuasi jika diperlukan.

Fenomena MJO menunjukkan betapa kompleksnya sistem cuaca global dan pentingnya pemahaman ilmiah untuk prediksi cuaca yang akurat. Dengan terus memantau perkembangan MJO dan fenomena atmosfer lainnya, diharapkan dampak negatif dari cuaca ekstrem dapat diminimalkan melalui sistem peringatan dini yang efektif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Upaya Asia Membangun Ketahanan Iklim di Tengah Tantangan Pemanasan Global

Upaya Asia Membangun Ketahanan Iklim di Tengah Tantangan Pemanasan Global

News | Rabu, 25 Juni 2025 | 12:47 WIB

Jarang Diketahui! Ini 5 Cara Efektif Pahami Fitur dan Layanan Aplikasi BMKG

Jarang Diketahui! Ini 5 Cara Efektif Pahami Fitur dan Layanan Aplikasi BMKG

Your Say | Selasa, 17 Juni 2025 | 16:42 WIB

Mengenal Gempa Megathrust yang Mengguncang Nias Utara Pada Rabu Pagi

Mengenal Gempa Megathrust yang Mengguncang Nias Utara Pada Rabu Pagi

News | Rabu, 11 Juni 2025 | 11:28 WIB

Terkini

Warga Jakarta Boleh Tolak Bayar Parkir jika Izin Operator Kedaluwarsa

Warga Jakarta Boleh Tolak Bayar Parkir jika Izin Operator Kedaluwarsa

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Lelah Batin dan Patah Hati? Coba 7 Langkah Pemulihan ala Penulis Satoshi Yagisawa Ini

Lelah Batin dan Patah Hati? Coba 7 Langkah Pemulihan ala Penulis Satoshi Yagisawa Ini

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Koalisi Jagalah Warga Dorong Komdigi Lindungi Masyarakat dari Penipuan Transaksi Digital

Koalisi Jagalah Warga Dorong Komdigi Lindungi Masyarakat dari Penipuan Transaksi Digital

Jatim | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:03 WIB

Raih Juara FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman Persembahkan Trofi Untuk Masyarakat Indonesia

Raih Juara FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman Persembahkan Trofi Untuk Masyarakat Indonesia

Video | Selasa, 06 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ole Romeny Bawa Jersi Marselino Saat Indonesia Juara: Dia Ada untuk Saya Sejak Hari Pertama

Ole Romeny Bawa Jersi Marselino Saat Indonesia Juara: Dia Ada untuk Saya Sejak Hari Pertama

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:56 WIB

Kasus PT DSI Masuk Babak Baru, Bareskrim Pasang Plang dan Sita Sejumlah Aset

Kasus PT DSI Masuk Babak Baru, Bareskrim Pasang Plang dan Sita Sejumlah Aset

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Teriakan dari Sumur Bikin Geger, Warga Solo Dievakuasi Tim SAR, Begini Kondisinya

Teriakan dari Sumur Bikin Geger, Warga Solo Dievakuasi Tim SAR, Begini Kondisinya

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Bagaimana Cara Memilih Eye Serum yang Ampuh Mengatasi Mata Panda akibat Kurang Tidur?

Bagaimana Cara Memilih Eye Serum yang Ampuh Mengatasi Mata Panda akibat Kurang Tidur?

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:50 WIB

John Herdman Cari Alphonso Davies Indonesia, 5 Pemain Muda Ini Layak Dipantau

John Herdman Cari Alphonso Davies Indonesia, 5 Pemain Muda Ini Layak Dipantau

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:49 WIB

Kejagung Siapkan 34 JPU dalam Sidang Dugaan Korupsi dan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Kejagung Siapkan 34 JPU dalam Sidang Dugaan Korupsi dan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 20:48 WIB

×