27 Korban Hilang KMP Tunu Pratama Jaya: Tim SAR Gabungan Sisir Selat Bali dengan Kekuatan Penuh

Erick Tanjung | Muhammad Yasir | Suara.com

Senin, 07 Juli 2025 | 11:46 WIB
27 Korban Hilang KMP Tunu Pratama Jaya: Tim SAR Gabungan Sisir Selat Bali dengan Kekuatan Penuh
Timsar gabungan melakukan pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (3/7/2025). [Antara/Budi Candra Setya/bar]

Suara.com - Hingga hari keenam operasi pencarian dan pertolongan (SAR), sebanyak 27 korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian intensif lewat darat, laut, dan udara pada Senin (7/7/2025).

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno menyampaikan bahwa pencarian dilakukan oleh sembilan tim Search and Rescue Unit (SRU) laut, satu SRU udara, dan pemantauan wilayah pesisir oleh SRU darat.

SRU udara melakukan pencarian menggunakan pesawat Cessna 172 dengan rute BWI-SAS-Bulusari-BWI, sedangkan SRU laut melibatkan kapal dan RIB dari unsur TNI AL, Basarnas, Polairud, dan instansi lain.

"Jika korban ditemukan, evakuasi akan diarahkan ke RSUD Negara Jembrana dan RSUD Blambangan Banyuwangi," jelas Eko kepada wartawan.

Kapal Motor Penyebrangan atau KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Ketapang, Banyuwangi pada Rabu, 2 Juli malam sekitar pukul 23.35 WIB. Kapal tersebut membawa 65 orang yang terdiri atas 53 penumpang dan 12 kru.

Hingga kini, 30 orang berhasil diselamatkan, delapan orang ditemukan meninggal dunia, sementara 27 lainnya masih dinyatakan hilang.

"Belum teridentifikasi dua orang," ujar Eko.

Eko menyebut lebih dari seribu personel dikerahkan dalam operasi pencarian hari ini. Mereka meliputi unsur dari Basarnas pusat dan daerah, TNI AL, Polri, BPBD, PMI, hingga relawan dari berbagai organisasi potensi SAR.

Total 71 instansi dan organisasi terlibat, didukung dengan 33 alutsista laut, udara, dan darat, termasuk tiga KRI, helikopter TNI AL dan Polri, serta puluhan ambulance dari berbagai lembaga.

Kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam operasi ini. Tim SAR mencatat cuaca di perairan Selat Bali hujan dan berawan, dengan arah angin dari barat laut kecepatan 13–17 knot, serta gelombang laut setinggi 0,5 hingga 2 meter.

Arus permukaan bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 0,33 knot, sedangkan arus di kedalaman 25 meter mengarah ke tenggara dengan kecepatan 1,22 knot.

Basarnas mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyaknya Nyawa Melayang: Fakta Mengerikan di Balik Longgarnya Keselamatan Pelayaran Indonesia

Banyaknya Nyawa Melayang: Fakta Mengerikan di Balik Longgarnya Keselamatan Pelayaran Indonesia

Video | Senin, 07 Juli 2025 | 09:05 WIB

Kisah Pilu 2 Anak Korban Kapal Tunu Pratama Jaya Tenggelam, Masa Depan Dijamin Polisi

Kisah Pilu 2 Anak Korban Kapal Tunu Pratama Jaya Tenggelam, Masa Depan Dijamin Polisi

News | Minggu, 06 Juli 2025 | 15:25 WIB

Tim Penyelam Akan Diturunkan ke Lokasi Bangkai Kapal KMP Tunu Pratama Jaya

Tim Penyelam Akan Diturunkan ke Lokasi Bangkai Kapal KMP Tunu Pratama Jaya

News | Sabtu, 05 Juli 2025 | 19:39 WIB

Terkini

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:14 WIB

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang

Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:29 WIB

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:20 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata

Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:57 WIB

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 06:05 WIB

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 23:13 WIB

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:30 WIB

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:10 WIB