AI Saja Tidak Cukup: Peneliti IPB Tekankan Kolaborasi Lapangan untuk Cegah Karhutla

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 06 Agustus 2025 | 18:00 WIB
AI Saja Tidak Cukup: Peneliti IPB Tekankan Kolaborasi Lapangan untuk Cegah Karhutla
Foto udara kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Gambut Jaya, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (24/7/2025). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/bar]

Suara.com - Deteksi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini makin canggih, berkat bantuan kecerdasan buatan (AI) dan citra satelit resolusi tinggi. Namun, teknologi saja tidak cukup. Diperlukan kolaborasi nyata di tingkat tapak untuk benar-benar mencegah bencana ini.

Hal ini ditegaskan oleh Robi Deslia Waldi, peneliti dari IPB University sekaligus anggota Regional Fire Management Resource Center Southeast Asia (RFMRC-SEA), dalam diskusi daring FOLU Talks yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu (6/8).

“Deteksi dini berbasis AI dan komunitas itu penting. Karena semua kembali ke bagaimana teknologi digunakan dan dipahami oleh masyarakat di lapangan,” ujar  Robi Deslia Waldi, seperti dikutip dari ANTARA baru-baru ini. 

Menurut Robi, kecerdasan buatan telah banyak digunakan untuk memprediksi hotspot (titik api) dengan menganalisis cuaca, kelembapan tanah, dan tutupan lahan.

AI ini mendukung teknologi satelit seperti Landsat, VIIRS, dan Sentinel-2 yang selama ini dipakai untuk pemantauan jarak jauh.

Namun, keakuratan deteksi tetap perlu dikonfirmasi langsung di lapangan.

Helikopter water bombing VN8416 milik BNPB melintas dengan latar pohon yang meranggas saat memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Gambut Jaya, Muaro Jambi, Jambi, Rabu (30/7/2025). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc]
Helikopter water bombing VN8416 milik BNPB melintas dengan latar pohon yang meranggas saat memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Gambut Jaya, Muaro Jambi, Jambi, Rabu (30/7/2025). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc]

“AI bisa memprediksi, tapi yang bisa memastikan apakah itu benar-benar api atau tidak ya masyarakat lokal. Tanpa mereka, respon bisa terlambat,” kata Robi. 

Mengejar FOLU Net Sink 2030: Bukan Hanya Target, Tapi Tanggung Jawab

Pemerintah Indonesia menargetkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan menjadi penyerap emisi bersih (net sink) pada 2030. Ini berarti sektor ini harus menyerap lebih banyak emisi dibandingkan yang dilepaskan, setara -140 juta ton CO ekuivalen.

Kebakaran hutan dan lahan, terutama di lahan gambut, menjadi ancaman serius terhadap target ini. Karenanya, menurut Robi, deteksi dini dan respons cepat harus disertai integrasi data dari berbagai sumber, riset aplikatif yang inklusif, dan pelibatan generasi muda serta komunitas lokal.

“Arah strategis ke depan adalah kombinasi teknologi dan partisipasi masyarakat. Tanpa itu, target FOLU Net Sink akan sulit dicapai,” ujarnya.

Data KLHK melalui sistem SiPongi menunjukkan bahwa luas area terbakar memang menurun drastis dibandingkan puncak 2015, ketika 2,6 juta hektare terbakar. Meski sempat naik di 2019, tren cenderung menurun hingga 2024. Namun tahun ini, indikasi kebakaran kembali muncul, dengan 8.594 hektare terbakar hanya sampai Juni 2025.

“Penurunan bukan berarti aman. Sekali lengah, kebakaran bisa kembali meluas. Tahun ini saja, di semester pertama sudah 8.500-an hektare yang terbakar,” kata Robi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kolaborasi GEF SGP Indonesia dan IPB Dorong Inovasi Komoditas Berbasis Masyarakat

Kolaborasi GEF SGP Indonesia dan IPB Dorong Inovasi Komoditas Berbasis Masyarakat

Your Say | Rabu, 06 Agustus 2025 | 07:34 WIB

Apple Diam-diam Bikin Teknologi AI Baru, Ancaman Buat ChatGPT dan Google

Apple Diam-diam Bikin Teknologi AI Baru, Ancaman Buat ChatGPT dan Google

Tekno | Selasa, 05 Agustus 2025 | 23:26 WIB

10 Prompt AI Buat Proposal 17 Agustus, Susunan Acara Meriah Langsung Jadi!

10 Prompt AI Buat Proposal 17 Agustus, Susunan Acara Meriah Langsung Jadi!

Tekno | Selasa, 05 Agustus 2025 | 20:12 WIB

Terkini

Lokasi SPBE Cimuning Dekat Pemukiman Warga Jadi Sorotan, Wawako Bekasi: Ini Pelajaran Mahal

Lokasi SPBE Cimuning Dekat Pemukiman Warga Jadi Sorotan, Wawako Bekasi: Ini Pelajaran Mahal

News | Kamis, 02 April 2026 | 13:05 WIB

Dua Pemotor Jadi Korban Ledakan SPBE Cimuning, Motor Tiba-tiba Mogok di Lokasi

Dua Pemotor Jadi Korban Ledakan SPBE Cimuning, Motor Tiba-tiba Mogok di Lokasi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:53 WIB

Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran

Inggris Bergerak, 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz Usai Konflik Iran

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:48 WIB

Setelah Karni Ilyas, Kini Giliran Aiman Witjaksono Dipanggil Polisi Soal Ijazah Palsu Jokowi

Setelah Karni Ilyas, Kini Giliran Aiman Witjaksono Dipanggil Polisi Soal Ijazah Palsu Jokowi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:45 WIB

Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO

Indonesia WFA, Korea Selatan Pakai Cara Ini Bikin Karyawan Hemat BBM Meski Kerja Full WFO

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:39 WIB

Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung

Diplomasi Unik Prabowo di Korea: Hadiah Keris hingga Baju Anjing untuk Presiden Lee Jae Myung

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:34 WIB

Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Dewan Keamanan PBB Kutuk Keras Insiden yang Menewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:29 WIB

Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi

Ngaku 'Allah Kedua' dan Ancaman Hamil Gaib, Dukun Cabul di Magetan Diringkus Polisi

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:25 WIB

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

Nuklir Iran Jadi Incaran Trump Lewat Operasi Militer Rahasia Pentagon

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:18 WIB

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

WALHI Temukan 1.351 Titik Api Karhutla Terdeteksi di Konsesi Perusahaan: Mengapa Terjadi?

News | Kamis, 02 April 2026 | 12:15 WIB