Eropa Dilanda Banjir, Gelombang Panas, dan Kebakaran: Apa yang Terjadi di Bulan Juli?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 08 Agustus 2025 | 12:43 WIB
Eropa Dilanda Banjir, Gelombang Panas, dan Kebakaran: Apa yang Terjadi di Bulan Juli?
Gelombang panas di Eropa - (Joe Klamar/AFP/Getty Images)

Suara.com - Bulan Juli kembali membawa peringatan keras tentang krisis iklim global. Meskipun tidak mencetak rekor suhu baru secara global, banyak negara di Eropa menghadapi bencana iklim yang nyata: panas ekstrem, banjir bandang yang mematikan, dan kebakaran hutan yang meluas.

Menurut data terbaru dari Layanan Perubahan Iklim Copernicus (C3S) Uni Eropa, Juli 2025 merupakan bulan Juli terpanas ketiga yang pernah tercatat secara global. Suhu bulan ini tercatat 1,25°C di atas rata-rata pra-industri, menjadikannya bagian dari tren pemanasan jangka panjang yang belum mereda.

“Dua tahun setelah Juli terpanas, rekor suhu global baru-baru ini telah berakhir – untuk saat ini,” kata Carlo Buontempo, Direktur C3S seperti dikutip dari Euro News. 

Namun, ia menegaskan bahwa ini bukan pertanda membaiknya krisis iklim.

Gelombang panas di Eropa - (Zhang Cheng/Xinhua via Getty Images)
Gelombang panas di Eropa - (Zhang Cheng/Xinhua via Getty Images)

“Kita terus menyaksikan dampak pemanasan global dalam peristiwa-peristiwa seperti panas ekstrem dan banjir pada bulan Juli. Jika kita tidak segera menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, kita tidak hanya akan menghadapi rekor suhu baru tetapi juga memburuknya dampak-dampak ini – dan kita harus bersiap untuk itu.”

Panas yang Melampaui Batas NormalGelombang panas di Eropa - (Andrew Hasson/Getty Images)

Beberapa negara Eropa mencatat suhu yang jauh melampaui angka normal. Fenoscandia, wilayah yang mencakup Skandinavia, Finlandia, dan Rusia barat laut, mengalami suhu di atas rata-rata yang paling parah di kawasan Eropa.

Di Norwegia, sebuah stasiun cuaca di Lingkaran Arktik mencatat suhu di atas 30°C selama 13 hari berturut-turut. Institut Meteorologi Norwegia menyebut Juli ini sebagai bulan terpanas ketiga sejak 1901, dengan suhu rata-rata 2,8°C di atas normal. Di Finlandia, suhu 30°C berlangsung selama tiga minggu berturut-turut, menjadikannya periode terpanjang yang pernah tercatat sejak 1961.

Mika Rantanen, ilmuwan iklim dari Institut Meteorologi Finlandia, menyebutnya sebagai “gelombang panas yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya.”
Turki mencetak rekor suhu nasional baru sebesar 50,5°C di Silopi pada 25 Juli, sementara 132 stasiun cuaca di negara itu mencatat suhu tertinggi bulanan, beberapa bahkan mencapai 12°C di atas rata-rata.

baca juga

Sementara itu di Spanyol, gelombang panas ekstrem menyebabkan 1.060 kematian akibat suhu tinggi, meningkat drastis 57% dari tahun sebelumnya.

Dari Banjir Besar hingga Tanah Longsor

Suhu ekstrem bukan satu-satunya masalah. Hujan deras mengguyur sejumlah wilayah Eropa, menyebabkan banjir parah dan tanah longsor. Prancis selatan, Paris, Roma, serta beberapa wilayah di Italia dan Spanyol timur laut dilanda banjir setelah curah hujan tinggi terjadi dalam waktu singkat.

Di dekat Barcelona, AEMET, badan meteorologi Spanyol, melaporkan hujan setinggi 10 cm hanya dalam beberapa jam.

Namun di tempat lain seperti Yunani, Balkan, dan pesisir Laut Hitam, kekeringan justru memperparah risiko kebakaran hutan.

Kondisi kering dan panas di Eropa selatan menyebabkan kebakaran besar yang melahap lahan luas. Portugal melaporkan lebih dari 3.000 kebakaran yang menghanguskan 10.768 hektar, tiga kali lipat dari periode yang sama tahun lalu. Di Spanyol dan Turki, ribuan hektar hutan terbakar, memaksa evakuasi warga.

Sejauh ini, Uni Eropa mencatat 353.862 hektar lahan terbakar di tahun 2025, lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Laut yang Memanas

Tidak hanya di darat, gelombang panas laut juga melanda sejumlah kawasan. Laut Norwegia, Laut Utara, dan Atlantik Utara bagian barat Prancis dan Inggris mencatat suhu laut tertinggi untuk bulan Juli. Di selatan Inggris, gelombang panas laut signifikan memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap ekosistem laut.

Di Portugal, wilayah Algarve mengalami gelombang panas laut dari 28 Juni hingga 9 Juli, dengan suhu permukaan laut mencapai 25,1°C, jauh di atas rata-rata 20 tahun terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Rekomendasi Mobil Eropa Murah Agustus 2025: Tahun Muda, Harga Setara LCGC Bekas

5 Rekomendasi Mobil Eropa Murah Agustus 2025: Tahun Muda, Harga Setara LCGC Bekas

Otomotif | Kamis, 07 Agustus 2025 | 11:04 WIB

Kontras Nasib Justin Hubner: Bintang Timnas Indonesia, Harus Buktikan Diri dari Nol di Eropa

Kontras Nasib Justin Hubner: Bintang Timnas Indonesia, Harus Buktikan Diri dari Nol di Eropa

Bola | Kamis, 07 Agustus 2025 | 07:44 WIB

AI Saja Tidak Cukup: Peneliti IPB Tekankan Kolaborasi Lapangan untuk Cegah Karhutla

AI Saja Tidak Cukup: Peneliti IPB Tekankan Kolaborasi Lapangan untuk Cegah Karhutla

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 18:00 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×