Dampak Beras Oplosan: Omzet Pedagang Pasar Induk Cipinang Anjlok, Wagub Rano Karno akan Turun Tangan

Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 13 Agustus 2025 | 06:54 WIB
Dampak Beras Oplosan: Omzet Pedagang Pasar Induk Cipinang Anjlok, Wagub Rano Karno akan Turun Tangan
Ilustrasi aktivitas di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta Timur. Kasus beras oplosan yang marak beberapa waktu lalu membuat omzet pedagang turun hingga 50 persen. [Suara.com]

Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, angkat bicara mengenai lesunya omzet pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur.

Penurunan drastis ini merupakan imbas dari mencuatnya kasus beras oplosan yang diduga melibatkan BUMD pangan, PT Food Station Tjipinang Jaya.

Menanggapi keluhan tersebut, Rano Karno menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk menentukan langkah penanganan yang paling efektif.

"Ya, nanti kita lihat," kata Rano di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/8/2025).

Ia tidak menampik kemungkinan bahwa proses hukum yang menimpa PT Food Station sangat berpotensi memukul daya jual para pedagang di pasar yang juga dikelola oleh BUMD tersebut.

"Mungkin saja (berdampak pada omzet pedagang). Nanti kita lihat," ujarnya.

Anjlok dan Aktivitas Pasar Merosot

Sebelumnya, inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika pada Senin (11/8/2025) mengungkap skala sebenarnya dari krisis ini.

Sejumlah pedagang di PIBC melaporkan penurunan omzet penjualan yang signifikan, berkisar antara 20 hingga 50 persen, sejak kasus beras oplosan menjadi sorotan publik.

"Dari keterangan pedagang, misalnya mereka biasanya menjual 15-20 ton beras per hari, namun saat ini hanya 6-10 ton beras per hari," sebut Yeka dalam keterangan tertulisnya.

Data dari pengelola PIBC memperkuat temuan ini, menunjukkan perbandingan aktivitas pasar antara periode 1–10 Juli 2025 dan 1–10 Agustus 2025 yang menurun tajam.

Tercatat, jumlah beras yang masuk ke pasar anjlok 22,97 persen, sementara volume beras yang keluar dari pasar juga turun sebesar 20,84 persen.

Harga Naik, Pekerja Terpukul

Kelesuan perdagangan ini tidak hanya berhenti pada angka penjualan. Harga beras di tingkat konsumen juga ikut terkerek naik.

Laporan Ombudsman mencatat harga beras termurah kini dijual Rp13.150 per kilogram, dan yang termahal mencapai Rp14.760 per kilogram.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Sebut Beras Oplosan Aman Dikonsumsi, Publik Murka Tantang Mentan Andi Amran: Lu Aja Makan!

Imbas Sebut Beras Oplosan Aman Dikonsumsi, Publik Murka Tantang Mentan Andi Amran: Lu Aja Makan!

News | Sabtu, 09 Agustus 2025 | 11:22 WIB

Nggak Perlu Khawatir, Beras Oplosan Ternyata Aman Dikonsumsi

Nggak Perlu Khawatir, Beras Oplosan Ternyata Aman Dikonsumsi

Bisnis | Kamis, 07 Agustus 2025 | 15:21 WIB

Istilah Beras Oplosan Tidak Ada, Hanya Beras Tidak Sesuai Mutu dan Label

Istilah Beras Oplosan Tidak Ada, Hanya Beras Tidak Sesuai Mutu dan Label

DPR | Kamis, 07 Agustus 2025 | 11:24 WIB

Terkini

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:00 WIB

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:51 WIB

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:09 WIB

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:02 WIB

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:45 WIB

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:21 WIB

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:06 WIB

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:39 WIB

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:37 WIB

Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:56 WIB