Pendiri CORE Indonesia Peringatkan Bonus Demografi Tak Otomatis Bawa Kemajuan

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 15 Agustus 2025 | 14:00 WIB
Pendiri CORE Indonesia Peringatkan Bonus Demografi Tak Otomatis Bawa Kemajuan
Pendiri Core Indonesia Hendri Saparini.

Suara.com - Akses pendidikan dan pengalaman profesional lintas negara kini menjadi kebutuhan mendesak bagi anak muda Indonesia. Menurut Pendiri CORE Indonesia, Hendri Saparini kemampuan beradaptasi, memahami keberagaman sistem, dan berpikir global adalah kunci untuk bersaing di panggung internasional.

Namun, hampir delapan dekade setelah merdeka, Indonesia dinilai masih tertinggal dari negara-negara yang memulai perjalanan kebangsaannya di waktu yang sama.

“Tujuan kemerdekaan adalah kesejahteraan, tapi setelah 80 tahun kita masih jauh dari cita-cita itu,” ujarnya dalam diskusi Ruang Gagasan bertema Rayakan Kemerdekaan, Raih Peluang Global, Kamis, (15/08/2025). 

Hendri mencatat, angka kemiskinan resmi berada di kisaran 24 juta orang. Namun jika memasukkan mereka yang nyaris miskin, jumlahnya bisa mendekati 171 juta jiwa, mengacu pada estimasi Bank Dunia. Pemerintah sendiri mencatat 105 juta penduduk berhak menerima bantuan sosial.

Pendapatan per kapita Indonesia pun masih di bawah 5.000 dolar AS, jauh tertinggal dari Korea Selatan yang merdeka pada tahun yang sama, tetapi kini mencapai 36.000 dolar AS.

Di pasar tenaga kerja, tantangan juga nyata. Dari 145 juta pekerja, lebih dari separuh berada di sektor informal yang tidak memiliki perlindungan hukum maupun jaminan sosial.

Hendri menegaskan, bonus demografi menjadi momen krusial untuk mengubah peta kesejahteraan. Ia merujuk pada keberhasilan Korea Selatan dan China yang memanfaatkan puncak jumlah penduduk mudanya untuk mendorong produktivitas nasional hingga naik kelas menjadi negara maju.

Indonesia sendiri diperkirakan mencapai puncak bonus demografi pada 2035, waktu yang relatif singkat untuk melakukan pembenahan.

“Kalau kita melewatkan momen itu, kita akan kehilangan masa emas,” tegasnya.

Sebagai pembanding, Hendri memaparkan kisah Rusia yang berhasil kembali menjadi negara maju dengan pendapatan per kapita 14.000 dolar AS setelah sempat jatuh di awal 2000-an berkat penguasaan teknologi, seni, dan sumber daya strategis.

China, yang pada 1997 masih di bawah Indonesia dalam pendapatan per kapita, kini melesat ke 13.313 dolar AS berkat industrialisasi, penguasaan teknologi, dan peran aktif generasi mudanya.

Sementara India, meski baru berada di angka 2.937 dolar AS, memiliki 19 unicorn, sektor pertanian yang diprediksi tumbuh hingga 3 triliun dolar AS pada 2047, dan potensi demografi yang masih panjang.

Bagi Hendri, kemerdekaan sejati bukan hanya soal politik, tetapi juga kebebasan dalam berpikir dan bertindak.

“Dengan niat bersih, inovasi akan muncul. Anak muda harus siapkan diri, cari peluang, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya.

“Kalau ekonomi terasa gelap, jangan tunggu orang lain menyalakan lampu. Mulai sekarang, nyalakan lilin sendiri, walau kecil, untuk menerangi jalan.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

80 Tahun Kemerdekaan RI: Lapangan Kerja Kurang, 7 Juta Nganggur, 70 Juta Bekerja Tanpa Jaminan!

80 Tahun Kemerdekaan RI: Lapangan Kerja Kurang, 7 Juta Nganggur, 70 Juta Bekerja Tanpa Jaminan!

Bisnis | Kamis, 14 Agustus 2025 | 21:04 WIB

Core Indonesia: 80 Tahun Merdeka, Indonesia Masih Resah soal Kondisi Ekonomi

Core Indonesia: 80 Tahun Merdeka, Indonesia Masih Resah soal Kondisi Ekonomi

Bisnis | Kamis, 14 Agustus 2025 | 20:51 WIB

5 Rekomendasi Motor Bebek Keren yang Wajib Dimiliki Anak Muda

5 Rekomendasi Motor Bebek Keren yang Wajib Dimiliki Anak Muda

Otomotif | Kamis, 14 Agustus 2025 | 20:01 WIB

Terkini

Libatkan 500 TNI, Total 14 Ribu Aparat Gabungan Jaga Titik Demo Harkitnas di DPR hingga Kejagung

Libatkan 500 TNI, Total 14 Ribu Aparat Gabungan Jaga Titik Demo Harkitnas di DPR hingga Kejagung

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:41 WIB

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

Kasus Air Keras Andrie Yunus: 4 Anggota BAIS TNI Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 08:25 WIB

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

Waspada Siasat Maling! Polresta Tangerang Bongkar Modus Teror 'Pocong' untuk Takuti Warga

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:59 WIB

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

Update! 9 WNI Diculik Tentara Israel di Kapal Global Sumud Flotilla

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:32 WIB

Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul

Kejagung Lelang Koleksi Harvey Moeis: Tas Mewah Hari Ini, Mobil dan Apartemen Menyusul

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:31 WIB

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

Duduk Perkara Kasus Chromebook: Kenapa Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara?

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

Menolak Lupa! 28 Tahun Reformasi, Aliansi Perempuan: Jangan Jadikan Tubuh Kami Sasaran Kekerasan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

Suara Lantang di Depan Kantor Komnas HAM: Perempuan RI Menolak Lupa pada Luka Sejarah Kelam Bangsa

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 05:45 WIB

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

Film Pesta Babi Viral, Haedar Nashir Wanti-wanti soal Dominasi Politik di Papua

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 22:05 WIB

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 21:55 WIB