Gus Nur Bandingkan Keadaan Sekarang Dengan Kasusnya yang Dulu Disebut Membuat Kegaduhan

Eviera Paramita Sandi

Rabu, 03 September 2025 | 16:04 WIB
Gus Nur Bandingkan Keadaan Sekarang Dengan Kasusnya yang Dulu Disebut Membuat Kegaduhan
Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur saat meninggalkan ruang sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo, Selasa (18/4/2023). [Suara.com/Ari Welianto]

Suara.com - Sugi Nur Raharja (Gus Nur) mengaku heran dengan Anggota DPR yang tengah membuat emosi rakyat memuncak justru bisa berkeliaran pergi ke luar negeri.

Sebut saja, Ahmad Sahroni hingga Eko Patrio diduga tengah berada di luar negeri saat situasi nasional sedang memanas.

“Nafa Urbach, Sahroni dan yang lain-lain, ini asli, fakta, 1000% menimbulkan keonaran dan kegaduhan, bisa lari ke luar negeri, ngacir ke luar negeri,” ucap Gus Nur, dikutip dari youtubenya, Rabu (3/9/25).

“Dan belum ditangkap, nggak mungkin juga ditangkap,” tambahnya.

Gus Nur kemudian membandingkan dengan dirinya yang dulu disebut sebagai orang pembuat kegaduhan.

Gus Nur menceritakan bahwa dirinya yang saat itu sedang berada di Hongkong langsung dideportasi paksa.

Passportnya disita hingga dicabut oleh pemerintah Indonesia, sehingga ia sudah tidak bisa pergi kemana-mana.

“Dulu saya dituduh menimbulkan kegaduhan dan keonaran. Di lapangan tidak terbukti itu, tidak ada kegaduhan, tidak ada keonaran, tapi passport saya dicabut, passport saya disita,” akunya.

“Saya nggak boleh ke luar negeri. Diblokir, diboikot ke Hongkong ke luar negeri 3 tahun. Bahkan saya sudah sampai di Hongkong waktu itu, tapi dideportasi paksa, dibalikkan paksa dari Hongkong,” sambungnya.

baca juga

Tak hanya soal itu, Gus Nur mengaku bahkan semua agenda bimbingan umrah saat itu juga dibatalkan.

Padahal, dirinya merasa di lapangan tidak membuat kegaduhan seperti yang dilakukan oleh Ahmad Sahroni dkk saat ini.

“Semua agenda bimbingan umrah, macam-macam dibatalkan semua,” ucapnya.

“Ini belum menimbulkan kegaduhan ini, tapi sudah ditangkap, dipenjara, sampai diboikot nggak boleh ke luar negeri, dicekal,” tambahnya.

Meskipun bisa pergi dan berkeliaran di luar negeri, menurut Gus Nur tidak ada untungnya, lantaran justru rumahnya yang menjadi korban.

Dimana menurut Gus Nur rumah adalah lambang kehormatan yang sesungguhnya.

“La ini? Alhamdulillah masih bisa ke luar negeri,” ucapnya.

“Tapi rumahnya, lambang kehormatannya, lambang harga dirinya, dijarah, direndahkan serendah-rendahnya oleh alam, oleh rakyat, oleh Masyarakat,” tambahnya.

Semua barang-barang mewah, harta, hingga rumah menurut Gus Nur dapat Kembali lagi, namun tidak dengan kehormatan.

“Kalau mobil yang dijarah dirusak mungkin kamu bisa beli lagi. Rumahmu yang dirusak mungkin ya kamu masih bisa beli rumah lagi. Semua hartamu yang dijarah kamu bisa beli lagi, tas istrimu yang branded kamu bisa beli lagi, jam tanganmu yang mahal kamu bisa beli lagi,” urai Gus Nur.

“Tapi kamu tidak bisa membeli kehormatan, harga diri, kemuliaan, kamu tidak akan bisa dapatkan itu dari dunia kelak di akhirat,” imbuhnya.

Gus Nur mengatakan bahwa para anggota DPR yang rumahnya dijarah secara tidak langsung kehormatannya pun ikut dijarah.

Bahkan, momentum ini sudah tercatat dalam Sejarah, lantaran akan terus diingat oleh Masyarakat.

“Harta duniamu dijarah, secara tidak langsung kehormatanmu, nilai dirimu juga dijarah. Dan sekarang kamu sudah menjadi sampah peradaban Sejarah,” ucapnya.

“Ini Sejarah sudah mencatat, ‘oh si fulan yang dulu rumahnya dijarah itu ya’ ‘oh si fulan yang dulu joget-joget waktu rakyatnya kelaparan itu ya’ ‘oh iya itu nak anakku cucuku dulu pernah ada pejabat nak rumahnya dijarah dihancurkan karena sombong dia, ngomongnya ngawur, hatinya mati, empatinya mati’,” tambahnya.

Gus Nur kemudian memberi catatan bagi yang lainnya, bahkan Ahmad Sahroni dkk bukanlah orang terakhir.

Akan ada lagi pejabat bernasib sama jika terus bertindak masa bodoh dengan rakyat.

“Ini yang belum mengalami tunggu, sebentar lagi kamu akan mengalami,” tegasnya.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Biaya Sewa Caddy Golf? Profesi yang Disorot gegara Foto Lawas Ahmad Sahroni

Berapa Biaya Sewa Caddy Golf? Profesi yang Disorot gegara Foto Lawas Ahmad Sahroni

Lifestyle | Rabu, 03 September 2025 | 15:36 WIB

CEK FAKTA: ART Ahmad Sahroni Luka Parah Diserang Massa

CEK FAKTA: ART Ahmad Sahroni Luka Parah Diserang Massa

News | Rabu, 03 September 2025 | 15:24 WIB

Mengapa Feby Belinda Memilih Diam saat Ahmad Sahroni Menjadi Sorotan Publik?

Mengapa Feby Belinda Memilih Diam saat Ahmad Sahroni Menjadi Sorotan Publik?

Your Say | Rabu, 03 September 2025 | 14:46 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×