Analis Bongkar Alasan Prabowo Copot Budi Gunawan: Imbas 'Agustus Kelam', Loyalitas Ganda Disorot

Budi Arista Romadhoni

Rabu, 10 September 2025 | 11:05 WIB
Analis Bongkar Alasan Prabowo Copot Budi Gunawan: Imbas 'Agustus Kelam', Loyalitas Ganda Disorot
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan (kiri) usai pelantikan menteri dan kepala lembaga tinggi negara Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10/2024). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Lmo/nym)
Baca 10 detik
  • Pencopotan Budi Gunawan imbas insiden 'Agustus Kelam'.
  • Prabowo disebut putus jembatan komunikasi dengan PDIP.
  • Loyalitas ganda Budi Gunawan dinilai jadi masalah.

Suara.com - Keputusan Presiden Prabowo Subianto mencopot Budi Gunawan dari kursi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) disebut sebagai langkah politik strategis yang sarat makna. manuver ini dinilai bukan sekadar perombakan kabinet biasa.

Analis Politik dan Militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai langkah ini adalah respons langsung Prabowo terhadap peristiwa yang disebutnya "Agustus Kelam".

Tak hanya itu, pencopotan ini juga menjadi sinyal kuat putusnya jembatan komunikasi antara Istana dengan PDI Perjuangan (PDIP).

"Pencopotan Budi Gunawan dari jabatan Menko Polhukam merupakan langkah awal Presiden Prabowo Subianto untuk menata ulang kabinetnya pasca peristiwa 'Agustus Kelam'," ujar Ginting dalam analisisnya di podcast Forum Keadilan TV dikutip dari YouTub pada Rabu (10/9/2025).

Menurutnya, meski pihak Istana menampik kaitan tersebut, waktu dan momentumnya menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat.

Ginting bahkan memprediksi akan ada gelombang reshuffle kabinet jilid ketiga yang lebih besar pada Oktober mendatang sebagai kelanjutan dari langkah pembersihan ini.

Kinerja di BIN dan Loyalitas Ganda

Menko Polkam Budi Gunawan (kanan) di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (25/11/2024). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Menko Polkam Budi Gunawan (kanan) di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (25/11/2024). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Kritik tajam juga diarahkan pada rekam jejak Budi Gunawan, khususnya saat memimpin Badan Intelijen Negara (BIN).

Ginting menilai kinerja BIN di bawah kepemimpinan Budi Gunawan menjadi kurang efektif karena terseret terlalu jauh ke dalam ranah politik praktis.

baca juga

"BIN menjadi 'tumpul' karena terlalu banyak diseret ke dalam politik praktis untuk kepentingan kekuasaan Presiden Jokowi," kritik Ginting.

Ia menambahkan, latar belakang Budi Gunawan sebagai polisi lalu lintas dianggap kurang sesuai untuk memimpin sebuah lembaga intelijen yang seharusnya beroperasi senyap dan strategis.

Faktor krusial lainnya yang menjadi sorotan adalah kedekatan Budi Gunawan dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Loyalitas Budi Gunawan yang dianggap bercabang antara kepentingan pemerintahan dan afiliasi politiknya dengan PDIP dinilai tidak sejalan dengan prinsip yang dipegang teguh oleh Prabowo.

"Loyalitas Budi Gunawan yang dianggap bercabang ini dinilai tidak sejalan dengan prinsip 'loyalitas tunggal' yang dipegang teguh oleh Presiden Prabowo," jelasnya.

Konsolidasi Kekuatan Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menghadiri BRICS Leaders Virtual Meeting, Senin (8/9/2025). [Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden]
Presiden Prabowo Subianto menghadiri BRICS Leaders Virtual Meeting, Senin (8/9/2025). [Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden]

Untuk mengisi kekosongan sementara, Prabowo menunjuk Safri Syamsudin sebagai Menko Polhukam ad interim.

Penunjukan ini, kata Ginting, adalah cerminan dari upaya Prabowo untuk mengonsolidasikan kekuasaannya.

Safri dikenal sebagai sosok yang sangat loyal kepada Prabowo dan memiliki pengalaman dalam manajemen krisis.

Langkah ini menunjukkan keinginan Prabowo untuk memastikan pos-pos strategis diisi oleh orang-orang kepercayaannya yang sejalan dengan visi dan kebijakannya.

Dengan menyingkirkan figur yang memiliki kedekatan kuat dengan PDIP, Prabowo kini memiliki keleluasaan lebih untuk mengendalikan arah pemerintahan tanpa potensi intervensi dari kekuatan politik lain.

Lebih jauh, Ginting melihat ini sebagai bagian dari strategi besar Prabowo untuk "menggergaji" secara perlahan orang-orang titipan dari pemerintahan sebelumnya.

Nama-nama lain seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian diprediksi berpotensi menjadi target selanjutnya dalam gelombang perombakan kabinet mendatang.

Semua langkah ini, simpul Ginting, adalah bagian dari upaya konsolidasi kekuasaan demi memastikan stabilitas pemerintahan Prabowo ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Rebound Awal Sesi, Tapi Reshuffle Kabinet Ancam Pelemahan

IHSG Rebound Awal Sesi, Tapi Reshuffle Kabinet Ancam Pelemahan

Bisnis | Rabu, 10 September 2025 | 09:12 WIB

CEK FAKTA: Presiden Prabowo Temui Pendemo dan Meminta Maaf?

CEK FAKTA: Presiden Prabowo Temui Pendemo dan Meminta Maaf?

News | Rabu, 10 September 2025 | 10:30 WIB

CEK FAKTA: Prabowo Minta Rakyat Jarah Rumah Bahlil dan Lainnya?

CEK FAKTA: Prabowo Minta Rakyat Jarah Rumah Bahlil dan Lainnya?

News | Selasa, 09 September 2025 | 21:43 WIB

Terkini

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

Kematian Vanreko Varkas Jadi Alarm: Koalisi Desak Usut Tuntas dan Hentikan Militerisasi!

News | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

BIGBANG Tambah Jadwal Konser di Jakarta! Simak Trik Jitu Biar Nggak Gagal War Tiket Lagi

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 08:10 WIB

Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo

Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo

News | Senin, 28 September 2026 | 08:05 WIB

PB ORADO Pecahkan Rekor MURI, Piala Panglima TNI 2026 Diikuti 20.000 Peserta

PB ORADO Pecahkan Rekor MURI, Piala Panglima TNI 2026 Diikuti 20.000 Peserta

Sport | Senin, 28 September 2026 | 08:03 WIB

IHSG Bisa Anjlok Lagi, Dana Asing Kabur Rp3,5 Triliun: Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bisa Anjlok Lagi, Dana Asing Kabur Rp3,5 Triliun: Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 08:00 WIB

Prakiraan Cuaca: Pekanbaru Diprediksi Hujan Ringan, Jambi Disertai Petir

Prakiraan Cuaca: Pekanbaru Diprediksi Hujan Ringan, Jambi Disertai Petir

Riau | Senin, 28 September 2026 | 07:58 WIB

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Grace Natalie Ungkap Pesannya untuk Pengurus dan Kader

Jokowi Tunjukkan KTA PSI, Grace Natalie Ungkap Pesannya untuk Pengurus dan Kader

News | Senin, 28 September 2026 | 07:46 WIB

3 Zodiak yang Paling Tidak Cocok dengan Libra dalam Asmara dan Pekerjaan

3 Zodiak yang Paling Tidak Cocok dengan Libra dalam Asmara dan Pekerjaan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 07:45 WIB

Dugaan Pelecehan di ICM, Tamsil Linrung Tegaskan Tak Ada Intervensi: Semua Tunduk Aturan

Dugaan Pelecehan di ICM, Tamsil Linrung Tegaskan Tak Ada Intervensi: Semua Tunduk Aturan

News | Senin, 28 September 2026 | 07:36 WIB

Ketua Pembina ICM Minta Maaf atas Dugaan Pelecehan dan Perundungan Siswa

Ketua Pembina ICM Minta Maaf atas Dugaan Pelecehan dan Perundungan Siswa

News | Senin, 28 September 2026 | 07:29 WIB

×