Panglima TNI Ungkap Alasan RI Butuh Tank Harimau, Senjata Pamungkas Penjaga Kedaulatan

Bangun Santoso | Suara.com

Minggu, 21 September 2025 | 15:06 WIB
Panglima TNI Ungkap Alasan RI Butuh Tank Harimau, Senjata Pamungkas Penjaga Kedaulatan
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. (Suara.com/Bagas)
  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa modernisasi alutsista, seperti penambahan Tank Harimau
  • Tank Harimau, hasil kerja sama strategis Indonesia-Turki yang diproduksi di dalam negeri
  • Pameran di TNI Fair 2025 menunjukkan komitmen TNI dalam memperkuat pertahanan negara 

Suara.com - Di tengah deru dan gagahnya pameran alat utama sistem senjata (alutsista) dalam acara TNI Fair 2025 di Monas, Jakarta, sorotan publik tertuju pada satu kendaraan tempur sangar, yakni Tank Harimau.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto secara langsung membeberkan alasan strategis di balik keputusan TNI untuk menambah kekuatan tempurnya dengan alutsista modern ini.

Menurut Panglima, langkah ini adalah sebuah keharusan, bukan sekadar keinginan. Karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan ribuan pulau yang tersebar hingga ke wilayah terpencil, menuntut sistem pertahanan yang kuat, modern, dan mampu beradaptasi dengan cepat.

Dalam pernyataannya di sela-sela acara, Minggu (21/9/2025), Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa menjaga setiap jengkal kedaulatan tanah air memerlukan alutsista yang tidak ketinggalan zaman. Perkembangan teknologi militer global yang pesat menjadi tolok ukur bagi TNI untuk terus berbenah.

“Kalau kita lihat peperangannya sekarang dunia itu sudah sangat canggih sekali. Kalau kita tidak mengikuti perkembangan zaman bagaimana kita mau melindungi masyarakat?” ucap Panglima sebagaimana dilansir Antara.

Pernyataan ini menjadi sinyal jelas bahwa modernisasi alutsista, termasuk kehadiran Tank Harimau, adalah jawaban TNI untuk menghadapi potensi ancaman perang modern dan memastikan keamanan seluruh warga negara Indonesia.

Mengintip Kehebatan Tank Harimau, Buah Kolaborasi Indonesia-Turki

Tank Harimau yang dipamerkan oleh TNI Angkatan Darat (AD) bukanlah sekadar kendaraan tempur impor. Tank ini merupakan simbol kemajuan industri pertahanan dalam negeri, hasil kerja sama strategis antara Indonesia dan Turki. Diproduksi di dalam negeri, Tank Harimau dirancang untuk menjadi medium tank yang lincah namun mematikan.

Dengan bobot tempur sekitar 30 ton, Tank Harimau memiliki dimensi yang relatif ringkas: panjang 7 meter, lebar 3,2 meter, dan tinggi 2,62 meter. Keunggulannya terletak pada mobilitas tinggi, di mana ia mampu melesat hingga kecepatan 70 kilometer per jam dan memiliki jarak jelajah mencapai 600 kilometer, ideal untuk operasi cepat di berbagai medan.

Sistem persenjataan utamanya pun tak bisa diremehkan. Tank ini dipersenjatai meriam kaliber 105 milimeter yang mampu menjangkau target lebih dari 5 kilometer, dengan jarak tembak efektif sekitar 3 kilometer. Kemampuan ini memberikan daya hancur yang signifikan untuk melumpuhkan pertahanan lawan.

Proyek pengembangan Tank Harimau dimulai pada 2019, dan unit pertamanya tiba di Indonesia pada 2021. Hingga saat ini, TNI AD tercatat telah mengoperasikan sebanyak 18 unit, yang siap ditugaskan untuk menjaga kedaulatan negara.

Selain Tank Harimau, dalam TNI Fair 2025, TNI AD juga memamerkan deretan alutsista modern lainnya yang menjadi tulang punggung kekuatan darat, seperti Panser Anoa yang legendaris, tank tempur utama Leopard, berbagai jenis helikopter serbu, serta perlengkapan komunikasi dan konstruksi canggih lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Intip Persiapan HUT ke-80 TNI: Alutsista Canggih Siap Unjuk Gigi di Monas

Intip Persiapan HUT ke-80 TNI: Alutsista Canggih Siap Unjuk Gigi di Monas

Video | Minggu, 21 September 2025 | 10:00 WIB

Kapolri Absen Jemput Presiden Prabowo di Bali di Tengah Isu Penggantian TB-1

Kapolri Absen Jemput Presiden Prabowo di Bali di Tengah Isu Penggantian TB-1

News | Sabtu, 13 September 2025 | 20:30 WIB

Panglima TNI Kunjungi PPAD, Pererat Silaturahmi dan Apresiasi Peran Purnawirawan

Panglima TNI Kunjungi PPAD, Pererat Silaturahmi dan Apresiasi Peran Purnawirawan

News | Sabtu, 13 September 2025 | 11:41 WIB

Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Jenderal Gatot: Karena Sudah Merusak Negeri Ini

Ucapkan Selamat Pada Jokowi, Jenderal Gatot: Karena Sudah Merusak Negeri Ini

News | Senin, 08 September 2025 | 18:21 WIB

Ini Dia KRI Brawijaya 320, Kapal Baru TNI AL yang Siap Perkuat Pertahanan Laut

Ini Dia KRI Brawijaya 320, Kapal Baru TNI AL yang Siap Perkuat Pertahanan Laut

Foto | Senin, 08 September 2025 | 17:52 WIB

Panas Pasca Demo: TNI Jamin Tak Ada Darurat Militer! Ini Jawaban Wakil Panglima

Panas Pasca Demo: TNI Jamin Tak Ada Darurat Militer! Ini Jawaban Wakil Panglima

News | Senin, 01 September 2025 | 16:40 WIB

Tepis Isu TNI Lakukan Pembiaraan saat Penjarahan Terjadi, Waka Panglima TNI: Kita Taat Konstitusi

Tepis Isu TNI Lakukan Pembiaraan saat Penjarahan Terjadi, Waka Panglima TNI: Kita Taat Konstitusi

News | Senin, 01 September 2025 | 15:41 WIB

Terkini

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:48 WIB

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:31 WIB

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:14 WIB

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:07 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:02 WIB

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:57 WIB

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:56 WIB