Jokowi Ngotot Prabowo-Gibran 2 Periode, Manuver Politik atau Upaya Selamatkan Ijazah Gibran?

Bangun Santoso | Suara.com

Minggu, 28 September 2025 | 14:07 WIB
Jokowi Ngotot Prabowo-Gibran 2 Periode, Manuver Politik atau Upaya Selamatkan Ijazah Gibran?
Mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi
  • Presiden Jokowi secara terbuka mengarahkan relawannya untuk mendukung penuh pemerintahan Prabowo-Gibran 
  • Jokowi dengan tegas membantah spekulasi bahwa manuver politiknya ini adalah upaya "penyelamatan" 
  • Sejumlah elite politik dari PDIP, PKB, dan Nasdem, termasuk Puan Maharani, mengkritik pernyataan Jokowi 

Suara.com - Arena politik nasional kembali memanas setelah Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi), secara terang-terangan memberikan restu dan dukungan penuh bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode.

Pernyataan yang dilontarkan di hadapan para relawannya ini sontak memicu beragam spekulasi. Tak sedikit yang menganggap manuver Jokowi ini sebagai langkah strategis untuk "penyelamatan" politik, terutama di tengah isu kontroversial mengenai keabsahan ijazah putranya, Gibran.

Namun, saat dikonfirmasi mengenai tudingan miring tersebut, Jokowi dengan tegas membantahnya. Ia mengklaim bahwa dukungan tersebut bukanlah hal baru dan telah ia sampaikan sejak awal kepada barisan pendukungnya.

"Itu kan saya sampaikan itu sejak awal dalam pertemuan relawan, ada yang bertanya dan saya jawab. Bahwa kita mendukung penuh pemerintahan Pak Prabowo untuk dua periode," terang Jokowi saat ditemui pada Jumat (26/9/2025).

Jokowi juga tampak santai menanggapi adanya pihak-pihak yang tidak sependapat dengan arahannya. Baginya, perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam iklim demokrasi.

"Kalau ada yang nggak setuju, ya nggak apa-apa. Namanya juga demokrasi," ungkapnya.

Ketika didesak lebih jauh mengenai kaitan antara dukungan dua periode dengan masalah ijazah Gibran yang sedang bergulir di ranah hukum, Jokowi langsung menepisnya dengan nada heran.

"Apa hubungannya. Nggak ada hubungannya. Masak ijazah sama dua periode hubungannya apa," tandasnya.

Meski begitu, manuver Jokowi ini langsung mendapat respons dingin dari sejumlah petinggi partai politik. Politisi senior PDI Perjuangan, Puan Maharani, menilai pembicaraan soal dua periode masih terlalu dini dan tidak relevan. Menurutnya, pemerintahan Prabowo-Gibran bahkan belum genap berjalan satu tahun.

"Pemilu masih jauh," jelas Puan singkat.

Ketua DPR RI itu menekankan bahwa saat ini bukanlah waktu untuk sibuk bermanuver politik, melainkan fokus pada tantangan bangsa yang memerlukan kerja bersama. "Jadi yang penting bagaimana kita bahu membahu bergotong royong untuk membangun bangsa dan negara," tandasnya.

Kritik senada datang dari Waketum PKB, Jazilul Fawaid, yang mengibaratkan langkah Jokowi seperti mengumandangkan azan sebelum waktu salat tiba. Ia menyarankan agar semua pihak membiarkan pemerintahan saat ini bekerja tanpa diburu-buru oleh wacana lima tahun ke depan.

"Ojo kesusu. Kalau belum saatnya salat, jangan adzan dulu. Biarkan Pak Prabowo yang sekarang aktif menjalin berpidato di panggung dunia, biarkan dulu. Ojo kesusu," papar Jazilul.

Sementara itu, Waketum Partai Nasdem, Saan Mustopa, juga mengamini bahwa kontestasi politik berikutnya masih sangat lama. Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini seharusnya adalah mendukung program-program pemerintah yang sedang berjalan.

"Ya ini masih lama lah pemilu kan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dian Hunafa Ketahuan Bohong? Pembelaan Ijazah Gibran Disebut Sesat, Gugatan Rp125 T Terus Bergulir!

Dian Hunafa Ketahuan Bohong? Pembelaan Ijazah Gibran Disebut Sesat, Gugatan Rp125 T Terus Bergulir!

News | Minggu, 28 September 2025 | 13:27 WIB

Tak Cuma di Indonesia, Ijazah Gibran Jadi 'Gunjingan' Diaspora di Sydney: Banyak yang Membicarakan

Tak Cuma di Indonesia, Ijazah Gibran Jadi 'Gunjingan' Diaspora di Sydney: Banyak yang Membicarakan

News | Minggu, 28 September 2025 | 12:27 WIB

PPP 'Main Cantik': Tegas Dukung Pemerintahan Prabowo, tapi Ogah Didikte Jokowi soal Pilpres 2029

PPP 'Main Cantik': Tegas Dukung Pemerintahan Prabowo, tapi Ogah Didikte Jokowi soal Pilpres 2029

News | Sabtu, 27 September 2025 | 17:43 WIB

Ramai Polemik Ijazah Gibran, Kini Viral Postingan Fufufafa Akui Tak Tamat SD

Ramai Polemik Ijazah Gibran, Kini Viral Postingan Fufufafa Akui Tak Tamat SD

Entertainment | Sabtu, 27 September 2025 | 13:50 WIB

Dipuji Brand Baru, Aksi Jokowi Tiru Gaya Prabowo Gebrak Podium PBB Malah Banjir Cibiran: Penjilat!

Dipuji Brand Baru, Aksi Jokowi Tiru Gaya Prabowo Gebrak Podium PBB Malah Banjir Cibiran: Penjilat!

News | Sabtu, 27 September 2025 | 09:54 WIB

Gibran Disebut Cawapres Prabowo Lagi di 2029, PSI: Pernyataan Jokowi Powerfull

Gibran Disebut Cawapres Prabowo Lagi di 2029, PSI: Pernyataan Jokowi Powerfull

News | Jum'at, 26 September 2025 | 20:13 WIB

Bloomberg New Economy Itu Apa? Jokowi Resmi Ditunjuk Jadi Dewan Penasihat

Bloomberg New Economy Itu Apa? Jokowi Resmi Ditunjuk Jadi Dewan Penasihat

Lifestyle | Jum'at, 26 September 2025 | 18:25 WIB

Terkini

Bos PT Cordelia Bara Utama Ditetapkan  Tersangka Kasus Tambang Ilegal Samin Tan!

Bos PT Cordelia Bara Utama Ditetapkan Tersangka Kasus Tambang Ilegal Samin Tan!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:00 WIB

Brimob dan Tim Perintis Gerebek Balap Liar di Taman Mini, Remaja dan Motor Bodong Diamankan

Brimob dan Tim Perintis Gerebek Balap Liar di Taman Mini, Remaja dan Motor Bodong Diamankan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:40 WIB

Meski Hirup Udara Bebas, 3 Legislator NTB Tetap Dihantui Status Terdakwa Gratifikasi

Meski Hirup Udara Bebas, 3 Legislator NTB Tetap Dihantui Status Terdakwa Gratifikasi

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:39 WIB

Iran Blokir Kiriman Senjata AS di Selat Hormuz, Pendapatan Negara Diprediksi Meroket

Iran Blokir Kiriman Senjata AS di Selat Hormuz, Pendapatan Negara Diprediksi Meroket

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:33 WIB

Stasiun Tugu dan Lempuyangan Membeludak, Okupansi KA Daop 6 Melejit di Libur Kenaikan Yesus Kristus

Stasiun Tugu dan Lempuyangan Membeludak, Okupansi KA Daop 6 Melejit di Libur Kenaikan Yesus Kristus

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:23 WIB

Jejak Heri Black dalam Skandal Bea Cukai: KPK Incar Keterangan Sang Pengusaha Usai Geledah Rumahnya

Jejak Heri Black dalam Skandal Bea Cukai: KPK Incar Keterangan Sang Pengusaha Usai Geledah Rumahnya

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:18 WIB

Gosip Panas! Isi Chat Mesra Emmanuel Macron ke Aktris Iran Berujung Ditampar Istri

Gosip Panas! Isi Chat Mesra Emmanuel Macron ke Aktris Iran Berujung Ditampar Istri

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:14 WIB

Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas

Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:03 WIB

Peneliti Temukan Hubungan Krisis Iklim dan Konflik Bersenjata Lebih Kompleks dari Dugaan

Peneliti Temukan Hubungan Krisis Iklim dan Konflik Bersenjata Lebih Kompleks dari Dugaan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:58 WIB

Kawal Ibadah Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya Jaga Ketat 860 Gereja Hari Ini

Kawal Ibadah Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya Jaga Ketat 860 Gereja Hari Ini

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:56 WIB