Memastikan DPR Konsisten, KPA Kawal Pembentukan Pansus Penyelesaian Konflik Agraria

Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 02 Oktober 2025 | 15:29 WIB
Memastikan DPR Konsisten, KPA Kawal Pembentukan Pansus Penyelesaian Konflik Agraria
Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika. (Suara.com/Safelia Putri)
baca 10 detik
  • Mereka ingin mastikan DPR segera mengesahkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) penyelesaian konflik agraria yang membelit masyarakat.
  • Sorotan utama Dewi Kartika adalah kegagalan janji reforma agraria selama satu dekade terakhir.
  • KPA juga mendesak agar Presiden membentuk Badan Pelaksana Reforma Sosial yang langsung bertanggung jawab kepadanya.

Suara.com - Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) kembali turun ke jalan, menggelar aksi simbolik di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

Tujuannya jelas: mengawal dan memastikan DPR segera mengesahkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) penyelesaian konflik agraria yang membelit masyarakat.

Pembentukan Pansus ini bukanlah desakan mendadak. Ini adalah buah komitmen dan kesepakatan yang tercapai pada Hari Agraria Nasional, 24 September lalu.

"Hari ini kembali turun ke jalan, melakukan aksi simbolik untuk mengawal, memastikan DPR RI mengesahkan pembentukan pansus penyelesaian konflik masyarakat yang menjadi komitmen dan kesepakatan pada aksi peringatan hari raya nasional pada 24 September yang lalu," tegas Dewi Kartika, Sekretaris Jenderal KPA, dalam orasinya. Kamis (2/10/2025).

Pada aksi sebelumnya, KPA telah menyuarakan 24 masalah agraria dan merumuskan 9 tuntutan perbaikan yang disampaikan langsung kepada pimpinan DPR RI dan jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Agraria, Menteri Kehutanan, Plt Menteri BUMN, Menteri Desa, dan Menteri Pariwisata.

Sorotan utama Dewi Kartika adalah kegagalan janji reforma agraria selama satu dekade terakhir.

Janji manis untuk merealisasikan 9 juta hektar tanah seolah menguap ditelan bumi.

"Mengingat selama 10 Tahun terakhir, janji reforma Agraria untuk merealisasikan 9 Juta Hektar tanah, di mana banyak sekali penjarahan tanah-tanah rakyat, perampasan tanah, dan penggusuran masyarakat," kecamnya.

Perampasan tanah ini, menurut Dewi, bukan isapan jempol. Seringkali terjadi demi memuluskan proyek-proyek "mercusuar" berskala raksasa yang membutuhkan lahan besar. Akibatnya? Petani, masyarakat adat, dan masyarakat pedesaan menjadi korban penggusuran.

baca juga
KPA gelar aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI. (Suara.com/Safelia Putri)
KPA gelar aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI. (Suara.com/Safelia Putri)

"Untuk proyek-proyek mencusuar yang membutuhkan tanah dalam skala besar yang bersifat merampas, mengusur masyarakat, seperti petani, masyarakat adat, masyarakat di pedesaan, untuk kepentingan seperti proyek strategi nasional, Badan Bank Tanah, aset perkebunan sawit, industri kehutanan, pariwisata premium dan sebagainya," jelasnya.

Salah satu dari sembilan tuntutan kunci KPA adalah mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Badan Pelaksana Reforma Sosial yang langsung bertanggung jawab kepadanya.

Tak hanya itu, DPR juga dituntut untuk aktif mengawasi kinerja para menteri agar konflik agraria tuntas, ketimpangan penguasaan sumber daya teratasi, dan redistribusi tanah benar-benar efektif.

"Sehingga kita juga menuntut, agar DPR RI membentuk pansus penyelesaian kasus," tegas Dewi.

Dewi Kartika mengingatkan bahwa Sufmi Dasco Ahmad, salah satu pimpinan DPR yang hadir pada aksi sebelumnya, telah menyepakati tuntutan-tuntutan KPA.

"Dan pada waktu itu, Pak Dasco selaku salah satu pimpinan DPR yang hadir menyepakati tuntutan-tuntutan kami," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelar Rapat Paripurna Khusus, Puan Maharani Paparkan Capaian Kerja DPR Tahun 20242025

Gelar Rapat Paripurna Khusus, Puan Maharani Paparkan Capaian Kerja DPR Tahun 20242025

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 13:10 WIB

Sampaikan Laporan Kinerja, Puan Maharani ke Masyarakat: Mohon Maaf atas Kinerja DPR Belum Sempurna

Sampaikan Laporan Kinerja, Puan Maharani ke Masyarakat: Mohon Maaf atas Kinerja DPR Belum Sempurna

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 13:00 WIB

Puan Maharani: DPR Wajib Dengarkan Semua Kritik Rakyat, Baik Halus Maupun Kasar

Puan Maharani: DPR Wajib Dengarkan Semua Kritik Rakyat, Baik Halus Maupun Kasar

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 12:46 WIB

DPR RI Resmi Sahkan Pansus Penyelesaian Konflik Agraria, Ini Daftar Anggotanya

DPR RI Resmi Sahkan Pansus Penyelesaian Konflik Agraria, Ini Daftar Anggotanya

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 12:36 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×