Misteri Keracunan 1.315 Siswa Terpecahkan: BGN Temukan Kadar Nitrit Hampir 4 Kali Lipat Batas Aman

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Jum'at, 03 Oktober 2025 | 19:56 WIB
Misteri Keracunan 1.315 Siswa Terpecahkan: BGN Temukan Kadar Nitrit Hampir 4 Kali Lipat Batas Aman
Ilustrasi siswa korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. [ANTARA/Abdan Syakura]
baca 10 detik
  • 1.315 siswa keracunan usai santap Makanan Bergizi Gratis.

  • Penyebabnya bukan bakteri, tapi kadar nitrit 4x lipat batas aman.

  • Gejala aneh (tanpa diare) menjadi petunjuk utama bagi investigator.

Suara.com - Misteri di balik keracunan massal 1.315 siswa di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat akhirnya terpecahkan.

Tim Investigasi Independen Badan Gizi Nasional (BGN) menyimpulkan penyebabnya bukanlah bakteri jahat, melainkan senyawa kimia nitrit dengan kadar sangat tinggi yang ditemukan dalam buah melon dan lotek.

"Kami berkesimpulan, senyawa Nitrit menjadi penyebabnya," kata Ketua Tim Investigasi Independen BGN, Karimah Muhammad, Jumat (3/10/2025).

Ia mengemukakan hal tersebut setelah bertemu dengan para korban serta dokter yang menangani gejala keracunan, baik Puskesmas Cipongkor maupun di RSUD Cililin.

“Ditemukan kadar nitrit yang sangat tinggi di buah melon dan lotek dari sampel sisa sekolah,” kata Karimah.

Hal tersebut berdasarkan pada hasil uji mikrobiologi dan toksikologi dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat, yang menguji sampel dari SPPG maupun dari sisa makanan di sekolah.

Menurut Karimah, terdapat 3,91 dan 3,54 mg/L nitrit di masing-masing jenis sampel yang telah diuji.

Padahal, lanjut dia, merujuk EPA (US Environmental Protection Agency), kadar maksium nitrit yang boleh dikonsumsi dalam minuman adalah 1 mg/L. Sedangkan merujuk Otoritas Kesehatan di Kanada menetapkan 3 mg/L.

“Jadi kalau merujuk standar EPA maka kadar nitrit dalam sampel sisa makanan di sekolah hampir 4 kali lipat dari batas maksimum,” kata Karimah.

baca juga

Secara alamiah sebagian buah dan sayur memang mengandung nitrit.

Namun, kadar nitrit yang terkandang dalam buah dan sayur tersebut bisa meningkat karena hasil kerja bakteri yang bisa mengubah nitrat menjadi nitrit, atau sebaliknya.

Alami Gejala

Ia juga menyebutkan sejumlah gejala keracunan yang dialami para siswa akibat kendungan nitrit berlebih di makanan yang mereka konsumsi.

“Pola gejala yang ditunjukkan para korban sejalan dengan gejala keracunan nitrit, di mana yang mendominasi adalah efek di saluran pencernaan bagian atas, misal mual, muntah atau nyeri lambung, sebanyak 36 persen. Bukan di saluran pencernaan bagian bawah, misal diare,” kata Karimah.

Siswa keracunan makanan setelah menyantap MBG menjalani perawatan medis di Posko Penanganan Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (24/9/2025). ANTARA/Abdan Syakura
Siswa keracunan makanan setelah menyantap MBG menjalani perawatan medis di Posko Penanganan Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (24/9/2025). [ANTARA/Abdan Syakura]

Prosentase korban yang mengalami diare ternyata hanya 3 persen. Sementara, biasanya diare menjadi salah satu gejala dominan dalam keracuanan makanan, dan bukan alergi makanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akademisi Kritik Program Makan Bergizi Gratis: Niat Baik, Eksekusi Bikin Masalah?

Akademisi Kritik Program Makan Bergizi Gratis: Niat Baik, Eksekusi Bikin Masalah?

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 16:04 WIB

Kepala BGN: Dampak Program MBG Nyata, Tapi Tak Bisa Dilihat Instan

Kepala BGN: Dampak Program MBG Nyata, Tapi Tak Bisa Dilihat Instan

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 07:23 WIB

Rocky Gerung: Program Makan Bergizi Gratis Berubah Jadi Racun karena Korupsi

Rocky Gerung: Program Makan Bergizi Gratis Berubah Jadi Racun karena Korupsi

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 23:50 WIB

Terkini

Tidak Membuka Medsos Sejenak, Apakah Kita Benar-benar Akan Ketinggalan?

Tidak Membuka Medsos Sejenak, Apakah Kita Benar-benar Akan Ketinggalan?

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Skor SPI Pendidikan 2026 Naik, KPK Ingatkan Masih Ada Daerah yang Perlu Berbenah

Skor SPI Pendidikan 2026 Naik, KPK Ingatkan Masih Ada Daerah yang Perlu Berbenah

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Taksiran Harga Booth untuk Jualan dari Galvalum, Cocok untuk UMKM yang Ingin Mulai Usaha

Taksiran Harga Booth untuk Jualan dari Galvalum, Cocok untuk UMKM yang Ingin Mulai Usaha

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:27 WIB

Lee Bo Young dan Kang Tae Oh Bintangi Divorce Investigator Hong Mal Geum

Lee Bo Young dan Kang Tae Oh Bintangi Divorce Investigator Hong Mal Geum

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Pegadaian Raih Penghargaan Internasional IPMA Global Project Excellence Award 2026

Pegadaian Raih Penghargaan Internasional IPMA Global Project Excellence Award 2026

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:26 WIB

5 Eye Cream Retinol Terbaik untuk Samarkan Garis Halus Usia 30 Tahun ke Atas

5 Eye Cream Retinol Terbaik untuk Samarkan Garis Halus Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Puan Desak Polisi Buru Pelaku Penganiayaan Koordinator BEM UI di Tebet

Puan Desak Polisi Buru Pelaku Penganiayaan Koordinator BEM UI di Tebet

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:21 WIB

Paradoks Negara Tropis: Mengapa Buah Mahal tetapi Makanan Tepung Melimpah?

Paradoks Negara Tropis: Mengapa Buah Mahal tetapi Makanan Tepung Melimpah?

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Pramono Anung: Gotong Royong Warga Cegah 34 Kebakaran di Jakarta

Pramono Anung: Gotong Royong Warga Cegah 34 Kebakaran di Jakarta

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:19 WIB

Viral Diduga Guru Berjilbab Pamer Celana Dalam Merah Putih Ejek Timnas Indonesia

Viral Diduga Guru Berjilbab Pamer Celana Dalam Merah Putih Ejek Timnas Indonesia

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:19 WIB

×