Survei Mengungkap: Program MBG Tuai Kekecewaan Tinggi, Publik Desak Evaluasi

Erick Tanjung | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 23 Oktober 2025 | 15:18 WIB
Survei Mengungkap: Program MBG Tuai Kekecewaan Tinggi, Publik Desak Evaluasi
Massa yang tergabung dalam Suara Ibu Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG) melakukan aksi di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Rabu (15/10/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Lembaga survei IDSIGHT merilis hasil riset yang menunjukkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai tingkat kekecewaan yang tinggi dari masyarakat. 
  • Program unggulan Presiden Prabowo ini didesak publik untuk segera dievaluasi secara menyeluruh.
  • Desakan evaluasi ini sejalan dengan arahan Prabowo yang meminta perbaikan sanitasi dan higienitas di setiap dapur SPPG.

Suara.com - Lembaga survei Indonesia Social Insight (IDSIGHT) merilis hasil riset yang menunjukkan program Makan Bergizi Gratis atau MBG menuai tingkat kekecewaan yang tinggi dari masyarakat. Akibatnya, program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini didesak publik untuk segera dievaluasi secara menyeluruh.

Menurut survei tersebut, 51,3 persen responden memberikan penilaian positif terhadap program MBG. Namun, angka yang memberikan penilaian negatif juga sangat signifikan, mencapai 43 persen.

“Meskipun menduduki peringkat ketiga dalam penilaian program prioritas, publik mendesak dilakukannya evaluasi dan perbaikan terhadap program Makan Bergizi Gratis,” kata Direktur Komunikasi IDSIGHT, John Santosa, dalam keterangannya, Kamis (23/10/2025).

John menyebut, publik pada dasarnya berharap program MBG tidak dihentikan, melainkan diperbaiki agar manfaatnya lebih optimal. Sorotan utama dari masyarakat mencakup keluhan terkait tenaga pelaksana, pihak-pihak yang dinilai tidak kompeten, hingga dugaan adanya oknum yang mengambil keuntungan pribadi.

Desakan evaluasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang sebelumnya meminta perbaikan sanitasi dan higienitas di setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama setelah adanya laporan kasus keracunan makanan di sejumlah daerah.

Program Lain Lebih Unggul

Sebagai perbandingan, program Sekolah Rakyat menjadi program dengan penilaian positif tertinggi, mencapai 62,4 persen, disusul oleh program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan 58,7 persen.

Beberapa program prioritas lainnya juga mendapat penilaian positif, di antaranya:

  • Sekolah Unggulan Garuda: 48,8 persen
  • Swasembada Pangan, Energi, dan Air: 45,3 persen
  • Pembangunan 3 Juta Rumah (FLPP): 42,8 persen

Sementara itu, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) tercatat sebagai program dengan sentimen negatif tertinggi, di mana 50,3 persen responden memberikan penilaian negatif, dan hanya 37,2 persen yang menilai positif.

Riset IDSIGHT ini dilakukan dengan menganalisis tanggapan publik di media sosial (Instagram, X/Twitter, Facebook, dan TikTok) pada periode 24 September–3 Oktober 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo dan Presiden Brasil Punya Angka Keberuntungan 8, Apa Maknanya?

Prabowo dan Presiden Brasil Punya Angka Keberuntungan 8, Apa Maknanya?

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 15:04 WIB

Momen Presiden Prabowo Sambut Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva

Momen Presiden Prabowo Sambut Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva

Foto | Kamis, 23 Oktober 2025 | 15:03 WIB

Kejutan! Prabowo Jadikan Bahasa Portugis Prioritas di Sekolah: Ada Apa dengan Brasil?

Kejutan! Prabowo Jadikan Bahasa Portugis Prioritas di Sekolah: Ada Apa dengan Brasil?

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 15:02 WIB

Terkini

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:42 WIB

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:18 WIB

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:12 WIB

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:47 WIB

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:21 WIB

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:15 WIB

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:11 WIB