Biar Tetap Eksis di Dunia Pendidikan, Begini Tantangan Pesantren Gembleng Para Santri

Agung Sandy Lesmana

Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:17 WIB
Biar Tetap Eksis di Dunia Pendidikan, Begini Tantangan Pesantren Gembleng Para Santri
Biar Tetap Eksis di Dunia Pendidikan, Begini Tantangan Pesantren Gembleng Para Santri
baca 10 detik
  • Pesantren mendapatkan tantangan agar biar bisa tetap eksis di dunia pendidikan
  • Salah satunya, pesantren harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. 
  • Meski harus bisa  menggembleng santrinya, nilai-nilai di dunia ponpes harus tetap terjaga. 

Suara.com - Dunia santri dan pesantren ke depan perlu beradaptasi dengan zaman. Hal ini diperlukan agar pesantren masih bisa terus eksis dalam dunia pendidikan.

Pernyataan itu disampaikan oleh mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto dalam diskusi Refleksi Hari Santri, Pesantren, dan Harapan Generasi Muda, di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

"Dulu pesantren sangat tertutup, tapi sekarang mulai terbuka,” ujarnya. 

Sunanto yang merupakan mantan santri ini, juga mengisahkan masa lalunya saat di pondok pesantren. Ia menyebut jika dirinya ditanamkan rasa kemandirian saat di pesantren dulu.

“Dulu pesantren mengajarkan kemandirian dan penuh perjuangan. Bahkan tidur berbantal beras. Santri benar-benar digembleng dengan penuh perjuangan," ungkapnya.

Pesantren, lanjut Sunanto, saat ini harus siap berubah, termasuk dari sisi fasilitas dan pola pendidikan. 

Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan itu tidak boleh meninggalkan nilai-nilai yang diajarkan di pesantren, agar santri dan pesantren tetap sebagai penjaga moral. Sebab, banyak nilai-nilai pesantren yang tidak ada di lembaga pendidikan umum, apalagi pada kemajuan teknologi seperti AI.

"Adaptasi perlu, pesantren harus siap dengan perubahan dunia. Tetapi tidak harus menghilangkan keyakinan terhadap guru/kiai," jelasnya.

Acara Refleksi Hari Santri, Pesantren, dan Harapan Generasi Muda, di Jakarta, Selasa (28/10/2025). (ist)
Acara Refleksi Hari Santri, Pesantren, dan Harapan Generasi Muda, di Jakarta, Selasa (28/10/2025). (ist)

Sementara itu, CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali menuturkan, jika saat ini banyak pesantren yang menjadi lembaga pendidikan, tidak hanya fokus pada agama, tetapi juga ilmu-ilmu umum.

baca juga

“Pesantren harus membuka diri kepada semua orang yang ingin belajar di pesantren, dan itu sudah dilakukan beberapa pesantren. Tapi, nilai-nilai dan core value santrinya tetap ada. Itu yang tidak ditemui di lembaga lain di luar,” kata Hasanuddin.

Ia juga memaparkan hasil penelitian Alvara jika minat orang tua memondokkan anak di masa depan masih cukup tinggi, yakni Gen Z mencapai 60,9 persen, milenial 59,8 persen, dan Gen X 58,6 persen. Namun, terdapat perubahan paradigma terkait materi yang diharapkan di pesantren, yakni hanya 11,1 persen yang ingin benar-benar belajar agama.

Kombinasi porsi umum lebih besar dari pada agama 9,9 persen, dan kombinasi porsi agama lebih besar dari pada umum 79,0 persen. Kemudian, kata Hasanuddin, berdasarkan hasil penelitian ilmu yang diharapkan oleh orang tua yang bisa diterima lara santri juga berubah.

Dari 702 responden, sebanyak 60,5 persen menyatakan Ilmu Komputer atau informasi, teknologi, digitalisasi, disusul Ilmu Ekonomi dan Manajemen 56,7 persen, IPA 53,0 persen dan Ilmu Kesehatan 48,9 persen.

Kemudian, disusul oleh Matematika sebesar 46,3 persen, Ilmu Sosial dan Politik 40,7 persen, Ilmu Seni dan Budaya 34,5 persen, Ilmu Pertanian 33,9 persen, dan Ilmu Lingkungan 31,2 persen.

Hal menarik lainnya, lanjut Hasanuddin, faktor pertimbangan utama mayoritas responden memilih pondok pesantren adalah fasilitas, disusul sosok kiai, dan rekam jejak pondok pesantrennya.

"Jadi, pesantren sekarang lebih pada bagaimana memperkuat dari sisi fasilitas dan juga perkenalan-perkenalan umum yang diajarkan di pesantren-pesantren,” ujarnya.

“Tinggal bagaimana pesantren menambahkan dengan ilmu-ilmu yang lain dan fasilitas-fasilitas, pasti pesantren akan tetap menjadi pilihan orang untuk belajar agama," imbuhnya. 

Kemudian, Pengasuh Pondok Pesantren Al Huda Doglo, Boyolali, Jawa Tengah, Aunullah A'la Habib mengatakan, saat ini perubahan teknologi begitu cepat. Sehingga secara langsung dapat mengubah perilaku manusia. Hal ini yang kini menjadi tantangan bagi dunia pesantren.

"Problem serius yang ada di pesantren sebagai sumber penjaga moral adalah dihadapkan dengan globalisasi. Problem serius adalah hidup di era hari ini yang semua serba berubah," jelasnya.

Saat ini, kata Aunullah, kata orang yang taat beribadah belum tentu didengar, karena tidak populer di media sosial. Begitu sebaliknya, orang pupuler lebih didengar meski keilmuannya tidak teruji. Sebabnya, pesantren ke depan tidak bisa hanya bangga menjadi penjaga moral, tetapi harus belajar dengan realitas zaman.

"Pesantren harus belajar, pesantren yang terbuka dengan apa yang terjadi di dunia saat ini. Santri harus berubah sesuai dengan keinginan zaman agar pesantren tetap relevan," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jihad Ala Santri Zaman Now: Bukan Perang, Tapi Jaga Alam!

Jihad Ala Santri Zaman Now: Bukan Perang, Tapi Jaga Alam!

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 17:28 WIB

Apakah Sekolah Garuda Gratis? Ini Penjelasan soal Biaya dan Sistem Belajarnya

Apakah Sekolah Garuda Gratis? Ini Penjelasan soal Biaya dan Sistem Belajarnya

Lifestyle | Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:42 WIB

Pandji Pragiwaksono Skakmat Menteri Agama: Satu Santri Jadi Korban Saja Sudah Terlalu Besar!

Pandji Pragiwaksono Skakmat Menteri Agama: Satu Santri Jadi Korban Saja Sudah Terlalu Besar!

Entertainment | Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:02 WIB

Pendidikan Unggulan Presiden Prabowo, Apa Beda Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat?

Pendidikan Unggulan Presiden Prabowo, Apa Beda Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat?

Lifestyle | Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:11 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×