Putusan MKD soal Rahayu Saraswati Disorot, Formappi: Publik Bisa Melihatnya Sebagai Drama Komedi

Dwi Bowo Raharjo | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Kamis, 30 Oktober 2025 | 17:15 WIB
Putusan MKD soal Rahayu Saraswati Disorot, Formappi: Publik Bisa Melihatnya Sebagai Drama Komedi
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. (Instagram/rahayusaraswati)
  • Lucius Karus menilai putusan tersebut sebagai "lucu dan aneh," bahkan bisa dilihat sebagai sebuah drama komedi politik oleh publik.
  • Saraswati sebelumnya telah mendapatkan apresiasi publik karena dinilai tidak haus jabatan setelah secara sadar memilih mundur.
  • Lucius juga mengkritik Partai Gerindra. 

Suara.com - Keputusan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI yang menyatakan Rahayu Saraswati tetap sebagai Anggota DPR RI periode 2024-2029 menuai tanggapan keras dari Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi), Lucius Karus.

Ia menilai putusan tersebut sebagai "lucu dan aneh," bahkan bisa dilihat sebagai sebuah drama komedi politik oleh publik.

"Publik bisa melihatnya sebagai sebuah drama komedi, jika Saraswati memilih mengikuti keputusan partai dan selanjutnya MKD yang menolak proses pengunduran diri yang diajukannya," ujar Lucius saat dihubungi Suara.com, Kamis (30/10/2025).

Ia menyoroti bahwa Saraswati sebelumnya telah mendapatkan apresiasi publik karena dinilai tidak haus jabatan setelah secara sadar memilih mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kritik terhadap pernyataannya yang dianggap tidak pantas.

Menurut Lucius, jika pada akhirnya Saraswati menerima keputusan Partai yang dikukuhkan oleh MKD untuk kembali menjadi anggota DPR, maka publik akan merasa "diprank" oleh Saraswati, Partai Gerindra, dan MKD.

Kendati begitu, Lucius tidak sepenuhnya menyalahkan MKD atas keputusannya.

"MKD memang tak bisa sepenuhnya disalahkan atas keputusan mereka terhadap Saras, karena hanya mengikuti keputusan partai Gerindra," kata dia.

"Toh memang tak ada proses etik atas Sarah. Jadi MKD nampaknya hanya menjalankan proses administratif saja dalam kasus Saras," katanya menambahkan.

Ia menegaskan bahwa kasus Saraswati ini lebih pada urusan pribadi Saraswati dan Partai Gerindra.

Lucius mengingatkan bahwa Saraswati sempat menuai simpati publik karena dianggap punya integritas sebagai anggota DPR ketika memutuskan pengunduran dirinya.

Namun, simpati itu akan berbalik menjadi antipati jika ia tidak konsisten dengan pilihan sikap pribadinya untuk mundur sebagai bentuk tanggung jawab personal ke publik terkait pernyataannya yang melukai hati rakyat.

"Keputusan diri Saras akan ditertawain jika ia menyerah dengan keputusan partai yang nampaknya tak berani menerima pengunduran diri Saras karena alasan yang sentimentil," kata Lucius.

Lebih lanjut, Lucius juga mengkritik Partai Gerindra. Dengan menolak pengunduran diri Saraswati, Partai Gerindra dianggap tidak bisa menghargai keputusan kader yang diambil untuk memuliakan rakyat.

"Gerindra nampak hanya peduli pada kepentingan internalnya saja. Mereka enggak peduli dengan urusan etika publik yang justru bisa diambil dari kisah pengunduran diri Saraswati," tegasnya.

Lucius menyayangkan sikap Partai Gerindra yang tidak menjadikan momentum pengunduran diri Saraswati sebagai contoh bagi kader-kadernya untuk menjadikan etika dan moral sebagai landasan utama dalam berpolitik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Plot Twist Senayan, Alasan MKD Putuskan Keponakan Prabowo Tetap Jadi Anggota DPR

Plot Twist Senayan, Alasan MKD Putuskan Keponakan Prabowo Tetap Jadi Anggota DPR

News | Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:40 WIB

Pengunduran Diri Ditolak, MKD Putuskan Keponakan Prabowo Rahayu Saraswati Tetap Jadi Anggota DPR

Pengunduran Diri Ditolak, MKD Putuskan Keponakan Prabowo Rahayu Saraswati Tetap Jadi Anggota DPR

News | Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:29 WIB

Soal Usulan Anggota DPR RI Non-Aktif Dipecat, Koordinator MPP Buka Suara

Soal Usulan Anggota DPR RI Non-Aktif Dipecat, Koordinator MPP Buka Suara

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 20:57 WIB

Turun Rp2 Juta, Biaya Penyelenggaraan Haji 2026 Disepakati Rp87 Juta, Calon Jemaah Bayar Rp54 Juta

Turun Rp2 Juta, Biaya Penyelenggaraan Haji 2026 Disepakati Rp87 Juta, Calon Jemaah Bayar Rp54 Juta

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:27 WIB

Siapa FA? Dari Model Jadi Pengusaha, Diduga Terima Mobil Rp1 Miliar dari Anggota DPR Heri Gunawan

Siapa FA? Dari Model Jadi Pengusaha, Diduga Terima Mobil Rp1 Miliar dari Anggota DPR Heri Gunawan

Entertainment | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 22:00 WIB

Terkini

Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026

Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 23:17 WIB

Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib

Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:28 WIB

Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir

Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:16 WIB

Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras

Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:20 WIB

BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal

BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:19 WIB

Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:47 WIB

Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai

Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:07 WIB

May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi

May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:49 WIB

Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan

Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:32 WIB

Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana

Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 18:02 WIB