Internet di Indonesia Masih Belum Merata, Kolaborasi Infrastuktur adalah Jalan Pintasnya

Vania Rossa

Kamis, 06 November 2025 | 19:54 WIB
Internet di Indonesia Masih Belum Merata, Kolaborasi Infrastuktur adalah Jalan Pintasnya
National Technology Summit 2025. (dok. Linknet)
baca 10 detik
  • National Technology Summit 2025 menekankan bahwa pemerataan internet Indonesia tidak bisa lagi bertumpu pada kompetisi antar penyedia layanan, melainkan kolaborasi infrastruktur.
  • Linknet memperkenalkan pendekatan open access yang memungkinkan penyedia lain memanfaatkan jaringan mereka guna mempercepat penetrasi broadband.
  • Pesannya jelas bahwa masa depan internet Indonesia hanya dapat dicapai melalui sinergi industri, digitalisasi inklusif, dan konektivitas berkelanjutan.

Suara.com - Ruang pertumbuhan internet rumah di Indonesia masih sangat besar, terutama di luar Jawa dan wilayah urban.

Meski kebutuhan internet berkapasitas tinggi terus naik, akses broadband fiber ternyata masih jauh dari merata—sebagian besar masyarakat masih bergantung pada jaringan seluler.

Hal inilah yang menjadi bahasan di National Technology Summit 2025. Tentang masa depan internet Indonesia, dikatakan bahwa pemerataan konektivitas tidak lagi bisa mengandalkan kompetisi antar penyedia layanan, melainkan kolaborasi infrastruktur.

Geografi Indonesia Yang “Menyulitkan” Infrastruktur

Chief Technology and Network Officer Linknet, Erick Satya Arianto, menggarisbawahi tantangan utama bukan teknologi, melainkan geografi.

“Dengan 70 persen wilayah berupa lautan, membangun konektivitas rumah ke rumah tidak bisa dilakukan sendirian. Karena itu kami memilih model kolaborasi, bukan kompetisi,” ujarnya.

Pernyataan ini pun menjadi highlight, bahwa internet Indonesia membutuhkan model berbagi jaringan.

Open Access: Cara Baru Mempercepat Broadband

Linknet memposisikan diri sebagai penyedia infrastruktur yang dapat dipakai ISP lain. ISP kemudian mengelola layanan pelanggan, produk, dan penetrasi pasar sesuai kekuatan lokal.

baca juga

“Peran kami adalah menyediakan jaringan yang andal dan dapat diakses bersama. Dengan begitu, perluasan broadband bisa lebih cepat dan lebih merata,” jelas Erick.

Pendekatan open access ini diyakini dapat mempercepat penetrasi internet rumah yang selama ini stagnan.

AI untuk Infrastruktur, Bukan Gimmick

Menariknya, Linknet juga menjelaskan bahwa teknologi AI sudah digunakan dalam perencanaan dan pemantauan jaringan.

Namun statusnya masih pada efisiensi internal, bukan layanan customer-facing seperti yang sering digembar-gemborkan industri.

Ini memperlihatkan tren sehat: AI dipakai untuk hal yang paling krusial—kestabilan jaringan.

National Technology Summit 2025 yang diselenggarakan Linknet bersama APJII menyoroti tiga tema besar, yaitu konektivitas berkelanjutan, digitalisasi inklusif, dan sinergi industri teknologi.

Kesimpulan utamanya jelas: masa depan internet Indonesia tidak bisa dibangun oleh satu pemain, tapi oleh ekosistem yang saling terhubung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komdigi Target 38 Kabupaten/Kota Punya Kecepatan Internet 1 Gbps di 2029, Ini Caranya

Komdigi Target 38 Kabupaten/Kota Punya Kecepatan Internet 1 Gbps di 2029, Ini Caranya

Tekno | Selasa, 28 Oktober 2025 | 18:44 WIB

Ini Dia Internet Murah Pengganti Starlink yang Disiapkan Prabowo Buat Sekolah Terpencil

Ini Dia Internet Murah Pengganti Starlink yang Disiapkan Prabowo Buat Sekolah Terpencil

Tekno | Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:57 WIB

Ini Dia Internet Murah Pengganti Starlink yang Disiapkan Prabowo Buat Sekolah Terpencil

Ini Dia Internet Murah Pengganti Starlink yang Disiapkan Prabowo Buat Sekolah Terpencil

Tekno | Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:56 WIB

Terkini

Prabowo Sebut NU Ada di Mana-mana: Kabinet Merah Putih Banyak NU, Tak Pernah Kalah

Prabowo Sebut NU Ada di Mana-mana: Kabinet Merah Putih Banyak NU, Tak Pernah Kalah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:52 WIB

Deddy Sitorus Tantang Gibran Klarifikasi Dugaan Suap ke Pengurus BEM UBK

Deddy Sitorus Tantang Gibran Klarifikasi Dugaan Suap ke Pengurus BEM UBK

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:51 WIB

Kabar Gembira bagi Driver Ojol! Gojek-Grab Turunkan Potongan Jadi 8 Persen Mulai 1 Juli

Kabar Gembira bagi Driver Ojol! Gojek-Grab Turunkan Potongan Jadi 8 Persen Mulai 1 Juli

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:51 WIB

Pasien JKN Rasakan Manfaat Radioterapi Canggih, Pelayanan Cepat dan Akses Semakin Mudah

Pasien JKN Rasakan Manfaat Radioterapi Canggih, Pelayanan Cepat dan Akses Semakin Mudah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:42 WIB

KPK Dalami Peran PT Infinity di Kasus Suap Impor Bea Cukai, Diduga Serupa Blueray Cargo

KPK Dalami Peran PT Infinity di Kasus Suap Impor Bea Cukai, Diduga Serupa Blueray Cargo

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:40 WIB

Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara

Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:40 WIB

Bongkar Jejak Sadis Taufik Hidayat! Inafis Sita Bukti dari TKP Penyekapan 3 Tahun YTR di Kontrakan

Bongkar Jejak Sadis Taufik Hidayat! Inafis Sita Bukti dari TKP Penyekapan 3 Tahun YTR di Kontrakan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:35 WIB

Pengerahan Siswa untuk Dukung MBG Dinilai Keliru, Bisa Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Pengerahan Siswa untuk Dukung MBG Dinilai Keliru, Bisa Jadi Bumerang bagi Pemerintah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:32 WIB

Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem

Kasus Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Sebut Ada Kekerasan Berbasis Gender yang Ekstrem

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16 WIB

Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana

Ketua BEM FH UBK Akui Terima Uang untuk Geser Aksi dari Istana

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01 WIB