Anggaran Perbaikan Gizi Bayi dan Ibu Hamil Diduga Dikorupsi, KPK Buka Suara

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 11 November 2025 | 11:00 WIB
Anggaran Perbaikan Gizi Bayi dan Ibu Hamil Diduga Dikorupsi, KPK Buka Suara
KPK [Suara.com/Alfian Winanto]
    • KPK sedang mencari bukti fisik berupa sampel makanan tambahan dari program PMT Kemenkes.
    • Dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi pada 2016–2020 ini terkait dengan pengurangan nutrisi.
    • Program PMT Kemenkes seharusnya berfungsi untuk memberikan nutrisi kepada bayi, balita, dan ibu hamil.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami penyelidikan kasus dugaan korupsi terkait program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk bayi dan ibu hamil di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dalam prosesnya, KPK kini fokus pada pencarian bukti tambahan berupa barang fisik dari makanan tambahan yang pernah disalurkan.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa pencarian barang bukti fisik ini merupakan langkah krusial untuk membuktikan adanya tindak pidana korupsi.

"Kami sekarang itu juga sedang mencari barangnya. Barangnya ya itu, yang waktu itu dibuat, karena kami harus cek juga tuh kandungannya," ujar Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Asep Guntur menjelaskan bahwa jika KPK berhasil mendapatkan sampel makanan tambahan tersebut, proses selanjutnya adalah melakukan pengujian kandungan makanan.

Hasil pengujian ini akan dibandingkan dengan kandungan nutrisi yang seharusnya tertera dalam kemasan produk sesuai spesifikasi kontrak pengadaan.

KPK mulai menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi ini sejak 17 Juli 2025. Berdasarkan informasi yang dihimpun, perkara ini diduga terjadi pada rentang waktu 2016 hingga 2020 dan berkaitan erat dengan program PMT Kemenkes.

Program PMT sendiri merupakan inisiatif strategis pemerintah yang ditujukan untuk penanganan masalah gizi, khususnya perbaikan gizi pada bayi, anak berusia di bawah lima tahun (balita), dan ibu hamil.

Program ini merupakan salah satu upaya utama dalam mengatasi masalah kesehatan serius, yaitu stunting atau tengkes.

Namun, KPK pada 6 Agustus 2025, menjelaskan bahwa dugaan korupsi dalam kasus ini terjadi melalui pengurangan nutrisi makanan tambahan, seperti biskuit dan premiks, yang seharusnya memiliki kandungan gizi memadai untuk mendukung pertumbuhan anak stunting dan kesehatan ibu hamil.

Dugaan pengurangan nutrisi ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengancam kualitas generasi penerus bangsa.

Langkah KPK untuk mencari dan menguji sampel makanan tambahan menunjukkan komitmen lembaga antirasuah ini dalam memastikan kerugian negara yang terjadi.

Kasus ini menjadi penting karena melibatkan pengadaan yang memiliki dampak langsung dan serius terhadap kesehatan masyarakat rentan.

Penelusuran dan pengujian kandungan makanan tambahan ini diharapkan dapat mengungkap seberapa besar perbedaan antara nutrisi yang seharusnya disalurkan (sesuai kontrak) dengan nutrisi yang benar-benar diterima oleh penerima manfaat di lapangan, yang pada akhirnya akan menjadi bukti kuat dalam proses pembuktian tindak pidana korupsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geledah Kantor Gubernur Riau! KPK Sita Bukti Penting Dokumen Anggaran 2025

Geledah Kantor Gubernur Riau! KPK Sita Bukti Penting Dokumen Anggaran 2025

News | Selasa, 11 November 2025 | 10:46 WIB

Eks Direktur Bongkar Rahasia Terminal BBM Merak: Kenapa Harus Sewa Padahal Bisa Hemat Biaya Impor?

Eks Direktur Bongkar Rahasia Terminal BBM Merak: Kenapa Harus Sewa Padahal Bisa Hemat Biaya Impor?

News | Selasa, 11 November 2025 | 08:08 WIB

Ajukan PK Kasus Korupsi Asabri, Eks Dirut Adam Damiri Merasa Putusan Hakim Tidak Adil

Ajukan PK Kasus Korupsi Asabri, Eks Dirut Adam Damiri Merasa Putusan Hakim Tidak Adil

News | Selasa, 11 November 2025 | 07:36 WIB

Terkini

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:10 WIB

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:06 WIB

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua

News | Senin, 11 Mei 2026 | 21:05 WIB

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:53 WIB

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:52 WIB

DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi

DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:46 WIB

Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti

Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:35 WIB

Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial

Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:29 WIB

Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati

Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:28 WIB

Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk

News | Senin, 11 Mei 2026 | 20:05 WIB