Anomali Gizi Proyek PMT: KPK Butuh Sampel Biskuit untuk Jerat Koruptor Alkes Ibu Hamil

Chandra Iswinarno, Dea Hardiningsih Irianto

Selasa, 11 November 2025 | 06:50 WIB
Anomali Gizi Proyek PMT: KPK Butuh Sampel Biskuit untuk Jerat Koruptor Alkes Ibu Hamil
Ilustrasi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah tersebut kini berburu barang bukti fisik dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi PMT di Kemenkes periode 2016-2020. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • KPK sedang memburu sampel fisik biskuit program Kemenkes untuk diuji di laboratorium.

  • Nutrisi biskuit untuk balita dan ibu hamil diduga kuat dikurangi atau dihilangkan total.

  • Penemuan sampel ini menjadi kunci agar kasus korupsi bisa segera naik ke penyidikan.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini berburu barang bukti fisik yang krusial dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan makanan tambahan (PMT) di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) periode 2016-2020.

Bukti yang dicari yakni sampel biskuit yang ditujukan bagi balita dan ibu hamil, yang diduga telah dimanipulasi komposisi gizinya.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa pengujian laboratorium terhadap kandungan nutrisi biskuit tersebut menjadi kunci untuk membongkar praktik korupsi yang terjadi.

"Kami sekarang itu juga sedang mau nyari barangnya, barangnya ya itu, nanti barangnya itu yang waktu itu dibuat, karena kita harus cek juga tuh kandungannya," kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (10/11/2025).

Hipotesis utama penyidik adalah adanya pengurangan atau bahkan penghilangan nutrisi esensial, yang membuat program peningkatan gizi dan penurunan angka stunting menjadi sia-sia.

“Nah ketika campuran itu dikurangi, ini apalagi mungkin dihilangkan, yang ada tinggal tepung dan gula, walaupun ya tetap mirip, tapi ini tidak akan berpengaruh terhadap apa namanya, kesehatan dari balita, tetap akan stunting, karena kandungan gizinya tidak ada, itu yang sedang kami carikan saat ini, sedang kami carikan sampelnya," tutur Asep.

Pencarian sampel ini, menurut Asep, menjadi salah satu faktor penentu yang membuat penanganan perkara ini belum dapat dinaikkan ke tahap penyidikan.

Tanpa bukti fisik tersebut, pembuktian akan bergantung pada dokumen tertulis mengenai formula adonan.

"Mudah-mudahan ada sampelnya, nanti akan kami uji juga, yang ada memang saat ini adalah kandungan itu secara tertulis, karena setiap mau bikin makanan, bikin adonan, itu ada kandungannya yang tertulis," tambah dia.

baca juga

“Biskuit itu makanan tambahan, terakhir sudah kita ekspos terkait dengan makanan tambahan itu, masih ada yang perlu kita lengkapi lagi," katanya.

Sebelumnya, pada Kamis (17/7/2025), KPK telah mengonfirmasi dimulainya penyelidikan terkait dugaan korupsi dalam program PMT ini.

“Tindak pidana korupsi terkait itu masih lidik,” kata Asep.

KPK masih menutup rapat detail perkara, termasuk potensi tersangka, hingga proses penyelidikan dianggap rampung dan siap untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Clue-nya apa, clue-nya adalah (pengadaan) makanan bayi dan ibu hamil,” ujar Asep.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Berencana Terbitkan Sprindik Umum dalam Kasus Korupsi PMT untuk Hindari Praperadilan

KPK Berencana Terbitkan Sprindik Umum dalam Kasus Korupsi PMT untuk Hindari Praperadilan

News | Jum'at, 26 September 2025 | 09:01 WIB

Dugaan Korupsi Program Makanan Bergizi Ibu dan Anak (PMT) Rentang Tahun 2016-2020

Dugaan Korupsi Program Makanan Bergizi Ibu dan Anak (PMT) Rentang Tahun 2016-2020

News | Selasa, 22 Juli 2025 | 10:23 WIB

Skandal Korupsi PMT Bumil-Balita Diusut KPK, Kemenkes Pasrah, Kenapa?

Skandal Korupsi PMT Bumil-Balita Diusut KPK, Kemenkes Pasrah, Kenapa?

News | Sabtu, 19 Juli 2025 | 10:19 WIB

Terkini

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

KAI Pastikan Masinis Tak Sendirian Hadapi Proses Hukum Insiden Bekasi

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 05:00 WIB

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

×