Penampakan Gunung Sampah di Kolong Tol Wiyoto Wiyono, Baru Ditangani Setelah Diberitakan

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 11 November 2025 | 16:37 WIB
Penampakan Gunung Sampah di Kolong Tol Wiyoto Wiyono, Baru Ditangani Setelah Diberitakan
Tumpukan sampah di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Utara, dikeluhkan warga sekitar lantaran sudah menggunung selama hampir satu tahun. (Suara.com/Fakhri Fuadi)
baca 10 detik
  • Tumpukan sampah tersebut telah dikeluhkan warga sekitar lantaran sudah menggunung selama hampir satu tahun.
  • Tumpukan sampah sudah menggunung hingga ketinggian 3,5 meter.
  • Sebelum setahun terakhir, sampah di kawasan tersebut selalu berhasil diangkut setiap hari. 

Suara.com - Tumpukan sampah di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Utara, dikeluhkan warga sekitar lantaran sudah menggunung selama hampir satu tahun.

Sampah tersebut baru mulai diangkut setelah ramai diberitakan media massa.

Pantauan Suara.com di lokasi, tumpukan sampah sudah menggunung hingga ketinggian 3,5 meter. Sampah yang berserakan beragam, mulai dari makanan, plastik, hingga barang tak terpakai lainnya.

Baunya juga terasa cukup menyengat di bawah kolong tol. Sementara, banyak warga penghuni kolong tol yang mengambil sampah untuk daur ulang seperti plastik.

Trisno (58), warga sekitar yang juga menjadi relawan penanganan sampah di lokasi, mengatakan penumpukan itu sudah terjadi sejak tahun lalu.

Ia menyebut, permasalahan utama terletak pada keterbatasan armada pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup (LH).

“Kalau menumpuk sebenarnya udah lama, udah satu tahun kali lah. Karena kendalanya ya begitu, dari armadanya. Kadang-kadang mobil ada yang rusak, terus di tempat pembuangannya kadang-kadang macet. Mereka dari pagi sampai pagi lagi kadang baru selesai,” ujar Trisno saat ditemui di lokasi, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, sebelum setahun terakhir, sampah di kawasan tersebut selalu berhasil diangkut setiap hari. Namun kini, jumlah kendaraan pengangkut berkurang dari tujuh menjadi enam unit.

“Dulu itu sampah selalu habis. Sebenarnya di sini jatah mobil tujuh buat ngangkut sampah, tapi karena satu libur jadi enam lah yang jalan tiap hari. Kalau enam mobil itu jalan semua, tuntas, enggak ada sampah yang menumpuk,” jelas Trisno.

baca juga

Ia menambahkan, kondisi makin parah setelah tempat pembuangan sementara (TPS) di Danau Cincin, Papanggo, ditutup sementara karena perbaikan jalan.

Akibatnya, sampah dari berbagai wilayah dialihkan ke kolong tol tersebut.

“Menumpuknya ini karena awalnya tempat buang sampah di Danau Cincin itu ditutup sementara. Akhirnya dialihkan buang ke sini semua. Nah dari situ armadanya jadi tersendat, makanya sampah di sini numpuk,” ungkapnya.

Trisno menjelaskan, sejak awal tahun tumpukan sampah kian tak terkendali. Dalam sehari, lima mobil sampah bisa masuk ke lokasi, namun hanya dua yang berhasil diangkut.

“Misalnya hari ini masuk lima mobil, tapi cuma dua yang bisa diambil, berarti ada tiga ‘celengan’ yang belum dimuat,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan area di bawah tol itu sebenarnya bukan TPS resmi. Namun karena sudah lama dijadikan tempat pembuangan oleh warga, kebiasaan itu terus berlanjut.

“Sebenarnya ini bukan TPS. Karena istilahnya ini sampah masyarakat. Sampah di sini udah bertahun-tahun, mungkin ada dua puluh tahun. Awalnya dari depan, lalu pindah ke dalam. Sebenarnya enggak boleh karena mengganggu area tol, tapi namanya masyarakat, ya akhirnya seperti ini, numpuk,” ujarnya.

Tumpukan sampah di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Utara, dikeluhkan warga sekitar lantaran sudah menggunung selama hampir satu tahun. (Suara.com/Fakhri Fuadi)
Tumpukan sampah di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Utara, dikeluhkan warga sekitar lantaran sudah menggunung selama hampir satu tahun. (Suara.com/Fakhri Fuadi)

Trisno menyebut, sampah yang menumpuk berasal dari empat kelurahan, yakni Sunter Jaya, Sungai Bambu, Kebon Bawang, Warakas sebagian, dan Papanggo sebagian. Bahkan, ada juga sampah dari kegiatan di luar wilayah.

Trisno menuturkan, penanganan baru dilakukan setelah masalah tersebut ramai diberitakan dan dilaporkan warga.

Padahal sebelumnya, warga sudah mengirim aduan lewat aplikasi Cepat Respons Masyarakat (CRM), namun tidak ditanggapi.

“Mungkin kalau enggak diberitain enggak ada gebrakannya. Padahal udah di-CRM-in sama warga, laporan lewat CRM, tapi enggak ada tanggapan. Setelah diberitain, baru ditindaklanjuti,” ujarnya.

Kini, tumpukan sampah mulai berkurang setelah dilakukan pengangkutan bertahap oleh Dinas LH usai ramai diberitakan.

"Kemarin awal pertama gebrakan hari Minggu itu, langsung 16 mobil. Hari Senin 12 mobil, hari ini 9 mobil,” katanya.

“Insyaallah hari Jumat udah tuntas, udah beres semuanya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Dibuang! Sisa Makananmu Bisa Jadi Pupuk Hingga Sumber Energi Masa Depan

Jangan Dibuang! Sisa Makananmu Bisa Jadi Pupuk Hingga Sumber Energi Masa Depan

Your Say | Kamis, 18 September 2025 | 10:41 WIB

Pelat Besi Kolong Tol Dekat JIS Banyak yang Hilang Dicuri, Ini Langkah Pemprov DKI

Pelat Besi Kolong Tol Dekat JIS Banyak yang Hilang Dicuri, Ini Langkah Pemprov DKI

News | Jum'at, 25 April 2025 | 20:08 WIB

Azealia Banks Sebut Indonesia 'Tempat Sampah Dunia': Hinaan atau Keprihatinan?

Azealia Banks Sebut Indonesia 'Tempat Sampah Dunia': Hinaan atau Keprihatinan?

Lifestyle | Minggu, 13 April 2025 | 13:31 WIB

Mengapa Azealia Banks Sebut Indonesia sebagai Tempat Sampah?

Mengapa Azealia Banks Sebut Indonesia sebagai Tempat Sampah?

Lifestyle | Sabtu, 12 April 2025 | 20:43 WIB

Profil dan Kekayaan Azealia Banks, Penyanyi AS Kritik Indonesia Tempat Sampah Dunia

Profil dan Kekayaan Azealia Banks, Penyanyi AS Kritik Indonesia Tempat Sampah Dunia

Lifestyle | Sabtu, 12 April 2025 | 17:39 WIB

Terkini

Jamuan Rakyat di 40 Titik Jakarta Jadi Upaya Pemerintah Dekatkan Layanan kepada Masyarakat

Jamuan Rakyat di 40 Titik Jakarta Jadi Upaya Pemerintah Dekatkan Layanan kepada Masyarakat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Jay Idzes Gigit Jari Saat Sassuolo Lolos Coppa Italia 2026

Jay Idzes Gigit Jari Saat Sassuolo Lolos Coppa Italia 2026

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Pelatih yang Pernah Berselisih dengan Messi Semaput Kena Tempeleng Istri

Pelatih yang Pernah Berselisih dengan Messi Semaput Kena Tempeleng Istri

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Bukan Korban KMP Putri Yasmin, Jenazah di Pelabuhan Lembar Ternyata Buruh Bongkar Muat

Bukan Korban KMP Putri Yasmin, Jenazah di Pelabuhan Lembar Ternyata Buruh Bongkar Muat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:01 WIB

Masjid Agung An-Nur Pare, Bangunan Modern yang Kental dengan Arsitektur Jawa

Masjid Agung An-Nur Pare, Bangunan Modern yang Kental dengan Arsitektur Jawa

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Panduan Rute Palembang - Singapura via Jakarta: Transit Mulus Tanpa Ribet

Panduan Rute Palembang - Singapura via Jakarta: Transit Mulus Tanpa Ribet

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:58 WIB

Lepas WN Malayia? Facundo Garces Dicatat sebagai Pemain Argentina oleh Deportivo Alaves

Lepas WN Malayia? Facundo Garces Dicatat sebagai Pemain Argentina oleh Deportivo Alaves

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo

Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo

Foto | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:54 WIB

WNA India Produksi Emas Ilegal hingga 30 Kg Sehari, Sahroni Minta Pembeking Diusut

WNA India Produksi Emas Ilegal hingga 30 Kg Sehari, Sahroni Minta Pembeking Diusut

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:52 WIB

WN India Garong Emas RI 30 Kg Sehari, Sahroni Desak Polri Usut Sosok Beking di Baliknya

WN India Garong Emas RI 30 Kg Sehari, Sahroni Desak Polri Usut Sosok Beking di Baliknya

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:52 WIB

×