Habib Syakur: Gosip Dito Ariotedjo-Davina Tak Boleh Tutupi Fokus Bencana Sumatra

Bangun Santoso

Senin, 15 Desember 2025 | 12:59 WIB
Habib Syakur: Gosip Dito Ariotedjo-Davina Tak Boleh Tutupi Fokus Bencana Sumatra
Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi. (Ist)
baca 10 detik
  • Habib Syakur menilai isu Dito Ariotedjo dan Davina Karamoy upaya pengalihan fokus dari bencana alam di Sumatra.
  • Artis Davina Karamoy telah menyatakan kebingungannya, menunjukkan isu tersebut spekulasi liar tanpa dasar fakta jelas.
  • Penyebaran isu tersebut dikritik sebagai taktik mengaburkan empati publik dari tragedi kemanusiaan yang sedang terjadi.

Suara.com - Di saat ribuan warga di Sumatera berjuang melawan terjangan banjir dan longsor, ruang publik dihebohkan sebuah isu yang menyeret nama mantan Menpora Dito Ariotedjo dengan artis Davina Karamoy. Kondisi ini memicu reaksi dari Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi.

Habib Syakur menilai, isu tersebut tak lebih dari gosip murahan yang sengaja diembuskan untuk menenggelamkan empati dan perhatian publik dari tragedi kemanusiaan yang sesungguhnya, yakni bencana alam di Sumatra.

Menurutnya, ada pihak tak bertanggung jawab yang sengaja memainkan isu personal untuk mengalihkan fokus bangsa.

Ia menegaskan bahwa tuduhan yang beredar liar di media sosial itu tidak memiliki dasar fakta yang jelas. Bahkan, Davina Karamoy sebagai pihak yang terseret dalam isu tersebut sudah memberikan respons yang menunjukkan kebingungannya.

“Apa yang perlu diklarifikasi? Aku pun bingung,” ujar Davina, sebagaimana dikutip Habib Syakur.

Bagi Habib Syakur, pernyataan singkat dari Davina itu sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa isu yang digoreng hanyalah spekulasi liar. Sebuah gosip tanpa konfirmasi, tanpa bukti, dan tanpa kejelasan dari pihak-pihak yang dituduhkan.

“Ini pola lama. Ketika publik seharusnya fokus pada penderitaan rakyat akibat bencana di Sumatera, justru dimunculkan isu sensasional, gosip artis, dan tuduhan personal untuk mengaburkan empati publik,” kata Habib Syakur dalam keterangannya, dikutip Senin (15/12/2025).

Lebih jauh, ia melihat penyebaran isu semacam ini sebagai taktik yang tidak etis dan merusak kesehatan ruang publik. Mencampuradukkan gosip pribadi dengan menyeret nama pejabat negara tanpa bukti valid adalah sebuah bentuk pembunuhan karakter (character assassination) yang keji.

“Publik harus cerdas. Jangan sampai energi bangsa habis untuk isu murahan, sementara saudara-saudara kita sedang berjuang menghadapi banjir, longsor, dan dampak kemanusiaan lainnya,” ujar dia.

baca juga

Habib Syakur juga mengingatkan publik, khususnya umat Muslim, tentang ajaran fundamental dalam menerima informasi.

Ia menekankan pentingnya tabayyun atau verifikasi kebenaran sebelum menyebarkan sebuah berita. Ia pun mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an.

“Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya (tabayyun), agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal.” (QS. Al-Hujurat: 6)

Ia juga menyoroti ayat lain yang melarang keras seseorang untuk mengikuti atau menyebarkan sesuatu yang tidak diketahuinya secara pasti.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isra: 36)

Menguatkan argumennya, Habib Syakur turut mengutip sebuah hadis dari Rasulullah SAW yang mengingatkan betapa berbahayanya menyebarkan setiap informasi yang didengar tanpa disaring terlebih dahulu.

“Cukuplah seseorang dikatakan berdusta jika ia menceritakan setiap apa yang ia dengar.” (HR. Muslim)

Menurutnya, nilai-nilai luhur seperti tabayyun, kehati-hatian, dan tanggung jawab moral dalam berkomunikasi harus kembali menjadi pegangan utama di era digital yang serba cepat ini.

“Jangan karena ingin viral, lalu akal sehat dan nurani ditinggalkan. Hoaks bukan sekadar kesalahan informasi, tapi bisa menjadi kezaliman terhadap orang lain,” ujar Habib Syakur.

Ia pun secara terbuka mengajak media massa, para influencer, dan seluruh lapisan masyarakat untuk berhenti memperbesar isu personal yang minim kepentingan publik.

Habib Syakur menegaskan, saat ini seluruh perhatian dan sumber daya bangsa seharusnya tercurah pada agenda kemanusiaan, solidaritas sosial, dan aksi nyata untuk membantu para korban bencana di Sumatra.

“Bangsa ini tidak kekurangan gosip, tapi sering kekurangan empati. Mari kita jaga akal sehat publik dan jangan mudah diperalat oleh isu-isu palsu,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dihantam Isu Selingkuh Eks Menpora, Davina Karamoy Siap Tempuh Jalur Hukum?

Dihantam Isu Selingkuh Eks Menpora, Davina Karamoy Siap Tempuh Jalur Hukum?

Your Say | Senin, 15 Desember 2025 | 10:15 WIB

Buntut Isu Jadi Selingkuhan, Davina Karamoy Mendadak Dituduh Pasang KB Gara-Gara Ini

Buntut Isu Jadi Selingkuhan, Davina Karamoy Mendadak Dituduh Pasang KB Gara-Gara Ini

Entertainment | Senin, 15 Desember 2025 | 08:04 WIB

Dituduh Jadi Selingkuhan Eks Menpora, Davina Karamoy Terancam Kena Cancel Culture

Dituduh Jadi Selingkuhan Eks Menpora, Davina Karamoy Terancam Kena Cancel Culture

Entertainment | Senin, 15 Desember 2025 | 06:00 WIB

Selain Davina Karamoy, Deretan Artis Ini Juga Sempat Terseret Rumor Menjadi Sugar Baby

Selain Davina Karamoy, Deretan Artis Ini Juga Sempat Terseret Rumor Menjadi Sugar Baby

Entertainment | Minggu, 14 Desember 2025 | 14:37 WIB

Istri Dito Ariotedjo Anak Siapa? Ayah Niena Kirana Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Istri Dito Ariotedjo Anak Siapa? Ayah Niena Kirana Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Lifestyle | Minggu, 14 Desember 2025 | 14:32 WIB

Davina Karamoy Diisukan Selingkuh dengan Dito Ariotedjo, Ucapan Sang Ayah Kembali Disorot

Davina Karamoy Diisukan Selingkuh dengan Dito Ariotedjo, Ucapan Sang Ayah Kembali Disorot

Entertainment | Minggu, 14 Desember 2025 | 13:30 WIB

Terpopuler: Profil Istri Mantan Menpora Dito Ariotedjo, Sepatu Mirip On Cloud Versi Murah

Terpopuler: Profil Istri Mantan Menpora Dito Ariotedjo, Sepatu Mirip On Cloud Versi Murah

Lifestyle | Minggu, 14 Desember 2025 | 07:00 WIB

Terkini

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:55 WIB

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan

PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40 WIB

Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia

Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40 WIB

×