Eks Pimpinan KPK BW Soroti Kasus Haji yang Menggantung: Dulu, Naik Sidik Pasti Ada Tersangka

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 29 Desember 2025 | 16:13 WIB
Eks Pimpinan KPK BW Soroti Kasus Haji yang Menggantung: Dulu, Naik Sidik Pasti Ada Tersangka
Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. [Suara.com/Rakha]
baca 10 detik
  • Mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, mengkritik kebijakan penetapan tersangka saat penyidikan yang kini berbeda.
  • Ia menyoroti kasus korupsi haji yang menggantung, yang awalnya timbul akibat perseteruan politik DPR dan Kemenag.
  • Bambang mendesak KPK menuntaskan kasus warisan era Firli Bahuri tersebut yang melibatkan banyak pihak kompleks.

Suara.com - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, melontarkan kritik tajam terhadap perubahan kebijakan di internal KPK terkait penetapan status tersangka dalam sebuah penyidikan.

Secara khusus, Bambang menyoroti penanganan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji yang hingga kini dinilai masih menggantung.

Dalam unggahan di kanal YouTube pribadinya, Bambang Widjojanto, mengungkapkan adanya perbedaan mendasar antara prosedur KPK saat ini dengan periode sebelumnya.

Menurutnya, di masa lalu, peningkatan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan secara otomatis dibarengi dengan penetapan tersangka.

“Dulu itu tidak mungkin menyatakan proses penyidikan dilakukan tanpa menyebut tersangka. Begitu ada peningkatan status ke penyidikan, maka tersangka sudah harus ditetapkan. Ini agak beda ya,” ujar Bambang, dikutip Senin (29/12/2025).

Ia menilai kebijakan "penyidikan tanpa tersangka" ini merugikan publik dan para pencari keadilan karena menciptakan ketidakpastian hukum.

"Masyarakat dibuat menunggu-nunggu dan tidak pasti," kata dia.

Bambang menyebut kasus haji ini sangat menarik perhatian karena berawal dari skandal politik, yakni perseteruan hebat antara DPR RI dengan Kementerian Agama.

Ia juga menyinggung bagaimana nama Presiden Joko Widodo sempat terbawa dalam pusaran kebijakan tersebut.

baca juga

“Kasus ini menjadi terbongkar ketika DPR membongkar kasus ini. Ada skandal politik yang menjadi awal karena DPR bertarung dengan Kementerian Agama. Di situ kemudian Presiden Jokowi juga disebut-sebut, atau dipakailah bahwa ini karena kebijakan Presiden,” jelas Bambang.

Lebih jauh, Bambang memaparkan bahwa kasus ini memiliki kompleksitas tinggi karena diduga "menyerempet" kepentingan organisasi Islam terbesar di Indonesia, yang belakangan juga dikaitkan dengan isu konsesi tambang.

Ilustrasi gedung KPK mengungkapkan sudah ada tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa penerimaan gratifikasi pada pengadaan barang dan jasa di lingkungan MPR RI. (Antara)
Ilustrasi gedung KPK. (Antara)

“Suka atau tidak suka, kasus ini akhirnya menyerempet pada satu organisasi Islam terbesar juga di Indonesia. Dan itu kemudian sebagiannya diduga mempengaruhi apa yang terjadi hari ini,” ungkapnya.

Dalam penjelasannya, Bambang juga mengingatkan publik bahwa penyidikan ini telah menyentuh berbagai lapisan, mulai dari ratusan biro perjalanan umrah dan haji, hingga pemanggilan tokoh-tokoh populer.

“Beberapa nama kondang juga disebut. Kalau masih ingat, Ustaz Khalid Basalamah dipanggil oleh KPK. Yang paling mutakhir kemudian juga menyangkut mertua dari Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga), itu juga disebut-sebut. Ini luar biasa sekali,” paparnya.

Bambang menekankan bahwa kasus haji ini merupakan "warisan" dari kepemimpinan KPK era Firli Bahuri.

Ia mendesak pimpinan KPK saat ini untuk segera menuntaskan kasus tersebut, terutama mengingat momentum Idul Adha yang akan kembali tiba dalam beberapa bulan ke depan.

“Kasus ini sebenarnya warisan dari pimpinan KPK sebelumnya, Firli. Mudah-mudahan pimpinan KPK sekarang bisa menyelesaikan. Masa sudah setahun lebih, mau menjelang Idul Adha lagi, kasus ini belum selesai juga?” pungkasnya.

Reporter: Safelia Putri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Izin Tambang Nikel Konawe Utara Dihentikan, Ini Penjelasan KPK

Kasus Izin Tambang Nikel Konawe Utara Dihentikan, Ini Penjelasan KPK

News | Senin, 29 Desember 2025 | 13:26 WIB

KPK Panggil Eks Sekdis Kabupaten Bekasi yang Sempat Diamankan Saat OTT

KPK Panggil Eks Sekdis Kabupaten Bekasi yang Sempat Diamankan Saat OTT

News | Senin, 29 Desember 2025 | 12:37 WIB

Eks Pimpinan KPK 'Semprot' Keputusan SP3 Kasus Korupsi Tambang Rp2,7 Triliun: Sangat Aneh!

Eks Pimpinan KPK 'Semprot' Keputusan SP3 Kasus Korupsi Tambang Rp2,7 Triliun: Sangat Aneh!

News | Minggu, 28 Desember 2025 | 14:00 WIB

Diduga Sarat Potensi Korupsi, KPK-Kejagung Didesak Periksa Bupati Nias Utara, Kasus Apa?

Diduga Sarat Potensi Korupsi, KPK-Kejagung Didesak Periksa Bupati Nias Utara, Kasus Apa?

News | Jum'at, 26 Desember 2025 | 21:00 WIB

KPK Hentikan Kasus Korupsi Nikel Rp2,7 T Konawe Utara, Padahal Sudah Ada Tersangka

KPK Hentikan Kasus Korupsi Nikel Rp2,7 T Konawe Utara, Padahal Sudah Ada Tersangka

News | Jum'at, 26 Desember 2025 | 17:44 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×