5 RT di Kepulauan Seribu Masih Terendam Banjir Rob Setinggi 20 Cm

Sabtu, 03 Januari 2026 | 14:15 WIB
5 RT di Kepulauan Seribu Masih Terendam Banjir Rob Setinggi 20 Cm
Ilustrasi banjir rob di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • BPBD DKI Jakarta pada Sabtu (3/1/2026) melaporkan lima RT Kepulauan Seribu masih tergenang banjir rob setinggi 10-20 cm.
  • Penanganan banjir dilakukan personel gabungan dengan fokus penyedotan genangan dan pengecekan saluran air setempat.
  • Genangan rob telah surut sepenuhnya di Marunda, Pluit, dan Jalan RE Martadinata di depan JIS hari itu.

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan perkembangan terkini mengenai genangan air di sejumlah wilayah Ibu Kota pada Sabtu (3/1/2026).

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyebutkan bahwa hingga pukul 13.00 WIB, data BPBD menunjukkan terdapat lima Rukun Tetangga (RT) di wilayah Kepulauan Seribu yang masih terendam banjir pesisir atau rob.

Wilayah terdampak mencakup satu RT di Kelurahan Pulau Kelapa, dua RT di Kelurahan Pulau Panggang, dan dua RT di Kelurahan Pulau Pari.

Ketinggian air yang menggenangi kawasan pesisir tersebut bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga 20 sentimeter.

"Situasi masih dalam penanganan," ujar Yohan dalam keterangan tertulis.

Proses penanganan dilakukan BPBD DKI Jakarta bersama personel gabungan antar dinas terkait untuk mengupayakan agar genangan dapat segera diatasi.

"Melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat," papar Yohan.

Kendati demikian, genangan dilaporkan telah surut sepenuhnya di Kelurahan Marunda, Kelurahan Pluit, serta Jalan RE Martadinata di depan Jakarta International Stadium (JIS).

Pagi tadi, ketiga kawasan tersebut juga sempat tergenang rob dengan tingkat ketinggian air yang bervariasi.

Baca Juga: Pintu Air Pasar Ikan Siaga 1, Warga Pesisir Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob

Bencana banjir rob sendiri terjadi imbas fenomena pasang maksimum air laut yang terjadi bersamaan dengan fase Bulan Purnama dan Perigee memicu peningkatan ketinggian pasang air laut secara signifikan.

Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati terhadap potensi genangan yang mungkin terjadi sewaktu-waktu. 

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI