Jakarta Tenggelam Lagi, Modifikasi Cuma Solusi 'Semu', Infrastruktur Biang Keroknya?

Bangun Santoso, Adiyoga Priyambodo

Selasa, 13 Januari 2026 | 12:18 WIB
Jakarta Tenggelam Lagi, Modifikasi Cuma Solusi 'Semu', Infrastruktur Biang Keroknya?
Pengendara melewati banjir yang menggenang di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (12/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Jakarta tergenang banjir sejak Senin (12/1/2026) akibat hujan intensitas tinggi, melumpuhkan mobilitas warga dan merendam puluhan RT.
  • Pengamat tata kota Azis Muslim menyatakan infrastruktur penangkal banjir belum optimal menjadi penyebab utama banjir berulang.
  • Pemerintah didorong meningkatkan drainase dan pengerukan kali, sebab Teknologi Modifikasi Cuaca bukanlah solusi jangka panjang.

Suara.com - Jakarta kembali dikepung banjir akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah ibu kota sejak Senin (12/1/2026).

Luapan air merendam puluhan Rukun Tetangga (RT) serta sejumlah ruas jalan vital di ibu kota hingga melumpuhkan mobilitas warga.

Pengamat tata kota, M. Azis Muslim, memberikan sorotan tajam terhadap fenomena klasik yang terus berulang tanpa penyelesaian tuntas tersebut.

"Jadi kalau kita perhatikan ya, bagaimana banjir di Jakarta hari ini, banyak sekali hal yang memang mesti menjadi catatan kita," ujar Azis dalam keterangannya kepada Suara.com lewat sambungan telepon.

Ia menilai, durasi hujan yang sangat panjang dari malam hingga siang hari menjadi pemicu utama munculnya genangan air di berbagai wilayah Jakarta.

Persoalan fundamental yang Azis garis bawahi adalah kapasitas infrastruktur penangkal banjir yang hingga kini masih jauh dari kata optimal.

"Curah hujan ini yang saya rasa menjadi penyebab utama banjir yang saat ini terjadi, ditambah lagi dengan kapasitas infrastruktur penangkal banjir yang juga belum optimal," katanya.

Azis juga menyentil bahwa persoalan banjir di Jakarta kerap kali hanya berakhir menjadi bahan kampanye politik yang tidak pernah terselesaikan dengan nyata.

"Sepanjang berdirinya Jakarta, kan banjir ini tuh memang menjadi satu PR besar ya buat siapapun pemerintah yang berkuasa. Nah, itu juga seringkali kan menjadi bahan-bahan kampanye yang tidak pernah terselesaikan," ucapnya.

baca juga

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat didorong untuk segera meningkatkan kualitas sistem drainase, agar air mampu tersalurkan dengan baik hingga ke hilir.

Meskipun saat ini pemerintah sering mengandalkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), Azis mengingatkan bahwa hal itu bukanlah solusi tunggal yang bisa diandalkan selamanya.

"Memang saat ini TMC menjadi salah satu solusi jangka pendek ya untuk bisa mengatur mengendalikan intensitas hujan, tapi tentu ini nggak bisa menjadi satu-satunya solusi untuk mengatasi banjir," tegasnya.

Ia pun menyoroti kondisi khusus di wilayah Cilandak Timur, di mana tanggul baru di sana tetap tidak mampu menampung debit air Kali Krukut yang meluap.

Pemerintah diminta segera melakukan pengerukan kali secara masif, guna menambah volume daya tampung air serta melakukan perawatan intensif terhadap tanggul-tanggul yang ada.

"Sehingga kapasitas untuk menampung airnya itu juga akan lebih banyak," jelas Azis.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa penanganan banjir Jakarta harus disiapkan melalui mekanisme tata kelola infrastruktur yang berkelanjutan.

"Itu saya rasa yang jadi PR kita semua," pungkas Azis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Giliran Ancaman Banjir Rob Hantui Pesisir Jakarta hingga 20 Januari

Giliran Ancaman Banjir Rob Hantui Pesisir Jakarta hingga 20 Januari

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 11:49 WIB

Waspada! Tol Bandara Soetta Tergenang Pagi Ini, Lalu Lintas Macet Merayap

Waspada! Tol Bandara Soetta Tergenang Pagi Ini, Lalu Lintas Macet Merayap

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 11:19 WIB

Tol Arah Bandara Soetta Masih Terendam, Lalin Tersendat, Cek Titik Genangan Ini

Tol Arah Bandara Soetta Masih Terendam, Lalin Tersendat, Cek Titik Genangan Ini

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 11:14 WIB

Sempat Tenggelam 1 Meter, Banjir Jakarta Selatan Akhirnya Surut Total Dini Hari

Sempat Tenggelam 1 Meter, Banjir Jakarta Selatan Akhirnya Surut Total Dini Hari

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 10:48 WIB

Jakarta Belum Kering dari Banjir, BMKG Kembali Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

Jakarta Belum Kering dari Banjir, BMKG Kembali Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 10:11 WIB

Banjir Jakarta Utara, 643 Warga Semper Barat Mengungsi, Kapolda: Kami Pastikan Terlayani dengan Baik

Banjir Jakarta Utara, 643 Warga Semper Barat Mengungsi, Kapolda: Kami Pastikan Terlayani dengan Baik

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 08:47 WIB

Banjir Jakarta, Sekitar 1.600 Warga Masih Mengungsi hingga Selasa Pagi

Banjir Jakarta, Sekitar 1.600 Warga Masih Mengungsi hingga Selasa Pagi

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 07:46 WIB

Terkini

Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi

Hampir Semua Layanan Publik di Jakarta Kini Gratis, Warga Diminta Ikut Awasi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14 WIB

Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya

Apakah Boleh Cuci Muka Pakai Air Hangat saat Mandi? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:13 WIB

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Bukan Sekadar Wisata, Ini Cara Kang Edai Menggerakan Kemiren

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar

Birokrasi di Era Digital: Saat Keruwetan Administrasi Pindah ke Layar

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB

GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!

GEMPAR di Pasar Ngino, Yuk Nonton Jathilan Sambil Nglarisi Pedagang!

Jogja | Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:36 WIB

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:30 WIB

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:16 WIB

×