Waspada! Ini 9 Daerah Rawan dan Langganan Banjir di Jakarta

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 13 Januari 2026 | 15:00 WIB
Waspada! Ini 9 Daerah Rawan dan Langganan Banjir di Jakarta
Kendaraan truk melewati banjir yang menggenang di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (12/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Januari 2026, Jakarta menghadapi banjir akibat curah hujan ekstrem dan kiriman debit air dari hulu.
  • Lima daerah rawan banjir diidentifikasi: Kampung Melayu, Cilandak Timur, Pondok Labu, Rawa Terate, dan Rawa Buaya.
  • Penyebab banjir bervariasi, meliputi luapan sungai, drainase buruk, kondisi geografis cekungan, serta sedimentasi.

Suara.com - Memasuki Januari 2026, wajah ibu kota kembali dibayangi tantangan klasik: kepungan air.

Curah hujan ekstrem yang mengguyur Jakarta selama dua hari terakhir, ditambah kiriman debit air dari hulu, memaksa ribuan warga kembali bersiaga.

Kondisi geografis Jakarta yang unik membuat setiap wilayah memiliki "cerita" banjirnya masing-masing. Mulai dari luapan sungai besar hingga buruknya drainase lokal.

Berikut adalah 5 daerah rawan banjir yang patut Anda waspadai:

1. Kampung Melayu, Jakarta Timur

Kampung Melayu merupakan salah satu daerah di Jakarta Timur yang sering terdampak dan menjadi daerah rawan terkena banjir.

Selain disebabkan oleh curah hujan yang tinggi di dua hari terakhir ini, meluapnya kali Ciliwung juga menjadi salah satu sebab pemicu banjir di daerah Kampung Melayu dan sekitarnya.

Daerah ini juga menjadi salah satu wilayah dengan resiko tertinggi saat debit air di kali Ciliwung meningkat karena adanya kiriman air dari daerah Hulu atau bendungan katulampa Bogor.

Terjadinya banjir terakhir di daerah Kampung Melayu pada Senin, (12/1/2026), ketinggian air semula berada di angka sekitar 25 cm kemudian kian meningkat pada siang hari mencapai 1 Meter.

baca juga
Personel polisi membantu warga mengevakuasi sepeda motor saat banjir di Komplek Polri Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta, Selasa (18/11/2025). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym]
Personel polisi membantu warga mengevakuasi sepeda motor saat banjir di Komplek Polri Pondok Karya, Mampang Prapatan, Jakarta, Selasa (18/11/2025). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym]

2. Cilandak Timur, Jakarta Selatan

Wilayah Cilandak Timur, Jakarta Selatan juga termasuk salah satu daerah rawan banjir secara kilat yang secara cepat merendam permukiman. Meluapnya kali Krukut menjadi salah satu penyebab daerah tersebut dapat dikatakan rawan terjadi banjir.

Saat hujan lebat turun di area hulu atau lokal, air bergerak dengan kecepatan tinggi menuju titik rendah. Akibatnya, pemukiman warga dapat terendam dalam hitungan kurang dari satu jam setelah hujan turun dengan intensitas tinggi.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, wilayah ini sempat mencatat rekor genangan yang sangat signifikan. Banjir terakhir yang melanda pemukiman warga mencapai ketinggian 95 centimeter yang hampir mencapai satu meter.

3. Pondok Labu, Jakarta Selatan

Wilayah Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan yang tak jauh dari daerah Cilandak Timur juga terkenal dengan daerah langganan banjir akibat pertemuan dari beberapa anak sungai, seperti kali Grogol dan kali Krukut dan beberapa saluran air penghubung.

Selain sungai besar, beban ini ditambah dengan aliran dari berbagai Saluran Penghubung yang bermuara di sana. Jika sungai utama sudah penuh, air dari saluran penghubung tidak bisa masuk ke sungai dan justru berbalik arah ke pemukiman.

Selain itu, faktor seperti drainase yang tidak mampu menampung aliran air dari dataran yang lebih tinggi, penurunan muka tanah, hingga dampak pembangunan yang mengurangi resapan air juga menjadi pemicu terjadinya banjir di daerah tersebut.

4. Rawa Terate, Jakarta Timur

Wilayah Rawa Terate di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, secara historis tercatat sebagai salah satu titik banjir paling krusial di wilayah timur Jakarta.

Kawasan ini pernah mengalami salah satu bencana banjir terparah dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter, yang tidak hanya merendam pemukiman warga tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Tingginya curah hujan lokal seringkali tidak diimbangi dengan kapasitas saluran drainase yang memadai. Sebagai kawasan yang bersinggungan langsung dengan Kawasan Industri, banyak saluran air di Rawa Terate yang mengalami penyempitan atau tersumbat oleh sedimentasi lumpur serta limbah domestik, sehingga daya tampung air menurun.

Faktor utama lainnya adalah meluapnya Kali Cakung yang melintasi wilayah tersebut. Ketika debit air kiriman dari hulu meningkat, sungai ini tidak lagi mampu menampung volume air, menyebabkan air meluber hingga ke jalan raya dan masuk ke dalam rumah-rumah warga.

5. Rawa Buaya, Jakarta Barat

Rawa Buaya, Jakarta Barat adalah salah satu daerah yang kondisi tanahnya berbentuk cekung sehingga rawan dan sering terjadinya banjir.

Secara teknis, posisi daratan di wilayah ini berada pada elevasi yang sangat rendah, bahkan di beberapa titik berada di bawah permukaan air sungai saat kondisi pasang atau hujan lebat.

Kali Mookervart seringkali mengalami kelebihan beban karena harus menampung debit air dari curah hujan lokal sekaligus aliran dari sungai-sungai kecil di sekitarnya.

Ketika permukaan air Kali Mookervart naik melebihi tanggul, air akan langsung tumpah ke wilayah Rawa Buaya yang elevasinya lebih rendah, merendam pemukiman padat penduduk serta melumpuhkan jalur-jalur utama. Ketinggian air di Rawa Buaya sangat bergantung pada status bendung di wilayah hulu (seperti Bendung Katulampa), yang tidak bisa diperkirakan berapa lamanya sampai ke daerah Rawa Buaya.

6. Mampang, Jakarta Selatan

Wilayah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, khususnya di kawasan permukiman Pondok Karya, telah lama menjadi titik krusial yang terjebak dalam masalah banjir berulang setiap kali intensitas curah hujan meningkat, baik akibat hujan lokal maupun kiriman. Faktor yang memicu kondisi ini adalah meluapnya aliran Kali Mampang, yang kapasitas penampungannya saat ini dinilai sudah tidak lagi memadai untuk mengimbangi lonjakan debit air yang ekstrem.

Genangan air yang dikatakan cukup tinggi hingga merendam pemukiman di daerah tersebut membuat aktivitas masyarakat sehari-hari terganggu dan membuat mobilitas warga menjadi sulit, khususnya bagi anak-anak dan lansia.

Warga setempat juga sering menyebut daerah Pondok Karya Mampang kerap dilanda banjir, terutama saat hujan deras maupun saat terjadi kiriman dari wilayah Bogor, Jawa Barat.

7. Kelapa Gading, Jakarta Utara

Wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara ini dibangun di atas lahan yang dulunya merupakan rawa. Akibatnya, air hujan lokal dengan intensitas tinggi sering kali terperangkap dan tidak dapat mengalir secara alami keluar dari kawasan Boulevard.

Langganan genangan air setinggi 30 hingga 50 centimeter di Jalan Boulevard Barat dan Boulevard Timur telah menjadi momok menakutkan yang secara efektif memutus aksesibilitas menuju kawasan bisnis paling sibuk di Jakarta Utara. Ketika banjir melanda, pusat perbelanjaan dan gedung-gedung perkantoran yang biasanya ramai menjadi sulit dijangkau, memaksa para pelaku usaha dan pekerja kehilangan waktu produktif mereka.

Pelumpuhan jalur utama ini merembet pada kekacauan lalu lintas di jalur-jalur arteri dan sekitarnya, yang memicu penumpukan volume kendaraan luar biasa hingga mencapai kawasan industri Pulo Gadung dan area pemukiman di Sunter.

8. Pesanggerahan, Jakarta Barat

Berbeda dengan Kelapa Gading, banjir di Pesanggrahan, Jakarta Barat, lebih didominasi oleh pergerakan air sungai yang melintasi perbatasan antara Jakarta, Tangerang, dan Bogor. Kali Pesanggrahan memiliki karakter aliran yang deras dan debit yang sangat besar saat hujan turun di wilayah hulu. Karena lebar sungai yang mengalami penyempitan di beberapa titik pemukiman, air dengan cepat meluber ke daratan.

Luapan Kali Pesanggrahan sering kali menggenangi jalan arteri, hal ini mengakibatkan kemacetan parah yang berdampak pada mobilitas kendaraan dari arah Tangerang menuju Jakarta Pusat.

Pemukiman yang berada tepat di pinggiran sungai sering kali terendam secara mendadak. Banjir terakhir di daerah ini tercatat mencapai ketinggian 80 cm hingga 1 meter di beberapa titik terendah.

9. Kedoya, Jakarta Barat

Wilayah Kedoya di Jakarta Barat juga menjadi perhatian serius dalam peta mitigasi bencana. Terbagi menjadi Kedoya Utara dan Kedoya Selatan, kawasan ini memiliki karakteristik unik yang membuatnya rentan terendam banjir saat musim penghujan tiba.

Tak lain penyebab dari banjir di daerah tersebut karena intensitas curah hujan yang tinggi, banjir tersebut juga menyebabkan kepadatan lalu lintas dan daerah permukiman warga yang menggenang.

Salah satu dampak paling nyata dari banjir di Kedoya adalah lumpuhnya jalan panjang. Sebagai urat nadi transportasi yang menghubungkan Jakarta Barat menuju Jakarta Selatan.

Genangan air yang biasanya berada di angka 30-40 cm di daerah Kedoya salah satunya di Jalan Panjang tidak hanya memutus akses bagi kendaraan roda dua, tetapi juga mengakibatkan kemacetan horor yang mengekor hingga ke wilayah Daan Mogot. Jalur Bus TransJakarta juga yang melintasi wilayah ini pun sering kali harus mengalami pengalihan rute atau penghentian layanan sementara demi keamanan operasional.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Daerah Jakarta Masuk Kategori Siaga Banjir, Pompa Kali Asin Sempat Tembus Level Merah!

5 Daerah Jakarta Masuk Kategori Siaga Banjir, Pompa Kali Asin Sempat Tembus Level Merah!

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 12:24 WIB

Jakarta Tenggelam Lagi, Modifikasi Cuma Solusi 'Semu', Infrastruktur Biang Keroknya?

Jakarta Tenggelam Lagi, Modifikasi Cuma Solusi 'Semu', Infrastruktur Biang Keroknya?

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 12:18 WIB

Tol Arah Bandara Soetta Masih Terendam, Lalin Tersendat, Cek Titik Genangan Ini

Tol Arah Bandara Soetta Masih Terendam, Lalin Tersendat, Cek Titik Genangan Ini

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 11:14 WIB

Sempat Tenggelam 1 Meter, Banjir Jakarta Selatan Akhirnya Surut Total Dini Hari

Sempat Tenggelam 1 Meter, Banjir Jakarta Selatan Akhirnya Surut Total Dini Hari

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 10:48 WIB

Terkini

Apakah Staf Khusus Kementerian Dapat Uang Pensiun? Simak Aturan Resminya

Apakah Staf Khusus Kementerian Dapat Uang Pensiun? Simak Aturan Resminya

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Mandatalam Earth Run 2026 1 BIB 1 Bibit: Hadir di 3 Kota, Satu Langkah untuk Bumi yang Lebih Hijau

Mandatalam Earth Run 2026 1 BIB 1 Bibit: Hadir di 3 Kota, Satu Langkah untuk Bumi yang Lebih Hijau

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:16 WIB

5 Rekomendasi Cushion untuk Menutupi Kulit Kusam dan Flek Hitam sesuai Review

5 Rekomendasi Cushion untuk Menutupi Kulit Kusam dan Flek Hitam sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Perempuan Suku Anak Dalam Rawat Pengetahuan Obat Leluhur Lewat Kebun di Pekarangan

Perempuan Suku Anak Dalam Rawat Pengetahuan Obat Leluhur Lewat Kebun di Pekarangan

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Selamat Jalan Martha Tilaar: Perjalanan sang Maestro Kosmetik Indonesia yang Bermodal Niat di Garasi

Selamat Jalan Martha Tilaar: Perjalanan sang Maestro Kosmetik Indonesia yang Bermodal Niat di Garasi

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Kulit Sawo Matang Bingung Pakai Baju Warna Apa? Ini 10 Pilihan Paling Sempurna untuk Segala Acara

Kulit Sawo Matang Bingung Pakai Baju Warna Apa? Ini 10 Pilihan Paling Sempurna untuk Segala Acara

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:14 WIB

Punya Darah Indonesia, Wonderkid Arsenal Demiane Agustien Terkendala Aturan FIFA Dinaturalisasi?

Punya Darah Indonesia, Wonderkid Arsenal Demiane Agustien Terkendala Aturan FIFA Dinaturalisasi?

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:11 WIB

6 Sepatu Jalan Diadora di Bawah Rp500 Ribu, Empuk dan Nyaman di Kantong

6 Sepatu Jalan Diadora di Bawah Rp500 Ribu, Empuk dan Nyaman di Kantong

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:11 WIB

RUPSLB GOTO Setujui Pembatalan 32 Miliar Saham Tresuri

RUPSLB GOTO Setujui Pembatalan 32 Miliar Saham Tresuri

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Belum Terkalahkan di Super League, Persija Bidik Kemenangan Kelima di Markas Persita

Belum Terkalahkan di Super League, Persija Bidik Kemenangan Kelima di Markas Persita

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:06 WIB

×