Didakwa Korupsi, Noel Malah Ngaku Ingin Jadi Pimpinan atau Jubir KPK

Vania Rossa, Dea Hardiningsih Irianto

Senin, 02 Februari 2026 | 15:10 WIB
Didakwa Korupsi, Noel Malah Ngaku Ingin Jadi Pimpinan atau Jubir KPK
Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/1/2026). [Suara.com/Dea]
baca 10 detik
  • Mantan Wamenaker Noel menyatakan ingin memimpin atau menjadi juru bicara KPK setelah kasusnya selesai.
  • Noel didakwa menerima gratifikasi Rp 3,365 miliar dan satu motor Ducati terkait pengurusan sertifikat K3 Kemnaker.
  • Ia bersama beberapa terdakwa lain didakwa melakukan pemerasan total senilai Rp 6,5 miliar dari pemohon sertifikasi K3.

Suara.com - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel mengaku memiliki niat untuk menjadi pimpinan atau juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu dia sampaikan jelang sidang kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang menjadikan Noel dan kawan-kawan sebagai terdakwa.

Menurut Noel, harapan itu akan ia realisasikan setelah perkara yang menjeratnya rampung.

"Ya saran sedikit buat KPK, setelah selesai kasus saya ini saya mau menjadi pimpinan KPK, saya mau jadi mimpin KPK," kata Noel di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/2/2026).

Jika harapan untuk menjadi pimpinan KPK sulit terwujud, Noel mengaku ingin menjadi juru bicara KPK menggantikan Budi Prasetyo.

"Atau seidiot-idiotnya saya jadi juru bicara KPK. Itu cita-cita saya yang paling bodoh dan paling idiot jadi juru bicara KPK," ujar Noel.

Dalam perkara ini, Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel didakwa menerima gratifikasi sejumlah Rp 3,3 miliar (Rp3.365.000.000) dan satu unit sepeda motor Ducati Scrambler warna biru dongker.

“Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan telah melakukan perbarengan beberapa tindak pidana yang harus dipandang sebagai tindak pidana yang berdiri sendiri,menerima gratifikasi yaitu terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan baik secara langsung maupun tidak langsung, telah menerima uang yang seluruhnyaberjumlah Rp3.365.000.000,00 dan barang berupa 1 unit sepeda motor Ducati Scrambler warna biru dongker, yang berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya yaitu berhubungan dengan jabatan terdakwa,” kata jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

Uang dan sepeda motor diberikan itu diduga oleh ASN Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak swasta.

baca juga

Atas perbuatannya, Noel didakwa melanggar Pasal 12 B juncto Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 127 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Di sisi lain, jaksa KPK juga mendakwa Noel telah menerima suap dan pemerasan sebesar Rp 70 juta dari total keseluruhan nilai pemerasan sebanyak Rp 6,5 miliar bersama sejumlah saksi terdakwa lain, di antaranya Fahrurozi, Hery Sutanto, Subhan, Gerry Aditya Herwanto Putra, Irvian Bobby Mahendro, Sekarsari Kartika Putri, Anitasari Kusumawati, dan Supriadi.

“Telah turut serta melakukan perbarengan beberapa Tindak Pidana yang harus dipandang sebagai Tindak Pidana yang berdiri sendiri, dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain, yaitu menguntungkan diri Terdakwa Immanuel Ebenezer Gerungan sebesar Rp 70 juta,” ujar jaksa.

Noel dan kawan-kawan disebut memaksa para pemohon sertifikasi K3 untuk membayar uang dengan jumlah keseluruhan mencapai Rp 6,5 miliar (Rp 6.522.360.000).

Selain Noel, jaksa juga menyebut terdakwa lainnya, yaitu Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 Irvian Bobby Mahendro mendapatkan Rp 978,3 juta (Rp978.354.000), Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Gerry Aditya Herwanto Putra Rp 652,2 juta (Rp652.236.000), dan Sub Koordinator Keselamatan Kerja Ditjen Bina K3 Subhan Rp 326,1 juta (Rp326.118.000).

Kemudian, Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Anita Kusumawati menerima Rp326,1 juta (Rp326.118.000), Ditjen Binwasnaker dan K3 Fahrurozi Rp 270,9 juta (Rp270.955.000), dan Direktur Bina Kelembagaan Hery Sutanto Rp 652,2 juta (Rp652.236.000).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Terima Diminta Jubir KPK untuk Fokus Jalani Sidang, Noel: Juru Nyinyir!

Tak Terima Diminta Jubir KPK untuk Fokus Jalani Sidang, Noel: Juru Nyinyir!

News | Senin, 02 Februari 2026 | 14:07 WIB

Ngaku Cuma Mengingatkan Tapi Dapat Respon Negatif dari Purbaya, Noel: Sekelas Menteri Saja Idiot!

Ngaku Cuma Mengingatkan Tapi Dapat Respon Negatif dari Purbaya, Noel: Sekelas Menteri Saja Idiot!

News | Senin, 02 Februari 2026 | 14:02 WIB

Tanggapi Pernyataan Noel Soal Purbaya Bakal 'Di-Noel-kan', Ketua KPK: Kita Tak Pernah Target Ini Itu

Tanggapi Pernyataan Noel Soal Purbaya Bakal 'Di-Noel-kan', Ketua KPK: Kita Tak Pernah Target Ini Itu

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 18:38 WIB

Terkini

6 Program Prioritas Suyudi Jika Jadi Kapolri

6 Program Prioritas Suyudi Jika Jadi Kapolri

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Usai Rampok-Bunuh Wakil Rektor ITB Kabanjahe, Pelaku Sempat Sewa PSK di Medan

Usai Rampok-Bunuh Wakil Rektor ITB Kabanjahe, Pelaku Sempat Sewa PSK di Medan

Sumut | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:35 WIB

John Herdman Menilai Tekanan Tinggi Justru Jadi Motivasi Pemain Timnas Indonesia Hadapi Bangladesh

John Herdman Menilai Tekanan Tinggi Justru Jadi Motivasi Pemain Timnas Indonesia Hadapi Bangladesh

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Kita Sibuk Menghemat Seribu Rupiah, tapi Membuang Satu Jam dengan Percuma

Kita Sibuk Menghemat Seribu Rupiah, tapi Membuang Satu Jam dengan Percuma

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Riwayat Jabatan dan Tanda Jasa Listyo Sigit Sebelum Dicopot dari Kapolri

Riwayat Jabatan dan Tanda Jasa Listyo Sigit Sebelum Dicopot dari Kapolri

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Siang Ini Prabowo Lantik Kapolri Baru dan Sejumlah Pejabat: Ada yang Rangkap Jabatan?

Siang Ini Prabowo Lantik Kapolri Baru dan Sejumlah Pejabat: Ada yang Rangkap Jabatan?

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:25 WIB

BPS: Inflasi September 2026 Naik 0,30 Persen, Harga Makanan Jadi Biang Kerok

BPS: Inflasi September 2026 Naik 0,30 Persen, Harga Makanan Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Prabowo Bikin Badan Gambut dan Mangrove Baru, WALHI Riau: Seperti Dejavu

Prabowo Bikin Badan Gambut dan Mangrove Baru, WALHI Riau: Seperti Dejavu

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:24 WIB

Kulkas Harus Dicabut saat Mati Lampu? Ini Langkah yang Benar agar Tak Rusak

Kulkas Harus Dicabut saat Mati Lampu? Ini Langkah yang Benar agar Tak Rusak

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Diperiksa Bareskrim Usai Jadi Tersangka 4 Perkara, Bupati Gowa Irit Bicara saat Ditanya Wartawan

Diperiksa Bareskrim Usai Jadi Tersangka 4 Perkara, Bupati Gowa Irit Bicara saat Ditanya Wartawan

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:22 WIB

×