Siapa Penjahit Bendera Merah Putih? Ini Sosok Perempuan di Balik Berkibarnya Bendera Pusaka

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 17 Agustus 2026 | 11:20 WIB
Siapa Penjahit Bendera Merah Putih? Ini Sosok Perempuan di Balik Berkibarnya Bendera Pusaka
Purna Paskibraka 2025 Sultana Najwa membawa baki duplikat Bendera Pusaka Merah Putih menuju Kereta Kencana Garuda Prabayaksa saat Kirab Merah Putih HUT ke-81 Republik Indonesia di Monas, Jakarta, Senin (17/8/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Fatmawati menjahit bendera Merah Putih dengan tangan pada awal Agustus 1945 di tengah keterbatasan persiapan kemerdekaan Indonesia.
  • Bendera hasil jahitan tangan tersebut pertama kali dikibarkan saat upacara Proklamasi Kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.
  • Pemerintah berhenti menggunakan Bendera Pusaka pada upacara kenegaraan sejak tahun 1969 karena kondisi kainnya yang semakin rapuh.

Suara.com - Di balik berkibarnya Merah Putih saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, terdapat peran seorang perempuan yang menjahit sendiri bendera tersebut dengan tangan.

Perempuan yang dimaksud adalah Fatmawati, istri Soekarno yang turut menjadi bagian dari perjalanan sejarah lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka.

Bendera hasil jahitannya pertama kali dikibarkan dalam upacara Proklamasi di halaman rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.

Seiring perjalanan sejarah, bendera tersebut kemudian dikenal sebagai Bendera Pusaka dan menjadi salah satu benda bersejarah yang memiliki nilai simbolis sangat tinggi bagi bangsa Indonesia.

Siapa Penjahit Bendera Merah Putih?

Profil Fatmawati, Istri Presiden Soekarno yang Jahit Bendera Pusaka (Instagram/@puti_soekarno)
Profil Fatmawati, Istri Presiden Soekarno yang Jahit Bendera Pusaka (Instagram/@puti_soekarno)

Penjahit Bendera Pusaka Merah Putih adalah Fatmawati, perempuan kelahiran Bengkulu, 5 Februari 1923, yang merupakan putri Hassan Din dan Siti Chadijah.

Hubungan Fatmawati dengan Soekarno mulai terjalin ketika Soekarno menjalani masa pengasingan di Bengkulu pada 1938. Kedekatan tersebut kemudian berkembang hingga Fatmawati menikah dengan Soekarno pada 1 Juni 1943.

Menjelang Proklamasi Kemerdekaan, situasi politik Indonesia berada dalam kondisi yang penuh ketidakpastian setelah Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II. Dalam situasi tersebut, persiapan menuju kemerdekaan dilakukan dengan berbagai keterbatasan.

Fatmawati kemudian menjahit bendera yang kelak dikibarkan pada hari Proklamasi. Berdasarkan catatan Fatmawati dalam buku Fatmawati: Catatan Kecil Bersama Bung Karno yang terbit pada 1981, pengerjaan bendera dilakukan menggunakan tangan pada awal Agustus 1945.

Kain yang digunakan berupa kain mori yang tersedia di rumah. Keterbatasan peralatan membuat Fatmawati mengerjakan bendera tersebut tanpa mesin jahit.

baca juga

Bendera itu memiliki ukuran sekitar 2 meter x 3 meter. Warna merah ditempatkan di bagian atas dan putih di bagian bawah, mengikuti susunan warna Merah Putih yang kemudian menjadi identitas bendera negara Indonesia.

Bendera tersebut kemudian disiapkan untuk upacara Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Setelah Soekarno membacakan teks Proklamasi bersama Mohammad Hatta, Sang Saka Merah Putih dikibarkan di halaman rumah Soekarno.

Pada saat itu, Latief Hendraningrat dan S. Suhud bertugas mengerek bendera. Upacara berlangsung secara sederhana karena Indonesia belum memiliki perangkat kenegaraan seperti yang dikenal setelah negara berdiri.

Kibarnya bendera hasil jahitan Fatmawati menjadi bagian penting dari rangkaian Proklamasi. Kain Merah Putih tersebut bukan sekadar perlengkapan upacara, melainkan simbol keberanian dan tekad bangsa Indonesia untuk berdiri sebagai negara yang merdeka.

Karena kedudukannya dalam sejarah Proklamasi, bendera tersebut kemudian dikenal dengan nama Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih.

Apakah Bendera Pusaka Merah Putih Masih Ada?

Upacara Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2014 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/8). [Antara/Widodo S. Jusuf]
Upacara Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2014 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/8). [Antara/Widodo S. Jusuf]

Bendera Pusaka Merah Putih masih ada hingga sekarang, tetapi tidak lagi digunakan dalam upacara pengibaran peringatan Kemerdekaan seperti pada masa awal setelah Proklamasi.

Bendera Pusaka pernah dikibarkan dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan setiap tahun hingga 1968. Kondisi kain yang semakin rapuh kemudian menjadi pertimbangan untuk menghentikan penggunaannya dalam upacara kenegaraan.

Mulai 1969, pemerintah menggunakan bendera duplikat sebagai pengganti Bendera Pusaka dalam upacara peringatan Proklamasi. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga benda bersejarah tersebut agar tidak semakin mengalami kerusakan akibat penggunaan berulang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Terkini

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

×