Pimpinan DPD RI soal Laporan Tragedi Gearek: Kekerasan di Papua Bukan Lagi Rahasia Umum!

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 09 Februari 2026 | 17:01 WIB
Pimpinan DPD RI soal Laporan Tragedi Gearek: Kekerasan di Papua Bukan Lagi Rahasia Umum!
Audiensi terkait Tragedi Gearek 2025 yang menelan korban jiwa, di ruang pimpinan DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)
baca 10 detik
  • Wakil Ketua DPD RI, Yorrys Raweyai, prihatin isu kekerasan Papua sulit diangkat ke panggung nasional.
  • Pernyataan ini disampaikan saat menerima laporan audiensi mengenai Tragedi Gearek Desember 2025, menewaskan seorang anak.
  • DPD RI melalui Komite I akan bertemu Menko Polkam untuk menyampaikan fakta kondisi Papua secara jujur.

Suara.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Yorrys Raweyai mengungkapkan keprihatinannya atas sulitnya mengangkat isu kekerasan di Papua ke panggung nasional di tengah tekanan informasi yang kian hebat.

Hal tersebut disampaikan Yorrys saat menerima laporan audiensi terkait Tragedi Gearek 2025 yang menelan korban jiwa, di ruang pimpinan DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Tragedi Gearek yang terjadi pada Desember 2025 itu dilaporkan melibatkan serangan enam helikopter militer yang menjatuhkan mortir di sebuah kampung di Papua.

Insiden tersebut mengakibatkan seorang anak laki-laki meninggal dunia dan memaksa sekitar 600 warga setempat mengungsi dari tempat tinggal mereka.

Yorrys mengakui bahwa kekerasan di Papua sejatinya sudah menjadi rahasia umum. Namun, ia merasakan perbedaan signifikan dalam upaya membawa isu-isu tersebut menjadi perhatian nasional dibandingkan masa lalu.

"Kekerasan yang terjadi ini bukan rahasia umum. Cuma ini kan sulit sekali untuk kita mengkapitalisasi dia ke tingkat nasional seperti dulu. Dulu kita mampu mengkapitalisasikan itu, terangkat dibicarakan. Sekarang ini kan ditekan sampai begitu hebat," ujar Yorrys di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (9/2/2026).

Kendati demikian, Yorrys menegaskan bahwa tekanan tersebut tidak akan menjadi penghambat. Sebaliknya, hal itu justru menjadi dorongan bagi DPD RI untuk mencari momentum yang tepat.

"Ini menjadi dorongan. Kita tinggal bersinergi dan berkolaborasi karena semua kerja ini tidak bisa kita serahkan masing-masing," imbuhnya di hadapan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid.

Sebagai langkah konkret, Yorrys menyampaikan bahwa Komite I DPD RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Ratu Hemas dijadwalkan bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada Selasa (10/2/2026).

baca juga

Yorrys meminta tim yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk menyampaikan fakta-fakta terkait kondisi di Papua secara jujur. Ia sendiri memilih untuk tidak hadir langsung guna menjaga efektivitas komunikasi institusi melalui jalur surat resmi.

"Besok Komite Satu yang dipimpin oleh Ibu Ratu Hemas akan ketemu dengan Menko Polhukam. Tolong sampaikan (kondisi sebenarnya). Saya sebetulnya mau hadir, tapi dalam kapasitas sebagai pimpinan, kami sedang buat surat juga," jelasnya.

Secara diplomatis, Yorrys juga menyinggung kondisi pemerintah saat ini yang menurutnya tengah menghadapi berbagai persoalan kompleks. Ia menilai pendekatan DPD RI harus tetap tegas namun terukur.

"Apalagi sekarang pemerintah lagi pusing menurut Pak Usman. Pemerintah lagi pusing, jadi kita jangan terlalu mendesak mereka. Tapi hal-hal ini (Tragedi Gearek) saya pikir semua paham, semua tahu. Jadi tolong dicatat untuk disampaikan besok apa sebetulnya yang terjadi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terima Laporan Tragedi Gearek, Yorrys Raweyai Singgung Era Jokowi: Ini Tukang Bohong Atau Apa

Terima Laporan Tragedi Gearek, Yorrys Raweyai Singgung Era Jokowi: Ini Tukang Bohong Atau Apa

News | Senin, 09 Februari 2026 | 16:03 WIB

Joo Changuk DRIPPIN Umumkan Tanggal Wajib Militer, Jadi Pekerja Sosial

Joo Changuk DRIPPIN Umumkan Tanggal Wajib Militer, Jadi Pekerja Sosial

Your Say | Senin, 09 Februari 2026 | 11:49 WIB

Ringankan Beban Orang Tua, Program Pendidikan Gratis Gubernur Meki Nawipa Disambut Positif

Ringankan Beban Orang Tua, Program Pendidikan Gratis Gubernur Meki Nawipa Disambut Positif

News | Minggu, 08 Februari 2026 | 10:23 WIB

Teman Tegar Maira: Film Inspiratif tentang Cinta Alam dan Persahabatan

Teman Tegar Maira: Film Inspiratif tentang Cinta Alam dan Persahabatan

Your Say | Minggu, 08 Februari 2026 | 11:05 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Tuai Pujian UNICEF: Jangkau 60 Juta Orang, Sasar Masa Depan Papua

Program Makan Bergizi Gratis Tuai Pujian UNICEF: Jangkau 60 Juta Orang, Sasar Masa Depan Papua

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:58 WIB

Daftar Nama Sekolah Penerima Dana Program Sekolah Gratis dari Pemprov Papua Tengah

Daftar Nama Sekolah Penerima Dana Program Sekolah Gratis dari Pemprov Papua Tengah

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 15:22 WIB

Lakukan Pelanggaran Militer, Song Min Ho WINNER Akan Jalani Sidang Pertama

Lakukan Pelanggaran Militer, Song Min Ho WINNER Akan Jalani Sidang Pertama

Your Say | Sabtu, 31 Januari 2026 | 10:09 WIB

Tanah Tabu: Suara Perlawanan Perempuan dari Jantung Papua

Tanah Tabu: Suara Perlawanan Perempuan dari Jantung Papua

Your Say | Jum'at, 30 Januari 2026 | 11:25 WIB

Sinopsis Teman Tegar Maira: Whisper from Papua, Film yang Sarat Makna

Sinopsis Teman Tegar Maira: Whisper from Papua, Film yang Sarat Makna

Your Say | Rabu, 28 Januari 2026 | 20:15 WIB

Kewenangan Daerah Terbentur UU Sektoral, Gubernur Papua Selatan Minta Otsus Direvisi

Kewenangan Daerah Terbentur UU Sektoral, Gubernur Papua Selatan Minta Otsus Direvisi

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 09:28 WIB

Terkini

Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang

Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:25 WIB

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:40 WIB

183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:30 WIB

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:21 WIB

Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun

Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:18 WIB

Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran

Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:08 WIB

Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini

Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:00 WIB

Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh

Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:50 WIB

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:47 WIB

Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand

Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:15 WIB

×