Tolak PSN Merauke, Majelis Rakyat Papua Peringatkan Risiko Kepunahan Masyarakat Adat

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Kamis, 12 Februari 2026 | 18:37 WIB
Tolak PSN Merauke, Majelis Rakyat Papua Peringatkan Risiko Kepunahan Masyarakat Adat
Perwakilan Anggota MRP, Katarina Maria Yaas. (Suara.com/Tsabita)
  • Majelis Rakyat Papua (MRP) menolak keras PSN di Merauke karena merusak ekosistem dan memicu konflik horizontal antar-marga.
  • Pembayaran ganti rugi lahan secara sepihak memicu perselisihan antarmarga, mengalihkan fokus warga dari pendidikan dan ekonomi.
  • MRP menekankan pentingnya etika adat; konversi hutan adat mengancam keberlangsungan hidup dan sumber pangan utama masyarakat Papua.

Suara.com - Penolakan keras terhadap kelanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang kini tengah merambah wilayah hutan di Merauke hingga Distrik Kaptel terus disampaikan oleh Majelis Rakyat Papua (MRP).

Proyek pembangunan di daerah tersebut dinilai tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga memicu konflik horizontal antar-marga dan mengancam keberlangsungan hidup generasi Papua.

Perwakilan Anggota MRP, Katarina Maria Yaas, menekankan pentingnya etika dan penghormatan terhadap adat istiadat setempat.

Ia mengingatkan bahwa Nusantara lahir dari keberagaman adat yang memiliki aturan main masing-masing.

"Di mana bumi berpijak, disitu langit di jujur. Maka dia harus datang permisi untuk kami bisa, permisi saja dan bilang, kamu punya maksud apa untuk datang disampingnya rumah ini? Itu maksud saya,” tegas Katarina dalam Konferensi Pers, di Graha Oikoumene PGI, Jakarta Pusat pada, Kamis (12/2/2026).

Kehadiran proyek ini dilaporkan telah menimbulkan gesekan serius di tengah masyarakat.

Pola ganti rugi lahan yang dilakukan secara sepihak oleh pemerintah atau perusahaan disebut menjadi pemicu "adu domba" antar keluarga.

Salah satu contoh yang disorot adalah pembayaran lahan di Kampung Nakias sebesar Rp4 miliar.

Pembayaran yang hanya melibatkan satu pihak tanpa konsensus menyeluruh menyebabkan keretakan hubungan kekeluargaan.

"Hal ini menimbulkan konflik horisontal antara marga dengan marga, dengan cara-cara licik dibuat sehingga marga dengan marga, mereka bertolak itu karena kemudian dibayarkan tangan satu marga yang terima," ungkapnya.

Selain dampak sosial, proyek pembangunan jalan dari Wanap hingga Nakias ini juga mulai melumpuhkan pelayanan publik. Konsentrasi warga kini terpecah; alih-alih mengurus pendidikan anak atau ekonomi, mereka terpaksa turun ke jalan untuk menghadang alat berat.

"Jadi konsentrasi masyarakat di dalam ini bukan lagi ke sekolah dan lain-lain ekonomi mereka, tapi mereka lebih banyak untuk menghadang alat berat ini untuk membuka jalan,” jelasnya.

Bagi masyarakat asli Papua, hutan bukan sekadar deretan pohon, melainkan sumber pangan utama, seperti sagu, ubi, pisang dan apotek alam.

Konversi hutan menjadi lahan sawit atau tebu di era pemerintahan Presiden Prabowo ini dikhawatirkan akan memutus rantai kehidupan mereka.

"Maka kenapa orang Papua selalu bilang itu perempuan, hutan, tanah itu adalah perempuan. Jadi memulai kehidupan baru itu memulai dari perempuan. Kalau tidak hutan berarti disitulah kepunahan generasi orang Papua,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Incar Kursi Cawapres, Bahlil Putuskan Maju Caleg 2029 dari Tanah Papua

Bukan Incar Kursi Cawapres, Bahlil Putuskan Maju Caleg 2029 dari Tanah Papua

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 16:00 WIB

Raja Ampat Buktikan Konservasi Laut Bisa Sejahterakan Masyarakat Pesisir: Bagaimana Caranya?

Raja Ampat Buktikan Konservasi Laut Bisa Sejahterakan Masyarakat Pesisir: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Kamis, 12 Februari 2026 | 13:23 WIB

Pilot-Kopilot Smart Air Tewas Ditembak KKB di Papua, KSAD Jenderal Maruli Tunggu Perintah Mabes TNI

Pilot-Kopilot Smart Air Tewas Ditembak KKB di Papua, KSAD Jenderal Maruli Tunggu Perintah Mabes TNI

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 13:16 WIB

Pesawat Ditembaki di Koroway Papua, 13 Penumpang Termasuk Balita Selamat Meski Pilot Tewas

Pesawat Ditembaki di Koroway Papua, 13 Penumpang Termasuk Balita Selamat Meski Pilot Tewas

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 18:22 WIB

Detik-Detik Mengerikan Pesawat Smart Air Diburu Tembakan di Boven Digoel, 2 Pilot Tewas

Detik-Detik Mengerikan Pesawat Smart Air Diburu Tembakan di Boven Digoel, 2 Pilot Tewas

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 17:18 WIB

Terkini

Siasat Cerdik China Ganti Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Meski Masih Kena Sanksi

Siasat Cerdik China Ganti Nama Marco Rubio agar Bisa Masuk Meski Masih Kena Sanksi

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:27 WIB

5 Fakta Dua Pemuda Bogor Dipatuk Ular Weling: Sempat Jadi Mainan hingga Satu Orang Tewas

5 Fakta Dua Pemuda Bogor Dipatuk Ular Weling: Sempat Jadi Mainan hingga Satu Orang Tewas

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 12:19 WIB

Bundaran HI Tak Lagi Aman usai Turis Italia Jadi Korban Jambret? Legislator PSI Bereaksi Keras

Bundaran HI Tak Lagi Aman usai Turis Italia Jadi Korban Jambret? Legislator PSI Bereaksi Keras

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:47 WIB

SMAN 1 Pontianak Tolak LCC Ulang, MPR: Kami Menghargai Sikap Mereka

SMAN 1 Pontianak Tolak LCC Ulang, MPR: Kami Menghargai Sikap Mereka

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:44 WIB

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Anggota DPR: Pemerintah Jangan Diam

200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, Anggota DPR: Pemerintah Jangan Diam

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:11 WIB

Nunggak Utang Rp 3 Juta, Pria di Cilincing Ditusuk Debt Collector di Tengah Jalan

Nunggak Utang Rp 3 Juta, Pria di Cilincing Ditusuk Debt Collector di Tengah Jalan

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:06 WIB

Berkedok Karaoke, Tempat Hiburan di Daan Mogot Jadi Sarang Prostitusi Anak: 5 Orang Jadi Tersangka!

Berkedok Karaoke, Tempat Hiburan di Daan Mogot Jadi Sarang Prostitusi Anak: 5 Orang Jadi Tersangka!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:45 WIB

Prediksi Analis Militer Barat Sebut Rusia Mulai Terjepit Lawan Ukraina, Gencatan Senjata?

Prediksi Analis Militer Barat Sebut Rusia Mulai Terjepit Lawan Ukraina, Gencatan Senjata?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:30 WIB

99,9 Persen Tiket Ekonomi PSO Kereta Api Ludes Saat Long Weekend, Eksekutif Masih Banyak Kosong

99,9 Persen Tiket Ekonomi PSO Kereta Api Ludes Saat Long Weekend, Eksekutif Masih Banyak Kosong

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:23 WIB

Transjakarta Tutup Halte Kebon Sirih Arah Selatan Mulai Jumat Malam, Ini Pengalihannya

Transjakarta Tutup Halte Kebon Sirih Arah Selatan Mulai Jumat Malam, Ini Pengalihannya

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:05 WIB