Sodorkan Zulhas Dampingi Prabowo, PAN Sedang Cek Ombak atau Serius?

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:08 WIB
Sodorkan Zulhas Dampingi Prabowo, PAN Sedang Cek Ombak atau Serius?
Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi salah satu partai yang siap mendukung Prabowo Subianto maju di Pilpres 2029 untuk ke-4 kalinya. PAN juga menyodorkan Zulkifli Hasan menjadi cawapres untuk mendamingi Prabowo. (Suara.com/Emma)
baca 10 detik
  • PAN secara tegas mendukung Prabowo maju kembali pada Pilpres 2029, serta mengusulkan Ketumnya, Zulkifli Hasan, sebagai pendamping.
  • Dukungan PAN terhadap Prabowo telah terjadi tiga kali sebelumnya, namun baru berhasil memenangkan pasangan pada Pilpres 2024.
  • Analis menilai manuver PAN tersebut terlalu dini.

Suara.com - Panggung politik Indonesia sudah diramaikan dengan narasi dukungan untuk Prabowo Subianto meneruskan kepemimpinan untuk periode kedua.

Bahkan, salah satu partai tak tanggung-tanggung sudah menyocokan nama untuk dipasangkan dengan Prabowo untuk 2029.

Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi salah satu partai yang siap mendukung Prabowo lagi maju di Pilpres 2029 untuk ke-4 kalinya.

"Kita sudah mendukung Pak Prabowo tiga kali, keempat kalinya itu sudah jadi jawaban kita," kata Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno tegas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Saat disinggung mengenai peluang Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) untuk maju mendampingi Prabowo di 2029, Eddy menyatakan dukungannya secara terang-terangan.

Apalagi, menurutnya, kondisi politik saat ini memberikan ruang lebih luas bagi partai untuk mengajukan kader sendiri.

"Gini, bagi saya, saya adalah partai politik dan apalagi partai politik itu sekarang memiliki kesempatan untuk bisa mengajukan kader-kadernya dengan tidak ada presidential threshold. Tentu saya mau dukung Pak Zulhas," ungkapnya.

Ia bahkan percaya diri, majunya Zulhas sebagai cawapres akan menjadi energi besar bagi soliditas internal partai dan mendongkrak perolehan suara secara nasional.

"Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulhas mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029 tentu. Bagi saya, itu juga akan menghidupkan mesin partai. Kader-kader juga akan tergerak untuk mendukung ketua umumnya," tuturnya.

baca juga
Infografis Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi salah satu partai yang siap mendukung Prabowo Subianto maju di Pilpres 2029 untuk ke-4 kalinya. PAN juga menyodorkan Zulkifli Hasan menjadi cawapres untuk mendamingi Prabowo. (Suara.com/Emma)
Infografis Partai Amanat Nasional (PAN) menjadi salah satu partai yang siap mendukung Prabowo Subianto maju di Pilpres 2029 untuk ke-4 kalinya. PAN juga menyodorkan Zulkifli Hasan menjadi cawapres untuk mendamingi Prabowo. (Suara.com/Emma)

Lantas bagaimana peluang Prabowo-Zulhas di 2029 bisa terwujud? ini bagian dari strategi PAN untuk cek ombak atau menyelam sambil minum air?

Sejarah Dukungan PAN

PAN memang jadi partai di luar Partai Gerindra, yang sudah tercatat mendukung Prabowo selama tiga kali berturut-turut sebagai calon presiden di Pilpres.

Pertama PAN mendukung Prabowo sebagai capres pada Pilpres 2014. Dukungan PAN kala itu memang murni karena pasangan Prabowo sebagai cawapres merupakan elit PAN itu sendiri yakni Hatta Rajasa.

Namun sayang, pasangan Prabowo-Hatta yang didukung PAN harus menerima kekalahan dari pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (JK).

Kemudian dukungan PAN berlanjut buat Prabowo di perutungan ke dua pada Pilpres 2019. Kala itu Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno sebagai cawapresnya.

Namun lagi-lagi dukungan PAN buat Prabowo harus kandas. Tak lain karena Pilpres 2019 menyatakan kemenangan bagi pasangan Joko Widodo dengan KH Ma'ruf Amin.

Dukungan PAN baru berbuah manis kala membawa Prabowo yang berpasangan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapresnya menang di Pilpres 2024. PAN pun mendapat jatah sejumlah kursi di dalam Kabinet Prabowo-Gibran.

Tawarkan Zulhas

Usai tiga kali atau Hattrick mendukung Prabowo, PAN nampaknya belum puas. Kekinian partai berlambang matahari putih itu siap mendukung Prabowo keempat kalinya.

Zulhas pun selaku Ketua Umum partainya coba disodorkan menjadi pasangan Prabowo di 2029 nanti.

Terkat itu, analis Politik dari Universitas Andalas, Asrinaldi menilai, langkah PAN dengan menyodorkan Zulhas sebagai pasangan Prabowo hanya sebagai cari perhatian alias Caper.

Menurutnya, langkah PAN juga bisa dilihat sebagai upaya mengamankan posisi di Kabinet kekinian.

"Ini saya pikir terlalu apa namanya ya, terlalu cari perhatian menurut saya gitu. Memang kita tahu konstelasi politik ini kan cepat dan mudah berubah. Jadi keinginan-keinginan seperti ini kan lebih bagaimana mencari posisi aman dalam koalisi," kata Asrinaldi saat dihubungi Suara.com, Kamis (12/2/2026).

Asrinaldi juga melihat kalau langkah PAN tersebut hanya hanya sekedar test the wave atau cek ombak saja. Sambil melihat soal efek ekor jas atau coattail effect dari upaya tersebut.

"Ini kan sekedar cek ombak saja gitu. Ingin melihat bagaimana strategi yang disusun oleh PAN dengan menjual nama Prabowo. Dia ingin melihat reaksi, apakah masyarakat masih mendukung Prabowo," kata dia.

"Di situlah dia nanti akan melihatkan apakah dalam konteks efek ekor jas atau dalam konteks bagaimana mencari kawan koalisi. Ini strategi yang menurut saya juga apa namanya ya bagian yang dalam tanda kutip cerdik dari PAN," lanjutnya.

Etika Dipertanyakan

Apa yang dilakukan PAN juga bisa dilihat dari sisi kritis. Narasi dukungan Prabowo dua periode dan memasangkan Zulhas sebagai cawapres, dinilai terlalu kepagian.

Apalagi aturan main yakni regulasi Pemilu juga tengah akan direvisi mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi atau MK.

"Jadi keinginan untuk bicara Presiden Prabowo dua periode itu terlalu dini menurut saya. Pertama, undang-undang pemilu saja pasca keputusan MK itu juga belum dibahas," kata Asrinaldi.

Menurutnya, kalau narasi dukungan tersebut hanya sebagai syarat mengamankan posisi PAN di kabinet, maka partai itu justru akan dapat sentimen negatif dari masyarakat.

"Komunikasi politik yang menurut masyarakat juga tidak elok gitu," ujarnya.

Pandangan kritis lainnya juga disampaikan oleh Analis Politik dari Universitas Parahyangan Bandung, Kristian Widya Wicaksono.

Ia menilai manuver PAN tersebut bukan sekadar strategi elektoral, melainkan sinyal awal adanya upaya elite untuk mengamankan kekuasaan sejak dini.

Kristian menilai, dalam kerangka akuntabilitas demokrasi (democratic accountability), kekuasaan yang sehat seharusnya membutuhkan mitra penyeimbang dan kompetisi yang adil, bukan sekadar penguatan koalisi besar yang menutup ruang koreksi.

"Ketika hampir seluruh partai besar berhimpun dalam satu barisan dan bahkan sudah berbicara tentang keberlanjutan kekuasaan di awal masa jabatan, yang terancam bukan hanya kedudukan mitra penyeimbang, tetapi juga akal sehat demokrasi itu sendiri," ujar Kristian saat dihubungi Suara.com.

Bahaya Kartelisasi Partai

Lebih lanjut, Kristian menyoroti fenomena kartelisasi partai politik di Indonesia yang kian menguat.

Ia melihat kecenderungan partai-partai saat ini tidak lagi berlomba menawarkan gagasan alternatif pembangunan, melainkan hanya berkompetisi untuk masuk dan bertahan di pusat kekuasaan.

Kondisi ini, menurutnya, berisiko mereduksi demokrasi hanya sebatas prosedur rutin namun kehilangan rohnya sebagai ruang pertarungan ide bagi kepentingan publik. Ia memperingatkan bahwa dominasi koalisi besar dapat melemahkan fungsi kontrol terhadap pemerintah.

"Stabilitas tanpa kritik adalah bentuk lain dari pembungkaman yang halus. Demokrasi tidak mati secara tiba-tiba, tetapi ia melemah perlahan ketika perbedaan dipersempit dan pilihan politik dipersepsikan tidak lagi relevan," tegas Kristian.

Terkait usulan nama Zulkifli Hasan sebagai pendamping Prabowo di masa depan, Kristian melihatnya sebagai upaya strategis untuk "mengunci" spektrum dukungan politik tertentu, khususnya dari kalangan pemilih Islam dan Muhammadiyah. Namun, secara demokratis, langkah ini justru dianggap mempersempit alternatif pilihan bagi warga negara.

Kristian juga menekankan aspek etika dalam berpolitik. Ia menganggap pembicaraan mengenai periode kedua di saat periode pertama baru berjalan merupakan bentuk kealpaan moral.

"Membicarakan dua periode sebelum satu periode pun dijalani dengan evaluasi yang jujur adalah bentuk kealpaan moral politik. Hal ini mengirimkan pesan bahwa keberlanjutan kekuasaan lebih diprioritaskan daripada pertanggungjawaban kepada rakyat," tambahnya.

Publik Patut Gelisah

Sebagai penutup, Kristian mengingatkan publik untuk tetap kritis dan waspada. Baginya, kegelisahan publik adalah tanda bahwa demokrasi masih berfungsi. Jika elite terlalu cepat merasa nyaman dan aman dalam kekuasaan, publik justru harus merasa khawatir terhadap masa depan akuntabilitas pemerintahan.

"Demokrasi tidak runtuh karena satu keputusan besar, melainkan karena serangkaian pilihan kecil yang mengabaikan prinsip kehati-hatian," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Murni Dukungan atau Strategi Politik: Apa Sebenarnya di Balik Suara Lantang Prabowo Dua Periode?

Murni Dukungan atau Strategi Politik: Apa Sebenarnya di Balik Suara Lantang Prabowo Dua Periode?

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 18:25 WIB

Demokrat Respons Peluang AHY Dampingi Prabowo di Pilpres 2029

Demokrat Respons Peluang AHY Dampingi Prabowo di Pilpres 2029

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 18:58 WIB

Sjafrie Sjamsoeddin Masuk Bursa Capres 2029, Pengamat Ingatkan Prabowo Potensi 'SBY Jilid II'

Sjafrie Sjamsoeddin Masuk Bursa Capres 2029, Pengamat Ingatkan Prabowo Potensi 'SBY Jilid II'

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 16:50 WIB

Jelang Lebaran, Menpan RB Ingatkan ASN Jaga Integritas dan Tolak Bingkisan Gratifikasi

Jelang Lebaran, Menpan RB Ingatkan ASN Jaga Integritas dan Tolak Bingkisan Gratifikasi

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 16:23 WIB

PAN Ingin Zulhas Jadi Cawapres Prabowo di 2029, Reaksi Nasdem Begini

PAN Ingin Zulhas Jadi Cawapres Prabowo di 2029, Reaksi Nasdem Begini

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 14:59 WIB

Terkini

Perkuat Hilirisasi Sawit, Kemenkop Dorong Koperasi dan LPDB Buka Akses Pembiayaan

Perkuat Hilirisasi Sawit, Kemenkop Dorong Koperasi dan LPDB Buka Akses Pembiayaan

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Bobby Nasution Terima Penghargaan, Sumut Terbaik I Implementasi Program 3 Juta Rumah

Bobby Nasution Terima Penghargaan, Sumut Terbaik I Implementasi Program 3 Juta Rumah

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:12 WIB

Gaji PNS Terlambat Buntut Perang dan Krisis Minyak di Irak

Gaji PNS Terlambat Buntut Perang dan Krisis Minyak di Irak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:12 WIB

10 Rekomendasi Lagu Backsound TikTok Tema Pramuka yang Membakar Semangat

10 Rekomendasi Lagu Backsound TikTok Tema Pramuka yang Membakar Semangat

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:10 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, 81 Pesawat hingga Rafale Bakal Hiasi Langit Istana Merdeka

Jelang HUT ke-81 RI, 81 Pesawat hingga Rafale Bakal Hiasi Langit Istana Merdeka

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:10 WIB

25 Ucapan Hari Pramuka Bahasa Inggris Lengkap Artinya, Pas Buat Status WA dan Caption Medsos

25 Ucapan Hari Pramuka Bahasa Inggris Lengkap Artinya, Pas Buat Status WA dan Caption Medsos

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:09 WIB

Sosok Suami Raabi'atul Adawiyyah yang Memegang Kunci Ekonomi Brunei Hingga 2035

Sosok Suami Raabi'atul Adawiyyah yang Memegang Kunci Ekonomi Brunei Hingga 2035

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:08 WIB

Mereka Balapan dengan 'Malaikat Pencabut Nyawa' Selamatkan Korban Gempa Bumi Kolombia

Mereka Balapan dengan 'Malaikat Pencabut Nyawa' Selamatkan Korban Gempa Bumi Kolombia

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Ulasan Pramuka: Jejak Langkah Sang Penggalang di Tengah Belantara Sunyi

Ulasan Pramuka: Jejak Langkah Sang Penggalang di Tengah Belantara Sunyi

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:00 WIB

5 Merek Laptop Terbaik 2026 Paling Dipercaya di Indonesia

5 Merek Laptop Terbaik 2026 Paling Dipercaya di Indonesia

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:56 WIB

×