Pernyataan Wali Kota Denpasar Dinilai Keliru dan Menimbulkan Salah Tafsir

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:22 WIB
Pernyataan Wali Kota Denpasar Dinilai Keliru dan Menimbulkan Salah Tafsir
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Kebijakan penonaktifan sejumlah peserta BPJS pada segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) ditegaskan bertujuan agar bantuan tepat sasaran. Kebijakan tersebut mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), bukan berdasarkan arahan Prabowo Subianto.

Penegasan itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menanggapi pernyataan Wali Kota Denpasar yang dinilai seolah-olah menyebut penonaktifan PBI sebagai instruksi Presiden. Ia menyayangkan pernyataan tersebut karena dinilai menyesatkan dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Gus Ipul juga telah melayangkan surat kepada kepala daerah terkait untuk meluruskan informasi tersebut.

"Saya terus terang menyesalkan pernyataan menyesatkan dan hoax salah satu wali kota, ini menimbulkan salah tafsir jadi pernyataan yang menyatakan bahwa seakan-akan penonaktifan PBI itu merupakan instruksi Presiden ini harus dicabut. Penonaktifan itu semata-mata didasarkan data (DTSEN) yang ada, bukan instruksi dari Presiden," kata Gus Ipul di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 justru menekankan penggunaan satu data terpadu dalam pelaksanaan seluruh program pemerintah. Melalui kebijakan ini, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah diwajibkan menjadikan DTSEN sebagai acuan utama dalam setiap intervensi program.

Dalam DTSEN, terdapat sistem pemeringkatan kesejahteraan berbasis desil yang disusun dari 39 variabel milik Badan Pusat Statistik (BPS). Skema ini membagi penduduk ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan kondisi sosial ekonomi, mulai dari Desil 1 sebagai 10 persen kelompok terbawah hingga Desil 10 sebagai kelompok paling sejahtera.

Secara nasional, kuota peserta PBI JKN saat ini mencapai sekitar 96,8 juta jiwa yang dialokasikan ke seluruh kabupaten/kota berdasarkan DTSEN. Penetapan peserta difokuskan pada kelompok Desil 1 hingga Desil 5 sebagai kelompok paling rentan. Sementara peserta dari Desil 6 hingga Desil 10 yang tercatat sebagai PBI akan dialihkan kepada kelompok yang lebih membutuhkan.

"Yang jelas dengan adanya perangkingan itu kita jadi lebih mudah mengenali sasaran. Desil 1 itu kira-kira 10 persen dari penduduk Indonesia dengan kondisi sosial ekonomi paling bawah. Kemudian desil 2 tentu 10 persen ranking ke-2, ranking ke-3 di desil 3, seterusnya sampai desil 10,” jelas Gus Ipul.

Saat ini alokasi nasional peserta PBI JKN mencapai sekitar 96,8 juta jiwa yang didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota berdasarkan DTSEN. Penetapan peserta dilakukan untuk kelompok Desil 1 sampai Desil 5 sebagai kelompok paling rentan.

“Jadi yang menetapkan (PBI-JKN) adalah Menteri Sosial, pedomannya adalah DTSEN terutama yang berasal dari Desil 1-5. Oleh karena itu Desil 6-10 kalau misalnya terdaftar sebagai peserta PBI kita alihkan kepada Desil 1-5. Meskipun begitu yang dinonaktifkan bisa melakukan reaktivasi,” jelas Gus Ipul.

baca juga

Gus Ipul menegaskan, daerah yang merasa kuotanya belum mencukupi dapat mengajukan tambahan peserta melalui surat resmi kepala daerah kepada Kementerian Sosial. Adapun pembaruan data di daerah dengan kuota terpenuhi mengikuti hasil pemutakhiran DTSEN yang dilakukan bersama pemerintah daerah.

Proses pemutakhiran data dimulai dari tingkat RT/RW dan dilanjutkan melalui musyawarah desa. Data perubahan diinput oleh operator desa, diteruskan ke dinas sosial kabupaten/kota untuk diverifikasi, ditetapkan oleh kepala daerah, lalu terintegrasi dalam DTSEN.

Ia mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama menghadirkan data yang akurat agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.

Hingga kini, reaktivasi PBI JKN telah mencakup 106.153 peserta dengan penyakit kronis dan katastropik yang diaktifkan kembali secara otomatis. Selain itu, 32.612 peserta lainnya kembali aktif melalui mekanisme reaktivasi reguler.

Masyarakat juga dapat melakukan pemutakhiran data DTSEN secara mandiri melalui aplikasi SIKS-NG dan Cek Bansos, Call Center 021-171, serta layanan WhatsApp 08877-171-171.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Penonaktifan PBI-JKN Bukan Perintah Presiden: Itu Bisa Menyesatkan

Mensos Gus Ipul Tegaskan Penonaktifan PBI-JKN Bukan Perintah Presiden: Itu Bisa Menyesatkan

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 13:42 WIB

RSCM Pastikan Pasien Tetap Dilayani Meski Status BPJS PBI Nonaktif

RSCM Pastikan Pasien Tetap Dilayani Meski Status BPJS PBI Nonaktif

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 09:15 WIB

Layanan BPJS PBI Tetap Aktif, Ibu di Bogor Bersyukur Anaknya Bisa Rutin Cuci Darah

Layanan BPJS PBI Tetap Aktif, Ibu di Bogor Bersyukur Anaknya Bisa Rutin Cuci Darah

Lifestyle | Jum'at, 13 Februari 2026 | 08:59 WIB

Kunjungi Borobudur, Wamensos Agus Ajak Warga Lebih Mandiri Lewat Pelatihan Kerajinan Eceng Gondok

Kunjungi Borobudur, Wamensos Agus Ajak Warga Lebih Mandiri Lewat Pelatihan Kerajinan Eceng Gondok

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 08:48 WIB

Wamensos Agus Jabo Tinjau Pembangunan Rumah Sejahtera Terpadu di Magelang

Wamensos Agus Jabo Tinjau Pembangunan Rumah Sejahtera Terpadu di Magelang

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 08:40 WIB

Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan

Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 21:26 WIB

Terkini

Antam Beli 9 Ton Emas dari Freeport, Diproduksi di Gresik

Antam Beli 9 Ton Emas dari Freeport, Diproduksi di Gresik

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:23 WIB

8 Perbedaan Pompa Pendorong vs Pompa Isap Biasa untuk Rumah Tangga

8 Perbedaan Pompa Pendorong vs Pompa Isap Biasa untuk Rumah Tangga

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:22 WIB

Greenpeace Pertanyakan BPGMN: Apa Bedanya dengan BRGM yang Dibubarkan?

Greenpeace Pertanyakan BPGMN: Apa Bedanya dengan BRGM yang Dibubarkan?

News | Senin, 28 September 2026 | 13:21 WIB

Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?

Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:20 WIB

Gibran Terancam Lengser? Ini Skenario Konstitusi Jika Gugatan di MK Dikabulkan Hakim

Gibran Terancam Lengser? Ini Skenario Konstitusi Jika Gugatan di MK Dikabulkan Hakim

News | Senin, 28 September 2026 | 13:16 WIB

4 Tips Memilih Warna Cat Rambut yang Cocok agar Terlihat Lebih Fresh dan Elegan

4 Tips Memilih Warna Cat Rambut yang Cocok agar Terlihat Lebih Fresh dan Elegan

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:15 WIB

Kenapa HP Panas saat Dicas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa HP Panas saat Dicas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Tekno | Senin, 28 September 2026 | 13:10 WIB

Essence Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat agar Produk Tak Sia-sia

Essence Dipakai Setelah Apa? Ini Urutan Pakai Skincare yang Tepat agar Produk Tak Sia-sia

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:03 WIB

33 Napi Korupsi Diperiksa Kasus Lapas Cibinong, DPR Cecar Ditjenpas: Kok Cuma Ferdy Sambo Disebut?

33 Napi Korupsi Diperiksa Kasus Lapas Cibinong, DPR Cecar Ditjenpas: Kok Cuma Ferdy Sambo Disebut?

News | Senin, 28 September 2026 | 13:01 WIB

Ribuan Followers tapi Kesepian? Buku Klasik Tahun 1936 Ini Punya Jawaban Menohok Buat Gen Z!

Ribuan Followers tapi Kesepian? Buku Klasik Tahun 1936 Ini Punya Jawaban Menohok Buat Gen Z!

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:01 WIB

×