Bamsoet Sebut Prabowo Ogah Punya Lawan, Singgung Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto

Dicky Prastya

Minggu, 15 Februari 2026 | 18:29 WIB
Bamsoet Sebut Prabowo Ogah Punya Lawan, Singgung Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto
Anggota Komisi III DPR sekaligus politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat peluncuran buku ‘Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung’ yang digelar di Parle Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyatakan Presiden Prabowo Subianto lebih mengutamakan banyak kawan daripada memiliki lawan politik.
  • Prabowo menunjukkan sikap merangkul setelah Pilpres 2024, terbukti dengan pemberian abolisi dan amnesti kepada tokoh berseberangan.
  • Menurut Bamsoet, kepemimpinan Prabowo menghasilkan parlemen yang kondusif, mendorong demokrasi substansial, bukan transaksional.

Suara.com - Anggota DPR RI fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai Presiden RI Prabowo Subianto ogah memiliki lawan politik. Ia menyebut kalau politikus Partai Gerindra itu lebih memilih banyak kawan ketimbang lawan.

"Yang seringkali Pak Prabowo katakan, seribu kawan terlalu sedikit, satu kawan terlampau banyak," kata Bamsoet saat peluncuran buku 'Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung' di Parle Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026).

Bamsoet menilai kalau Prabowo bisa menyatukan perbedaan, khususnya setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 lalu. Setelah dirinya terpilih jadi Presiden, Prabowo justru lebih merangkul lawan-lawannya yang berbeda pilihan.

Ia mencontohkan, sikap Prabowo ini terjadi pada eks Menteri Perdagangan Tom Lembong dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto. Presiden lebih memilih membebaskan mereka setelah ditangkap.

“Siapa yang tidak kenal juga misalnya Tom Lembong, Hasto, itu adalah orang-orang berseberangan ketika Pilpres. Tapi tiba-tiba kita dihentakkan oleh suatu keputusan, Tom Lembong dikasih abolisi, Hasto dikasih amnesti. Itulah yang ingin kita gambarkan,” lanjutnya.

Dari sisi politik, Bamsoet juga menyebut kalau Prabowo cenderung lebih memilih banyak kawan. Di pemerintahannya, ia menilai parlemen sekarang tidak lagi menimbulkan kegaduhan dan kebrutalan.

"Sehingga betul-betul kita berjalan di demokrasi yang substansial, bukan demokrasi transaksional," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riza Patria Soroti Perjalanan Politik Prabowo dan Pesannya bagi Para Taipan

Riza Patria Soroti Perjalanan Politik Prabowo dan Pesannya bagi Para Taipan

News | Minggu, 15 Februari 2026 | 18:19 WIB

Riza Patria Klaim Kunjungan Luar Negeri Prabowo Perkuat Posisi Global Indonesia

Riza Patria Klaim Kunjungan Luar Negeri Prabowo Perkuat Posisi Global Indonesia

News | Minggu, 15 Februari 2026 | 17:23 WIB

Koalisi Permanen Pro Pemerintah, Hasto Kristiyanto: Bagi PDIP Permanen itu Bersama Rakyat

Koalisi Permanen Pro Pemerintah, Hasto Kristiyanto: Bagi PDIP Permanen itu Bersama Rakyat

News | Minggu, 15 Februari 2026 | 16:44 WIB

Prabowo Minta Video Hina MBG Dikumpulkan, Bakal Ditonton Setiap Malam

Prabowo Minta Video Hina MBG Dikumpulkan, Bakal Ditonton Setiap Malam

Video | Minggu, 15 Februari 2026 | 14:25 WIB

DPR Soroti Rencana Presiden Kirim 8000 Pasukan TNI ke Gaza Berisiko dan Mahal

DPR Soroti Rencana Presiden Kirim 8000 Pasukan TNI ke Gaza Berisiko dan Mahal

News | Minggu, 15 Februari 2026 | 14:34 WIB

Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!

Hasto PDIP Tegaskan Bencana Adalah Teguran atas Kebijakan Masa Lalu, Harus Evaluasi Total!

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 19:37 WIB

Terkini

Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Semapat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan

Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Semapat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:01 WIB

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:10 WIB

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

×