DPR Soroti Rencana Presiden Kirim 8000 Pasukan TNI ke Gaza Berisiko dan Mahal

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Minggu, 15 Februari 2026 | 14:34 WIB
DPR Soroti Rencana Presiden Kirim 8000 Pasukan TNI ke Gaza Berisiko dan Mahal
Anggota Komisi I dari Fraksi PDIP TB Hasanuddin. [Suara.com/Dea]
baca 10 detik
  • TB Hasanuddin pertanyakan mandat dan risiko pengiriman 8.000 prajurit TNI ke Gaza.
  • Rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza melalui ISF menuai kritik dari DPR.
  • Kejelasan mandat dan persetujuan Palestina jadi syarat utama misi TNI di Gaza.

Suara.com - Rencana pengiriman sekitar 8.000 prajurit TNI ke Gaza melalui pasukan International Stabilization Force (ISF) memantik sorotan dari DPR RI. Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, mempertanyakan arah dan mandat misi tersebut yang dinilainya belum sepenuhnya terang.

“Terkait rencana pengiriman prajurit TNI dalam pasukan ISF di bawah kendali Board of Peace (BoP), saya melihat ini sebagai partisipasi dalam eksperimen pemerintah Amerika Serikat (AS) yang berisiko tinggi dan menelan biaya tidak sedikit,” ujar TB Hasanuddin dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).

Pembentukan ISF merupakan tindak lanjut dari Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 yang disetujui pada November 2025. Resolusi tersebut memberi mandat pembentukan pasukan stabilisasi sementara di Gaza di bawah komando terpadu, dengan kewenangan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai hukum internasional.

Namun, TB Hasanuddin menilai ada sejumlah hal mendasar yang perlu dicermati pemerintah. Ia menyoroti kejelasan mandat ISF dan struktur BoP sebagai pengendali.

Meski resolusi menyebut ISF bertugas mendukung gencatan senjata dan demiliterisasi, ia melihat BoP dalam praktiknya didominasi oleh Amerika Serikat dan tidak sepenuhnya bersifat kolektif kolegial.

Selain itu, ia mencatat bahwa piagam pendirian BoP tidak secara spesifik mencantumkan agenda perdamaian Gaza. Kondisi ini dikhawatirkan membuka ruang perubahan mandat sesuai kepentingan pihak yang mendominasi.

“Muncul pertanyaan, apakah ISF benar-benar mewakili kepentingan negara pengirim atau hanya menjadi instrumen pihak tertentu. Pemerintah harus mempelajari mandat ini secara mendalam,” tegas politikus PDIP ini.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah penerimaan pihak yang berkonflik terhadap kehadiran ISF. TB Hasanuddin, yang berpengalaman dalam Pasukan Perdamaian PBB di Irak dan Kuwait, menekankan bahwa persetujuan seluruh pihak adalah prasyarat utama. Tanpa legitimasi menyeluruh, pasukan berpotensi terseret kembali ke dalam konflik bersenjata.

“Selama ini, BoP tidak menempatkan perwakilan Palestina di dalamnya, sementara Israel justru sudah masuk. Bahkan, pimpinan senior Hamas baru-baru ini menyatakan tidak setuju atas kehadiran ISF di Palestina dan mengklaim telah mengomunikasikan sikap tersebut kepada pemerintah Indonesia,” ungkapnya.

baca juga

Menurutnya, jika pengiriman pasukan dipaksakan tanpa persetujuan semua pihak, taruhannya adalah nyawa prajurit. Selain faktor keamanan, ia juga menyinggung beban pembiayaan yang berpotensi membebani keuangan negara di tengah tantangan ekonomi domestik.

“Kita sepakat kemerdekaan Palestina adalah amanat konstitusi. Namun, hal itu harus ditempuh melalui cara yang sesuai hukum internasional, tidak membahayakan prajurit TNI, dan tepat sasaran untuk mendukung kemerdekaan Palestina,” tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Indonesia tengah mempersiapkan pengiriman pasukan keamanan ke Gaza melalui ISF.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyebut jumlah yang disiapkan mencapai sekitar 8.000 prajurit. Dasar pembentukan ISF adalah resolusi Dewan Keamanan PBB pada 17 November 2025 yang diajukan AS, dengan ketentuan Israel akan menarik pasukannya setelah ISF mengambil kendali penuh atas Gaza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketika Prabowo Puji Jajaran Menterinya sebagai Putra-Putri Terbaik Bangsa

Ketika Prabowo Puji Jajaran Menterinya sebagai Putra-Putri Terbaik Bangsa

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:43 WIB

Di Hadapan Prabowo, Airlangga: 2 Tahun Lagi Indonesia Lepas Landas ke Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Di Hadapan Prabowo, Airlangga: 2 Tahun Lagi Indonesia Lepas Landas ke Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:12 WIB

Prabowo: 60,2 Juta Warga Sudah Terima MBG, Setara Penduduk Afrika Selatan

Prabowo: 60,2 Juta Warga Sudah Terima MBG, Setara Penduduk Afrika Selatan

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:09 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×