Kekuatan KKB Yahukimo 200 Orang, Pola Serangan Disebut Sasar Pilot dan Warga Sipil

Bangun Santoso

Senin, 16 Februari 2026 | 17:51 WIB
Kekuatan KKB Yahukimo 200 Orang, Pola Serangan Disebut Sasar Pilot dan Warga Sipil
Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani. (ANTARA/Evarukdijati)
baca 10 detik
  • Satgas Damai Cartenz mengungkap sekitar 200 anggota KKB di Yahukimo bergerak menyebar dalam unit-unit kecil.
  • KKB di Yahukimo telah melakukan 23 kasus kekerasan sejak Januari 2024, menargetkan aparat dan warga sipil.
  • Satgas Cartenz meningkatkan penegakan hukum profesional dan perlindungan masyarakat demi stabilitas keamanan wilayah.

Suara.com - Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz mengungkap fakta terbaru mengenai kekuatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang beroperasi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Diperkirakan, jumlah anggota kelompok teror tersebut di wilayah itu mencapai sekitar 200 orang.

Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Operasi (Kaops) Satgas Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Rahmadani.

Menurutnya, ratusan anggota KKB tersebut tidak terkonsentrasi di satu titik, melainkan bergerak dalam unit-unit yang lebih kecil dan tersebar untuk melancarkan aksinya.

"Dari laporan yang diterima bahwa anggota KKB di Yahukimo tersebar dalam kelompok kecil dan sering melakukan aksi penyerangan dan penembakan," ujar Faizal di Jayapura, Senin (16/2/2026).

Pola serangan yang terpecah ini terbukti telah menimbulkan serangkaian aksi kekerasan yang meresahkan. Faizal membeberkan, sejak Januari 2024 saja, tercatat sudah ada 23 kasus kekerasan yang diduga kuat dilakukan oleh KKB.

Aksi-aksi brutal ini dinilai bertujuan untuk menunjukkan eksistensi dan mencari perhatian publik.

Yang lebih mengkhawatirkan, target serangan mereka tidak hanya aparat keamanan. KKB di Yahukimo secara acak dan keji juga menyasar warga sipil yang tidak bersalah, mulai dari pilot pesawat perintis, sopir, hingga para pekerja yang sedang membangun fasilitas sekolah.

"Negara tidak boleh kalah oleh teror yang dilakukan KKB sehingga Satgas Damai Cartenz memastikan melakukan penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat sipil," tegas Faizal sebagaimana dilansir kantor berita Antara.

Menyinggung penegakan hukum terhadap pelaku penembakan pesawat Smart Air di Korowai pada Rabu (11/2) lalu, Faizal menjelaskan bahwa operasi dilakukan secara terintegrasi. Pendekatan preventif dan preemtif dikedepankan untuk menjamin stabilitas keamanan di wilayah terdampak.

baca juga

Ia memastikan bahwa fokus Satgas Damai Cartenz tidak hanya sebatas mengejar para pelaku. Prioritas utama lainnya adalah memastikan masyarakat dapat merasa aman dan aktivitas vital seperti penerbangan perintis bisa kembali berjalan normal tanpa rasa takut.

"Pengamanan di lapangan terbang, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus ditingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” kata Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isak Tangis di Pusara Kopilot Smart Air: Keluarga Pertanyakan Keamanan Bandara Usai Penembakan KKB

Isak Tangis di Pusara Kopilot Smart Air: Keluarga Pertanyakan Keamanan Bandara Usai Penembakan KKB

News | Jum'at, 13 Februari 2026 | 18:56 WIB

Pilot-Kopilot Smart Air Tewas Ditembak KKB di Papua, KSAD Jenderal Maruli Tunggu Perintah Mabes TNI

Pilot-Kopilot Smart Air Tewas Ditembak KKB di Papua, KSAD Jenderal Maruli Tunggu Perintah Mabes TNI

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 13:16 WIB

Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat

Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 15:34 WIB

OPM Tembaki Pesawat Hercules, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo dan Balik ke Jakarta

OPM Tembaki Pesawat Hercules, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo dan Balik ke Jakarta

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 18:38 WIB

Rencana Wapres Gibran ke Yahukimo Terhenti, Laporan Intelijen Ungkap Risiko Fatal

Rencana Wapres Gibran ke Yahukimo Terhenti, Laporan Intelijen Ungkap Risiko Fatal

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:35 WIB

Alarm Keamanan di Yahukimo, Pangdam Minta Gibran Tak Mendarat: Ada Gerakan Misterius

Alarm Keamanan di Yahukimo, Pangdam Minta Gibran Tak Mendarat: Ada Gerakan Misterius

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 11:26 WIB

Gaya Gibran Curi Perhatian, Makna Tas Noken yang Melingkar di Lehernya Saat Tiba di Papua

Gaya Gibran Curi Perhatian, Makna Tas Noken yang Melingkar di Lehernya Saat Tiba di Papua

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Tragis! Sekolah Tutup karena Kabut Asap, Tiga Kakak Beradik Tewas Kecelakaan Saat Pulang

Tragis! Sekolah Tutup karena Kabut Asap, Tiga Kakak Beradik Tewas Kecelakaan Saat Pulang

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:18 WIB

Ekspor Sawit RI Terancam Anjlok 4,5 Juta Ton, B50 Jadi Beban Baru?

Ekspor Sawit RI Terancam Anjlok 4,5 Juta Ton, B50 Jadi Beban Baru?

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Menanti Taisei Marukawa Berseragam Garuda: Jatuh Cinta pada Indonesia dan Siap Jadi WNI

Menanti Taisei Marukawa Berseragam Garuda: Jatuh Cinta pada Indonesia dan Siap Jadi WNI

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:10 WIB

SPX Express Raih Penghargaan Jaringan Pengiriman Nasional Terbaik 2026

SPX Express Raih Penghargaan Jaringan Pengiriman Nasional Terbaik 2026

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:07 WIB

Perwira TNI Terlibat Judol Ditahan Polisi Militer, Amnesty Desak Diadili di Peradilan Umum

Perwira TNI Terlibat Judol Ditahan Polisi Militer, Amnesty Desak Diadili di Peradilan Umum

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:06 WIB

7 Aktivitas Seru di Jogja untuk Solusi Mengisi Akhir Pekan, Go-Kart hingga Ice Skating

7 Aktivitas Seru di Jogja untuk Solusi Mengisi Akhir Pekan, Go-Kart hingga Ice Skating

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:02 WIB

Mafia Pangan Masih Beredar, Permainkan Harga-harga

Mafia Pangan Masih Beredar, Permainkan Harga-harga

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:02 WIB

Buntut Kasus Ijazah Gibran, Koalisi Sipil Buka Posko Aduan Ijazah Palsu DPR di Senayan

Buntut Kasus Ijazah Gibran, Koalisi Sipil Buka Posko Aduan Ijazah Palsu DPR di Senayan

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Kasus Keracunan hingga Masalah Fiskal, Sosiolog UGM Desak MBG Dihentikan Sementara

Kasus Keracunan hingga Masalah Fiskal, Sosiolog UGM Desak MBG Dihentikan Sementara

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:00 WIB

10 Oktober Memperingati Hari Apa? Ini 7 Momentum Penting yang Perlu Diketahui

10 Oktober Memperingati Hari Apa? Ini 7 Momentum Penting yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:56 WIB

×