Analis Ingatkan Pemerintah Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem Selama Mudik Lebaran 2026

Erick Tanjung Suara.Com
Rabu, 18 Februari 2026 | 14:47 WIB
Analis Ingatkan Pemerintah Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem Selama Mudik Lebaran 2026
Penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) saat musim mudik lebaran. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pengamat ingatkan pemerintah antisipasi cuaca ekstrem demi kelancaran mudik Lebaran 2026.
  • Menhub proyeksi 143,9 juta orang melakukan pergerakan selama angkutan Lebaran 2026.
  • Kemenhub siapkan puluhan ribu sarana transportasi dan program mudik gratis Lebaran.

Suara.com - Pengamat politik dan kebijakan publik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menekankan pentingnya antisipasi serius terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode mudik Lebaran tahun ini. Ia menilai langkah tersebut krusial guna menjamin keselamatan dan kenyamanan pemudik di tengah ancaman perubahan iklim.

"Mudik kali ini perlu diantisipasi secara serius. Kita tahu bahwa perubahan iklim memicu cuaca ekstrem dan bencana yang tidak terduga. Oleh karena itu, dibutuhkan antisipasi yang terencana secara baik dan komprehensif," ujar Ujang saat dihubungi, Rabu (18/2/2026).

Ujang menambahkan, perencanaan matang sejak awal akan sangat memengaruhi ketertiban lalu lintas, terutama di jalan tol.

"Jika segala sesuatunya direncanakan secara bertahap dan menyeluruh, maka ketertiban dapat terwujud. Mudik pun bisa berlangsung aman, tertib, dan lancar," katanya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memproyeksikan sekitar 143,9 juta orang akan melakukan pergerakan perjalanan pada masa angkutan Lebaran Idul Fitri 2026. Angka tersebut diperoleh berdasarkan hasil survei preferensi dan persepsi masyarakat yang dilakukan kementeriannya.

Menhub menyampaikan bahwa koordinasi kesiapan angkutan Lebaran telah dilakukan dalam Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan. Guna melayani mobilitas masyarakat tersebut, Kemenhub telah menyiapkan berbagai sarana transportasi, meliputi 31.345 unit bus, 829 unit kapal, 2.683 unit sarana kereta api, 392 unit pesawat, serta 255 unit kapal penyeberangan.

Hingga saat ini, sejumlah sarana transportasi telah melewati proses pemeriksaan kelaikan (ramp check), di antaranya 19.376 unit angkutan darat, 485 unit angkutan laut, 19 unit angkutan penyeberangan, 392 unit angkutan udara, dan 2.177 unit sarana perkeretaapian.

Selain penyediaan sarana dan prasarana, Menhub menambahkan bahwa pemerintah juga telah menyiapkan berbagai program pendukung, seperti stimulus diskon tiket transportasi, program Mudik Gratis Lebaran, serta penerbitan Surat Keputusan Bersama (SKB) untuk pengaturan operasional kendaraan angkutan barang. (Antara)

Baca Juga: Satu Februari, Empat Makna: Valentine, Imlek, Pra-Paskah, dan Ramadan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026

LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026

Video
Selasa, 17 Februari 2026 | 18:08 WIB

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI