Belum Siap Beri Keterangan, Pemerintah-DPR Minta MK Tunda Sidang Uji Materiil UU Guru dan Dosen

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah | Suara.com

Rabu, 18 Februari 2026 | 13:27 WIB
Belum Siap Beri Keterangan, Pemerintah-DPR Minta MK Tunda Sidang Uji Materiil UU Guru dan Dosen
Suasana sidang gugatan undang-undang tentang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (29/9/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/bar]
  • SPK menyayangkan penundaan sidang MK perihal uji materi UU Guru dan Dosen karena ketidaksiapan Presiden serta DPR (18/2/2026).
  • Penundaan sidang tersebut menunjukkan inkompetensi pemerintah dalam mempertanggungjawabkan peraturan perundang-undangan terkait dosen.
  • SPK mengajak publik dan organisasi pendidik lain mendukung uji materiil dengan menjadi pihak terkait atau mengirim amicus curiae.

Suara.com - Serikat Pekerja Kampus (SPK) menyayangkan sikap perwakilan dari presiden dan DPR yang menyampaikan surat permohonan menunda persidangan karena belum siap memberikan keterangan di hadapan Mahkamah Konstitusi (MK)

Ketidaksiapan presiden serta DPR memberikan keterangan dimaksud ialah dalam Sidang Pleno Perkara Permohonan Nomor 272/PUU-XXIII/2025, Rabu (18/2/2026), dengan agenda Mendengar Keterangan DPR dan Presiden tentang uji materiil pasal tentang gaji dan tunjangan dosen di Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

"Hal ini menunjukkan inkompetensi pemerintah dalam bertanggungjawab menjalankan dan mempertanggungjawabkan peraturan perundang-undangan," tulis SPK dalam keterangan di akun Instagram @serikatpekerjakampus, Rabu (18/2/2026).

Sementara itu dalam video yang diunggah di akun yang sama, Rizma Afian Azhiim dari Serikat Pekerja Kampus menyanyangkan sikap pemerintah dan DPR yang memohon penundaan persidangan.

"Saya menyayangkan sikap pemerintah dan DPR yang menunda persidangan hari ini. Ya mereka sudah hadir ke MK, kemungkinan besar mereka menggunakan anggaran pagu perjalanan dinas tapi mereka tidak hadir secara substansial, hanya hadir untuk memberikan surat mohon ditunda, itu juga sangat apa ya, tidak produktif," kata Rizma Afian.

Padahal, menurutnya dengan berjalannya sidang, Serikat Pekerja Kampus berharap keadilan bisa segera diputus terkait dengan uji materi pasal penggajian di Undang-Undang Guru Dosen.

Sisi lain, dengan penundaan persidangan, Serikat Pekerja Kampus berharap dapat mengumpulkan lebih banyak lagi dukungan terhadap judicial review atau uji materiil yang tengah mereka lakuoan ke MK.

"Kami mohon kepada rekan-rekan sejawat, organisasi sejawat yang beranggotakan guru ataupun dosen, para pendidik mohon kiranya untuk bisa memberikan dukungan baik dalam amicus curiae ataupun bisa masuk juga sebagai pihak terkait untuk mendukung uji materi pasal penggajian di undang-undang guru dosen ini," kata Rizma Afian.

Kuasa Hukum para Pemohon dari Serikat Pekerja Kampus, Raden Violla Reininda Hafidz dari LBH STHI Jentera juga menyampaikan harapan serupa.

"Apabila publik merasa terdampak terhadap pengujian undang-undang yang kami ajukan secara langsung maupun tidak langsung dapat mengajukan diri sebagai pihak terkait. Jadi mari kita memperjuangkan kesejahteraan dosen bersama-sama dengan berbagai peran yang bisa dilakukan," kata Violla dalam keterangan video yang sama.

"Di sisi lain, bisa juga rekan-rekan sekalian mendukung kami dengan mengirimkan amicus curiae sebagai sahabat peradilan untuk mendukung upaya judicial review yang dilakukan oleh teman-teman Serikat Pekerja Kampus," sambungnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut mengapa persidangan ditunda dan akan dilaksanakan kembali pada Kamis, 26 Februari 2026 pukul 13.00 WIB.

"Persidangan hari ini agendanya adalah mendengarkan keterangan DPR dan pemerintah, namun sidang lebih cepat selesai karena dari perwakilan DPR dan presiden belum siap untuk memberikan keterangan dan menghadapi judicial review oleh teman-teman Serikat Pekerja Kampus," kata Violla.

Dikekehui, Serikat Pekerja Kampus (SPK) yang beranggotakan lebih dari 1.957 pekerja, memperjuangkan hak dan kesejahteraan seluruh pekerja di lingkungan perguruan tinggi dengan permohonan judicial review terhadap pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ke Mahkamah Konstitusi (MK)

SPK berjuang melakukan advokasi hak pekerja di lingkungan pendidikan tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggota Komisi III DPR: MKMK Tak Berwenang Batalkan Pengangkatan Adies Kadir Sebagai Hakim MK!

Anggota Komisi III DPR: MKMK Tak Berwenang Batalkan Pengangkatan Adies Kadir Sebagai Hakim MK!

News | Kamis, 12 Februari 2026 | 18:30 WIB

Anggota Komisi III: Pemilihan Adies Kadir Jadi Hakim MK Sesuai Mekanisme, Tak Langgar Prosedur

Anggota Komisi III: Pemilihan Adies Kadir Jadi Hakim MK Sesuai Mekanisme, Tak Langgar Prosedur

News | Minggu, 08 Februari 2026 | 16:05 WIB

Anak Adies Kadir jadi PAW di DPR, Bahlil Jelaskan Alasannya

Anak Adies Kadir jadi PAW di DPR, Bahlil Jelaskan Alasannya

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Resmi Lantik Hakim MK Adies Kadir dan Wamenkeu Juda Agung di Istana Negara

Prabowo Resmi Lantik Hakim MK Adies Kadir dan Wamenkeu Juda Agung di Istana Negara

Foto | Kamis, 05 Februari 2026 | 18:41 WIB

Respons Kritik soal Pengangkatan jadi Hakim MK, Adies Kadir: Bisa Tanya ke DPR

Respons Kritik soal Pengangkatan jadi Hakim MK, Adies Kadir: Bisa Tanya ke DPR

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 17:57 WIB

Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK

Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 16:23 WIB

Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir

Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 22:30 WIB

Terkini

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:37 WIB

Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma

Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:35 WIB

Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat

Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi

Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 06:55 WIB

Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray

Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:34 WIB

Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel

Menlu Sugiono Pastikan Pemerintah Terus Upayakan Pemulangan 9 WNI dari Israel

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:24 WIB

Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku

Menteri PPPA Respons Dugaan Kadis P3A Sarankan Korban Kekerasan Seksual Nikahi Pelaku

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:20 WIB

Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah

Terekam CCTV Keluar Hotel Sendirian, Jemaah Haji Indonesia Hilang Misterius di Makkah

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 22:05 WIB

Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan

Kejagung Mulai Lelang Aset Harvey Moeis, Kapuspenkum: Kami Transparan

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:34 WIB

Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya

Sekolah Rakyat Hadir di Daerah 3T, Anggota DPR RI: Sangat Dirasakan Manfaatnya

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 21:26 WIB