Khamenei Tewas Diserang AS, Menlu China Gelar Diplomasi Kilat dengan 3 Negara

Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 03 Maret 2026 | 10:46 WIB
Khamenei Tewas Diserang AS, Menlu China Gelar Diplomasi Kilat dengan 3 Negara
Kepulan asap membumbung setelah Israel menyerang Iran. WANA (West Asia News Agency)
baca 10 detik
  • Serangan udara AS dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran pada Sabtu (28/2), memicu eskalasi konflik di Timur Tengah.
  • Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mendesak AS dan Israel menghentikan operasi militer demi menghindari perluasan ketegangan regional.
  • Iran menyatakan pembelaan diri penuh setelah perundingan terhambat, sementara Oman dan Prancis menyerukan gencatan senjata serta solusi diplomatik.

Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis pasca-tewasnya pemimpin tertinggi Iran dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel.

Menanggapi situasi yang kian tak terkendali, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menggelar diplomasi kilat melalui sambungan telepon pada Senin (2/3) malam dengan tiga menteri luar negeri sekaligus: Abbas Araghchi (Iran), Badr Albusaidi (Oman), dan Jean-Noel Barrot (Prancis).

Dalam rangkaian pembicaraan tersebut, China secara tegas mengambil posisi membela kedaulatan negara-negara di kawasan dan mengkritik keras aksi militer yang melanggar hukum internasional.

China Desak AS-Israel Hentikan Operasi Militer

Melalui keterangan tertulis resmi Kementerian Luar Negeri China, Selasa (3/3), Wang Yi mengirimkan pesan kuat kepada Washington dan Tel Aviv untuk segera menahan diri.

"Wang Yi juga menyampaikan bahwa China telah mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk segera menghentikan operasi militer, menghindari peningkatan ketegangan lebih lanjut, serta mencegah konflik meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah," tulis keterangan resmi tersebut.

Kepada Menlu Iran Abbas Araghchi, Wang Yi menyatakan dukungan moral dan politik China bagi stabilitas Teheran di tengah guncangan hebat ini.

"Ia menyatakan keyakinan bahwa di tengah situasi yang berat dan kompleks saat ini, Iran mampu menjaga stabilitas nasional dan sosial, memahami dari negara-negara tetangga, serta menjamin keselamatan warga negara dan lembaga China di Iran," kata dia.

"Wang Yi juga menegaskan bahwa China menghargai persahabatan tradisional China-Iran, mendukung Iran dalam mempertahankan kedaulatan, keamanan, keutuhan wilayah, dan martabat nasionalnya, serta mendukung Iran dalam melindungi hak dan kepentingan sahnya," lanjutnya.

baca juga

Iran Membela Diri

Menlu Iran Abbas Araghchi mengungkapkan kekecewaannya karena eskalasi ini terjadi justru saat perundingan diplomatik mulai menunjukkan titik terang. Ia menyebut AS telah "menikam dari belakang" proses perdamaian tersebut.

"Perundingan putaran ini telah mencapai kemajuan positif, namun tindakan AS melanggar seluruh hukum internasional dan telah melewati garis merah Iran. Iran tidak memiliki pilihan lain selain melakukan pembelaan diri secara penuh," ungkap Araghchi.

Senada dengan Iran, Menlu Oman Badr Albusaidi yang selama ini menjadi mediator juga menyayangkan langkah AS dan Israel.

"Apabila perang ini terus berlanjut, akan menimbulkan lebih banyak korban jiwa dan kerugian harta benda. Saat ini semua pihak harus bersama-sama mendorong gencatan senjata dan penghentian konflik secepat mungkin," tegas Badr.

Kritik Terhadap 'Hukum Rimba' dan Standar Ganda

Saat berbicara dengan Menlu Prancis Jean-Noel Barrot, Wang Yi memberikan peringatan keras mengenai tatanan dunia yang terancam runtuh jika agresi militer dibiarkan tanpa sanksi internasional. Ia menekankan bahwa kekuatan militer bukan lisensi untuk bertindak sewenang-wenang.

"Negara besar tidak boleh bertindak sewenang-wenang menyerang negara lain dengan mengandalkan keunggulan militer, dan dunia tidak boleh kembali pada hukum rimba. Nuklir Iran pada akhirnya harus kembali ke jalur penyelesaian politik dan diplomatik," ungkap Wang Yi.

Prancis pun mengakui posisi strategis China dalam meredam gejolak ini. Menlu Barrot menyoroti bahwa operasi militer AS-Israel dilakukan tanpa restu PBB.

"Operasi militer AS dan Israel terhadap Iran tidak dikonsultasikan dengan Dewan Keamanan PBB dan tidak memperoleh otorisasi Dewan Keamanan. Saat ini semua pihak perlu bersama-sama mendorong penurunan eskalasi situasi dan menyelesaikan isu nuklir Iran serta persoalan terkait lainnya melalui perundingan," ujar Barrot.

Serangan AS Tewasnya Khamenei dan Petinggi Militer Iran

Situasi panas ini dipicu oleh serangan mematikan AS dan Israel ke sejumlah kota di Iran pada Sabtu (28/2). Agresi tersebut tidak hanya menyasar fasilitas militer, tetapi juga menewaskan jajaran elite kepemimpinan Iran.

Selain Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, serangan itu menewaskan Komandan IRGC Mohammad Pakpour, Kepala Staf Militer Abdulrahim Mousavi, Menhan Aziz Nasirzadeh, hingga Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani.

Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal massal ke aset-aset AS dan Israel di kawasan Teluk. Data terbaru dari Bulan Sabit Merah Iran menyebutkan total korban tewas akibat rangkaian konflik ini telah mencapai 555 orang. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesaksian Warga & Turis Saat Serangan Iran ke UEA: Ini Bukan Dubai

Kesaksian Warga & Turis Saat Serangan Iran ke UEA: Ini Bukan Dubai

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:45 WIB

Dunia Memanas: Rusia, China, dan Korea Utara Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran

Dunia Memanas: Rusia, China, dan Korea Utara Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:29 WIB

Wamen HAM Mugiyanto Terjebak di Qatar Imbas Konflik AS-Israel Vs Iran: 3 Hari Belum Ada Kepastian

Wamen HAM Mugiyanto Terjebak di Qatar Imbas Konflik AS-Israel Vs Iran: 3 Hari Belum Ada Kepastian

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:25 WIB

Berapa Gaji Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei?

Berapa Gaji Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei?

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:21 WIB

Kenapa Israel dan AS Menyerang Iran? Ini Kronologinya

Kenapa Israel dan AS Menyerang Iran? Ini Kronologinya

Lifestyle | Selasa, 03 Maret 2026 | 10:14 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×