Sydney Siaga Campak! Turis yang Baru Kembali dari Indonesia Diduga Jadi Pemicu

Galih Prasetyo

Kamis, 12 Maret 2026 | 16:10 WIB
Sydney Siaga Campak! Turis yang Baru Kembali dari Indonesia Diduga Jadi Pemicu
gejala campak pada bayi/shutterstock
  • Peningkatan kasus campak di Sydney diduga bersumber dari pelancong yang baru pulang dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
  • Sejak awal tahun 2026, tercatat 26 kasus campak di Sydney, mengindikasikan penularan mulai terjadi di komunitas lokal.
  • Otoritas kesehatan menekankan vaksinasi merupakan pencegahan paling efektif menghadapi potensi penyebaran campak yang meluas.

Suara.com - Wabah campak yang tengah meningkat di Sydney, Australia, diduga berkaitan dengan pelancong yang baru kembali dari kawasan Asia Tenggara.

Otoritas kesehatan setempat memperingatkan penularan kini mulai terjadi di dalam komunitas dan berpotensi terus bertambah.

Laporan dari NSW Health menyebut lebih dari setengah kasus campak dalam setahun terakhir berasal dari orang yang melakukan perjalanan ke negara-negara Asia Tenggara.

Kawasan tersebut termasuk Indonesia yang menjadi salah satu tujuan wisata populer warga Australia.

Sejak 1 Januari 2026, tercatat 26 kasus campak di Sydney, dengan dua kasus terbaru dikonfirmasi pekan ini.

Salah satu infeksi terjadi secara lokal, sementara sumber penularan lainnya masih belum diketahui.

Beda Ruam Campak dan Cacar. (Freepik)
Beda Ruam Campak dan Cacar. (Freepik)

“Kemungkinan virus campak sudah beredar di masyarakat, dan ada orang yang terpapar tanpa menyadarinya,” kata NSW Health seperti dikutip dari 9news.

Otoritas juga mengungkap sejumlah lokasi paparan baru, termasuk restoran, pusat kesehatan, dan area publik di wilayah Northern Beaches dan Eastern Suburbs.

Pejabat kesehatan, Christine Selvey, menjelaskan gejala campak bisa muncul hingga 18 hari setelah terpapar.

“Gejala awal biasanya demam, mata merah, pilek, dan batuk, kemudian diikuti ruam merah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh,” ujarnya.

Warga yang menghadiri acara Summer Dance Festival di Moore Park pada 7 Maret diminta memantau kondisi kesehatan hingga akhir bulan.

Pemerintah Australia khawatir penyebaran terjadi tanpa terdeteksi karena masa inkubasi yang cukup lama.

Otoritas kesehatan menegaskan vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah campak.

“Ini sangat penting terutama sebelum bepergian ke luar negeri, karena wabah campak sedang terjadi di beberapa wilayah dunia,” kata Selvey.

Kontributor: M.Faqih

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian

Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:54 WIB

Angkasa Pura Sumbar Mulai Stop Penerbangan Umrah Sementara

Angkasa Pura Sumbar Mulai Stop Penerbangan Umrah Sementara

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:40 WIB

Indonesia dan Inggris Raya Jalin Kemitraan untuk Dorong Startup Go Global

Indonesia dan Inggris Raya Jalin Kemitraan untuk Dorong Startup Go Global

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:28 WIB

Komposisi Paling Mewah, Tak Salah John Herdman Jadikan Lini Pertahanan Modal Utama Skuat Garuda

Komposisi Paling Mewah, Tak Salah John Herdman Jadikan Lini Pertahanan Modal Utama Skuat Garuda

Your Say | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:18 WIB

Hino Pasok 10.000 Unit Truk untuk Koperasi Desa Merah Putih

Hino Pasok 10.000 Unit Truk untuk Koperasi Desa Merah Putih

Otomotif | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:05 WIB

Terkini

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

Siapa Perwakilan Mahasiswa Demo yang Temui Gibran Hari Ini

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:43 WIB

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

Anggaran MBG 2027 Tembus Rp270 Triliun, Masih Pakai Dana Pendidikan dan Kesehatan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:40 WIB

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

Tak Lagi Flat Rp6 Juta, BGN Ubah Aturan Insentif SPPG, Begini Skemanya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:28 WIB

BEM UBK Ultimatum Gibran 5x24 Jam: Penuhi Tuntutan atau Aksi Berjilid-jilid

BEM UBK Ultimatum Gibran 5x24 Jam: Penuhi Tuntutan atau Aksi Berjilid-jilid

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

BGN Mendadak Setop MBG Selama Libur Sekolah, Seluruh Dapur Bakal Diaudit

BGN Mendadak Setop MBG Selama Libur Sekolah, Seluruh Dapur Bakal Diaudit

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

Periksa Pejabat ESDM, KPK Usut Produksi Metrik Ton Batu Bara hingga Setoran PNBP dalam Kasus Kukar

Periksa Pejabat ESDM, KPK Usut Produksi Metrik Ton Batu Bara hingga Setoran PNBP dalam Kasus Kukar

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:08 WIB

Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG

Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:03 WIB

Tolak Kelola Dapur MBG Demi Etika, Wali Murid di Sleman Bongkar Sisi Buruk Makan Bergizi Gratis

Tolak Kelola Dapur MBG Demi Etika, Wali Murid di Sleman Bongkar Sisi Buruk Makan Bergizi Gratis

News | Senin, 15 Juni 2026 | 20:00 WIB

Suster Sesilia Turun ke Jalan, Biarawati Ini Pasang Badan Dukung Demo Mahasiswa di DPR RI

Suster Sesilia Turun ke Jalan, Biarawati Ini Pasang Badan Dukung Demo Mahasiswa di DPR RI

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:56 WIB

BGN Siapkan Efisiensi Besar-Besaran, 8 Juta Penerima MBG Terancam Dicoret

BGN Siapkan Efisiensi Besar-Besaran, 8 Juta Penerima MBG Terancam Dicoret

News | Senin, 15 Juni 2026 | 19:41 WIB