Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 12 Maret 2026 | 15:54 WIB
Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian
penampakan Kota Tel Aviv Israel usai dihantam rudal Iran. (bidik layar video)
  • Bursa global kompak rontok, hanya saham Israel yang mampu tumbuh positif 1,8%.
  • IHSG alami rapor merah paling parah dengan penurunan tajam hingga 10,8%.
  • Ketidakpastian geopolitik seret bursa AS, Eropa, dan Asia ke zona merah.

Suara.com - Peta kekuatan pasar modal global menunjukkan anomali yang mengejutkan dalam kurun waktu dua pekan terakhir selama kondisi perang timur tengah antara Amerika Serikat-Israel Vs Iran.

Di tengah situasi itu bursa saham mayoritas negara-negara besar dunia justru terjerembap ke zona merah, kontras dengan pergerakan bursa Israel yang melaju sendirian di jalur hijau.

Berdasarkan data performa pasar sejak 26 Februari 2026, indeks saham global mengalami aksi jual masif. Fenomena "anomali" ini memicu tanda tanya besar di kalangan investor mengenai daya tahan pasar tertentu di tengah situasi sulit.

Kondisi paling memprihatinkan terlihat pada pasar modal dalam negeri. Bursa saham Indonesia tercatat mengalami kontraksi paling tajam dibandingkan negara-negara lainnya, dengan penurunan hingga -10,8%. Angka ini jauh melampaui pelemahan yang dialami oleh Korea Selatan (-8,5%) dan Thailand (-7,2%).

Keterpurukan ini menunjukkan sentimen negatif yang sangat kuat di pasar domestik, yang kemungkinan dipicu oleh aliran modal keluar (capital outflow) seiring dengan ketidakpastian ekonomi global yang kian memuncak.

Tidak hanya pasar berkembang, bursa saham negara maju pun tak luput dari hantaman badai ekonomi:

  • Amerika Serikat mencatatkan pelemahan sebesar -2,5%.
  • Inggris (UK) terkoreksi cukup dalam di angka -5,0%.
  • Prancis menyusul dengan penurunan signifikan sebesar -6,4%.
  • Bahkan China, yang biasanya stabil, harus rela terkoreksi tipis -0,2%.

Di tengah "banjir darah" di pasar modal dunia, bursa saham Israel secara mengejutkan justru tumbuh positif sebesar +1,8%. Tren "naik sendirian" ini dianggap di luar nalar oleh sebagian pelaku pasar, mengingat kondisi geopolitik yang tengah berlangsung.

Pergerakan ini bisa disebabkan oleh sentimen internal spesifik atau relokasi aset investor ke sektor-sektor yang dianggap diuntungkan dalam situasi konflik, namun bagi mayoritas investor global, tren ini tetap menjadi anomali besar di awal Maret 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angkasa Pura Sumbar Mulai Stop Penerbangan Umrah Sementara

Angkasa Pura Sumbar Mulai Stop Penerbangan Umrah Sementara

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:40 WIB

Intelijen Basi, 2 Serangan Fatal AS dan Israel di Iran Gagal Total Akibat Data Usang

Intelijen Basi, 2 Serangan Fatal AS dan Israel di Iran Gagal Total Akibat Data Usang

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:40 WIB

Indonesia dan Inggris Raya Jalin Kemitraan untuk Dorong Startup Go Global

Indonesia dan Inggris Raya Jalin Kemitraan untuk Dorong Startup Go Global

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:28 WIB

Terkini

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:01 WIB