- Kedutaan Besar Iran di Indonesia membuka rekening donasi resmi untuk bantuan korban agresi dan rekonstruksi pasca-konflik Iran.
- Dana donasi tersebut direncanakan untuk bantuan kemanusiaan, mendukung keluarga terdampak, serta pembangunan kembali di wilayah Iran.
- Serangan rudal Iran di Zarzir, Israel utara, mengakibatkan sedikitnya 58 korban luka serta kerusakan parah infrastruktur permukiman.
Suara.com - Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia membuka rekening donasi resmi untuk menyalurkan bantuan kepada korban agresi militer AS-Israel dan mendukung proses rekonstruksi di Iran.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi Kedutaan Besar Iran di Indonesia.
Dalam pernyataannya, pihak kedutaan menyampaikan apresiasi atas solidaritas masyarakat Indonesia yang ingin membantu.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian dan solidaritas luar biasa dari rakyat Indonesia,” tulis pernyataan resmi Kedubes Iran di akun Instagram dan X.
Kedutaan menjelaskan bahwa dana yang terkumpul akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan.
“Donasi akan digunakan untuk membantu para korban, mendukung keluarga terdampak, serta berkontribusi dalam proses pembangunan kembali di Iran,” lanjut pernyataan itu.
Namun, unggahan tersebut memicu beragam komentar dari warganet.
Beberapa di antaranya menuliskan candaan bernada sarkastik terkait perang Iran dengan AS-Israel.
Salah satu pengguna X menulis, “Kalau request buat rudal boleh?”
“Kasih catatan di transfer: untuk drone Shahed,” tulis pengguna lain, merujuk pada drone militer Iran yang digunakan untuk menghantam Israel dan fasilitas militer AS di negara-negara Teluk.
Ada pula warganet yang menuliskan pesan dukungan untuk militer Israel melawan AS-Israel.
“Terima kasih telah menghajar Israel,” tulis komentar lain yang ikut ramai dibagikan.
"Bismillah kita support iran lawan zionis," tulis pengguna Instagram di postingan @iraninindonesia.
Sementara itu, serangan rudal Iran menghantam langsung kawasan permukiman di Zarzir, Israel utara, menyebabkan sedikitnya 58 orang terluka.
Menurut laporan Davar1, ledakan besar menghantam kompleks empat rumah dan memicu kerusakan parah pada infrastruktur serta kendaraan di sekitar lokasi.
Menurut laporan otoritas setempat, dampak ledakan juga memicu kebakaran pada bangunan sementara yang kemudian merambat ke area terbuka.
Seorang warga, Musa Ghrifat, mengatakan keluarganya selamat karena sempat berlindung di ruang perlindungan.
Ia menggambarkan situasi warga yang hidup dalam tekanan sejak konflik meningkat.
“Kami sudah dua minggu tidak tidur nyenyak. Entah karena sirene atau pesawat tempur yang lepas landas dari Ramat David Airbase. Ini benar-benar mimpi buruk,” katanya.
Kepala dewan lokal Atef Ghrifat mengungkapkan kerusakan yang ditimbulkan sangat parah.
“Ini serangan yang menghancurkan, hanya beberapa meter dari rumah-rumah warga. Banyak rumah hancur total dan bangunan di sekitarnya rusak,” ujarnya.
Ia juga menyoroti persoalan besar terkait fasilitas perlindungan warga.
“Sekitar 60 persen rumah memiliki perlindungan standar, tetapi 40 persen lainnya tidak. Itu sangat mengkhawatirkan,” kata Atef.