- KPK menyelenggarakan pelayanan khusus bagi tahanan pada Sabtu, 21 Maret 2026, dimulai dengan salat Idulfitri.
- Layanan meliputi penerimaan hantaran makanan pukul 09.00–11.00 WIB dan kunjungan tatap muka keluarga pukul 10.00–13.00 WIB.
- Pelayanan ini merupakan komitmen KPK menjamin hak asasi tahanan, khususnya dalam menjalankan hak beragama dan dukungan keluarga.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pelayanan khusus bagi para tahanan dalam rangka Hari Raya Idulfitri pada hari ini, Sabtu (21/3/2026).
Pada hari ini, KPK menggelar salat Idulfitri yang dimulai sekitar pukul 06.30 sampai dengan 08.00 WIB di masjid Gedung KPK Merah Putih, Jakarta Selatan.
“Kemudian, KPK akan membuka layanan penerimaan hantaran makanan bagi para tahanan, dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Sabtu (21/3/2026).
Lebih lanjut, Budi juga menyebut KPK memberi kesempatan kepada para tahanan untuk bertemu dan bertatap muka secara langsung dengan keluarga dan kerabatnya pada pukul 10.00 sampai 13.00 WIB.
Tercatat, total terdapat 81 tahanan, yakni 41 orang dari Rutan KPK Gedung Merah Putih (K4) dan 40 orang dari Rutan KPK Gedung C1. Dari angka tersebut, 67 orang di antaranya beragama muslim.
“Layanan khusus ini tentunya sebagai wujud komitmen KPK dalam menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia, dengan memastikan bahwa setiap tahanan tetap memperoleh hak-hak dasarnya, termasuk dalam menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya, termasuk penyelenggaraan layanan kunjungan bagi keluarga dan kerabat tahanan di Rutan KPK,” tutur Budi.
Dia menjelaskan kehadiran keluarga diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan emosional, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan yang menjadi bagian penting dalam proses refleksi diri para tahanan.
“KPK memandang bahwa pemenuhan hak beragama merupakan elemen fundamental yang harus dijaga, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani proses hukum,” ujar Budi.
KPK memastikan para tahanan tetap memiliki ruang untuk menjalankan ibadah dengan khusyuk serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai integritas.
Menurut Budi, seluruh layanan kunjungan diselenggarakan secara tertib, terukur, dan dengan tetap mengedepankan aspek keamanan serta ketentuan yang berlaku.