Rudal Iran Tembus Kota Nuklir Dimona, Pertahanan Udara Israel Makin Dipertanyakan

Arief Apriadi

Selasa, 24 Maret 2026 | 11:58 WIB
Rudal Iran Tembus Kota Nuklir Dimona, Pertahanan Udara Israel Makin Dipertanyakan
Pertahanan Udara Israel Jebol! Rudal Balistik Iran Sukses Hantam Kawasan Nuklir Dimona. [Dok. X]
  • Rudal balistik Iran berhasil menghantam kota Dimona dan Arad, lokasi fasilitas penelitian nuklir utama Israel yang dijaga sangat ketat.
  • Militer Israel mengakui kegagalan sistem pertahanan udara mereka dalam mencegat rudal yang memiliki kemampuan manuver tinggi tersebut.
  • Israel kini dilaporkan mengalami krisis amunisi pencegat canggih seperti Arrow 3 dan terpaksa meminta bantuan tambahan dari Amerika Serikat.

Suara.com - Rudal balistik Iran dilaporkan berhasil menembus salah satu wilayah dengan penjagaan paling ketat di Israel.

Serangan mengejutkan tersebut menghantam kawasan pemukiman di kota Dimona dan kota Arad pada hari Sabtu (21/3/2026) pekan lalu.

Kota Dimona sendiri dikenal luas sebagai lokasi fasilitas penelitian nuklir utama milik Israel yang berada di gurun Naqab.

Keberhasilan rudal balistik Iran ini sontak menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas dan keberlanjutan sistem pertahanan udara Israel.

Berdasarkan laporan investigasi The New York Times, pemandangan kehancuran di lokasi jatuhnya rudal sukses membuat warga Israel terguncang.

Pihak militer Israel pun secara terbuka mengakui bahwa mereka telah berusaha mencegat rudal tersebut namun berujung pada kegagalan.

Insiden kegagalan intersepsi ini terjadi dalam selang waktu beberapa jam yang mengindikasikan adanya kerusakan sistem secara terpisah.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak memberikan penjelasan rinci mengenai kegagalan tersebut saat mengunjungi lokasi jatuhnya rudal.

Alih-alih memberi jawaban pasti, Benjamin Netanyahu hanya memberikan peringatan tegas kepada warganya.

"Jangan berpuas diri," kata Benjamin Netanyahu.

Kelemahan sistem pertahanan udara yang selama ini dibanggakan sebagai salah satu yang tercanggih di dunia akhirnya diakui oleh tokoh militer Israel.

Mantan komandan pasukan pertahanan udara dan rudal Israel, Ran Kochav, membenarkan adanya kegagalan operasional dalam insiden tersebut.

"Dimona dilindungi dengan sistem pertahanan berlapis — Israel dan Amerika, tetapi tidak ada yang sempurna," ungkap Ran Kochav.

"Terdapat sebuah kegagalan operasional," tambah Ran Kochav.

Juru bicara militer Effie Defrin juga menekankan bahwa kedua insiden kegagalan tersebut tidak saling berkaitan satu sama lain.

Spekulasi pun bermunculan bahwa militer Israel kini sedang menghemat sistem pencegat mereka yang paling canggih dan mahal.

Laporan media lokal menyebutkan bahwa sistem pertahanan canggih Arrow 3 kemungkinan besar tidak digunakan saat serangan di Dimona dan Arad terjadi.

Kekhawatiran mengenai ketersediaan amunisi pencegat ini semakin nyata di tengah konflik yang terus berkecamuk.

"Ini bukanlah tong tanpa dasar," tegas Ran Kochav.

"Ketika kita mencegat, kita juga harus memikirkan pertempuran di hari berikutnya," ujar Ran Kochav menambahkan.

Para pejabat pertahanan Israel bahkan dilaporkan telah mendekati Amerika Serikat untuk meminta tambahan amunisi pencegat.

Untuk menyiasati keterbatasan tersebut, Israel kini mulai lebih mengandalkan sistem lapis bawah seperti Iron Dome dan David’s Sling.

Padahal, kedua sistem tersebut sebenarnya tidak dioptimalkan untuk menghadapi ancaman rudal balistik tingkat tinggi dari Iran.

Peneliti senior di Institut Studi Keamanan Nasional Israel, Yehoshua Kalisky, menjelaskan betapa rumitnya proses intersepsi tersebut.

"Itu sangat sulit — seperti dua peluru yang bertemu," jelas Yehoshua Kalisky.

Ia juga menambahkan bahwa beberapa rudal Iran memiliki kemampuan bermanuver di tengah penerbangan yang semakin mempersulit upaya pencegatan.

Dampak dari serangan rudal di Dimona dan Arad ini menyebabkan sekitar 175 warga Israel terluka, dengan 10 di antaranya dalam kondisi serius.

Beruntung, banyak korban jiwa yang berhasil dihindari berkat penggunaan tempat perlindungan bom yang tersebar luas.

Kengerian serangan tersebut digambarkan secara dramatis oleh salah seorang penduduk yang berada di lokasi kejadian.

"Rasanya seperti badai yang bercampur dengan gempa bumi," kata seorang penduduk kepada The New York Times.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran

Kiamat Sudah Dekat Kalau Amerika Nekat Buka Paksa Selat Hormuz Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:48 WIB

Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang

Siasat Licin Iran Perpanjang Napas Perang Usai Mojtaba Khamenei Menghilang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:39 WIB

Baru Ancam Lebanon, Presiden Israel Kocar-kacir Dihantam Rudal

Baru Ancam Lebanon, Presiden Israel Kocar-kacir Dihantam Rudal

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:28 WIB

Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran

Waduh! Siap-siap Ledakan Besar Pusat Tenaga Nuklir Jika AS Serang PLTN Bushehr Iran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:02 WIB

Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia

Panik Diserang Balik Iran, Israel Tiba-tiba Ingat HAM dan Minta Tolong Dunia

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:59 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB