Dikabarkan Menyerah dan Merapat ke Solo, dr Tifa Beri Jawaban Menohok Lewat 'Senjata' Baru!

Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:59 WIB
Dikabarkan Menyerah dan Merapat ke Solo, dr Tifa Beri Jawaban Menohok Lewat 'Senjata' Baru!
Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa. [Suara.com/Yasir]
baca 10 detik
  • Dr. Tifa membantah spekulasi mundur dari kasus ijazah Jokowi dengan merilis buku baru berjudul Otak Politik Jokowi (OPJ).
  • Buku OPJ mengkaji neuropolitika Jokowi, khususnya isu ijazah dan dampaknya terhadap kebijakan publik, mendapat pengantar Rocky Gerung.
  • Dr. Tifa mengkritik cara kekuasaan yang mengorbankan integritas, menuntut pembuktian ijazah secara transparan di depan publik.

Suara.com - Di tengah mencuatnya spekulasi yang menyebut dr. Tifauzia Tyassuma alilas dr. Tifa, telah menyerah dalam perjuangannya terhadap kasus Ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan memilih "merapat" ke Solo, dirinya justru memberikan jawaban menohok.

Alih-alih mundur, dr. Tifa baru saja merilis karya terbarunya yang bertajuk Otak Politik Jokowi (OPJ) atau yang kerap disebut netizen sebagai Jokowi's White Paper Jilid 2.

Isu mundurnya dr. Tifa bermula dari absennya ia di berbagai acara televisi dan media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini memicu rumor bahwa dirinya mengikuti jejak sejumlah pihak yang dituding telah beralih haluan.

Spekulasi ini turut disinggung oleh pakar hukum dan tata negara, Refly Harun, dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya.

Menurut Refly Harun, absennya dr. Tifa murni karena fokus beribadah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, bukan karena melakukan kompromi politik.

"Akhirnya beredarlah spekulasi bahwa saya diam-diam ke Solo menghadap Raja Jawa untuk mengharapkan pengampunan," ujar Refly membacakan klarifikasi Dr. Tifa dalam kanal Youtube Refly Harun, pada Kamis (26/3/2026).

Bongkar Perilaku Politik Lewat OPJ

Bantahan paling konkret atas isu tersebut diwujudkan dr. Tifa melalui peluncuran buku OPJ.

Dalam cuitan di akun X resminya (@DokterTifa), ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berhenti menyuarakan kebenaran.

baca juga

"Siapa bilang Dr. Tifa quit?" tulisnya dalam akun X tersebut.

Buku Otak Politik Jokowi merupakan kelanjutan dari penelitian dr. Tifa terkait neuropolitika perilaku mantan Presiden Jokowi. Buku ini secara spesifik menyoroti isu ijazah, pendidikan, serta sinkronisitasnya dengan berbagai kebijakan publik yang selama ini menjadi sorotan tajam publik.

Menariknya, buku yang dicetak secara terbatas ini turut mendapat perhatian dari ahli filsafat, Rocky Gerung, yang memberikan pengantar khusus.

“Saking serius dan pentingnya buku ini maka Maestro Filsafat Politik, Rocky Gerung, merasa perlu memberikan Kata Pengantar untuk buku ini,” tulis Dr. Tifa.

 Presiden ke-7 Jokowi saat ditemui. (Suara.com/Ari Welianto)
Presiden ke-7 Jokowi saat ditemui. (Suara.com/Ari Welianto)

Kritik Terhadap Cara-Cara Kekuasaan

Selain membantah rumor, dr. Tifa juga menyoroti praktik-praktik kekuasaan yang dinilainya mulai mengorbankan integritas dan reputasi akademisi.

Refly Harun, saat membacakan pesan Dr. Tifa, menyebut adanya indikasi "operasi intelijen" yang mencari-cari kelemahan personal para pengkritik pemerintah.

"Cara-cara yang digunakan tidak lagi mencerminkan etika seorang negarawan, tetapi lebih menyerupai praktik kekuasaan yang mempertahankan diri dengan mengorbankan orang lain," kata Refly menyampaikan pesan Dr. Tifa.

Dr. Tifa juga menegaskan bahwa persoalan ini sesungguhnya bisa diselesaikan dengan sangat sederhana, yakni melalui pembuktian yang transparan.

"Jika memang tidak ada yang disembunyikan, cukup tunjukkan saja. Di mana pun, di depan publik, di pengadilan,” tambahnya.

Menutup klarifikasinya, dr. Tifa memastikan bahwa ia akan tetap berdiri teguh di jalurnya tanpa kompromi yang merendahkan martabat.

"Perjuangan ini mungkin tidak mudah. Namun saya percaya, kebenaran tidak membutuhkan keramaian. Ia hanya membutuhkan keteguhan, dan saya memilih untuk tetap teguh," pungkasnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Wakapolri Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi Cacat Hukum

Eks Wakapolri Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi Cacat Hukum

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 09:35 WIB

Beathor: Rismon Sianipar Kini 'Minta Dirangkul' dalam Polemik Ijazah Joko Widodo

Beathor: Rismon Sianipar Kini 'Minta Dirangkul' dalam Polemik Ijazah Joko Widodo

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:37 WIB

Roy Suryo dan Dokter Tifa Gugat Lagi UU ITE ke MK, Bentuk Tim Troya Tanpa Rismon Sianipar

Roy Suryo dan Dokter Tifa Gugat Lagi UU ITE ke MK, Bentuk Tim Troya Tanpa Rismon Sianipar

News | Senin, 16 Maret 2026 | 17:15 WIB

Akui Ijazah Jokowi Asli, Rismon Bakal Tulis Buku Antitesis dari "Jokowi's White Paper"

Akui Ijazah Jokowi Asli, Rismon Bakal Tulis Buku Antitesis dari "Jokowi's White Paper"

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 17:21 WIB

Terkini

Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar

Lebih dari Sekadar Ibu Kota, Jakarta Bertransformasi Jadi Kota yang 'Hobi' Mendengar

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:04 WIB

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:03 WIB

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:59 WIB

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:45 WIB

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:44 WIB

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:38 WIB

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB